Polemik Vaksin Berbayar, Politikus PKS Singgung Regulasi yang Sering Berubah
Senin, 12 Juli 2021 - 10:08 WIB
loading...
Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Rencana penerapan vaksin berbayar terus menuai polemik. Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kurniasih Mufidayati pun melontarkan kritikannya.
Menurutnya, pemberian vaksin harus dipastikan gratis untuk masyarakat. Ini adalah janji Presiden Joko Widodo pada pertengahan Desember 2020. Namun, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerbitkan Permenkes No. 19 Tahun 2021 sebagai perubahan kedua Permenkes No. 10/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi, yang mengatur vaksinasi gotong royong berbayar untuk individu.
Kurniasih yang juga anggota Komisi IX DPR berharap agar Presiden Jokowi tetap konsisten pada kebijakan vaksin gratis untuk seluruh masyarakat, bukan kemudian memunculkan aturan vaksin berbayar .
"Kebijakan vaksin gratis ini untuk mempercepat target vaksinasi nasional. Termasuk sebelumnya program vaksinasi gotong royong yang ditanggung perusahaan dan gratis untuk karyawan. Kami beri catatan pemerintah sering sekali berubah regulasi, sehingga sekarang muncul vaksin berbayar," kata Mufida dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).
Baca juga: Ada Layanan Vaksin Berbayar, Vaksinasi Gratis Tetap Jalan
Mufida menyebut, tantangan mempercepat vaksinasi cukup banyak. Target satu juta vaksin per hari belum bisa terealisasi secara konsisten, belum lagi pekerjaan rumah untuk meyakinkan masyarakat agar bersedia divaksin. Sehingga lebih baik fokus pada perbaikan progam vaksinasi nasional dibanding memunculkan opsi vaksin berbayar.
"Tantangan vaksinasi gratis kita banyak sehingga adanya vaksinasi berbayar bisa memengaruhi program vaksinasi nasional. Fokus pada target vaksinasi nasional yang masih banyak perlu perbaikan," paparnya.
Menurutnya, pemberian vaksin harus dipastikan gratis untuk masyarakat. Ini adalah janji Presiden Joko Widodo pada pertengahan Desember 2020. Namun, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menerbitkan Permenkes No. 19 Tahun 2021 sebagai perubahan kedua Permenkes No. 10/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi, yang mengatur vaksinasi gotong royong berbayar untuk individu.
Kurniasih yang juga anggota Komisi IX DPR berharap agar Presiden Jokowi tetap konsisten pada kebijakan vaksin gratis untuk seluruh masyarakat, bukan kemudian memunculkan aturan vaksin berbayar .
"Kebijakan vaksin gratis ini untuk mempercepat target vaksinasi nasional. Termasuk sebelumnya program vaksinasi gotong royong yang ditanggung perusahaan dan gratis untuk karyawan. Kami beri catatan pemerintah sering sekali berubah regulasi, sehingga sekarang muncul vaksin berbayar," kata Mufida dalam keterangannya, Senin (12/7/2021).
Baca juga: Ada Layanan Vaksin Berbayar, Vaksinasi Gratis Tetap Jalan
Mufida menyebut, tantangan mempercepat vaksinasi cukup banyak. Target satu juta vaksin per hari belum bisa terealisasi secara konsisten, belum lagi pekerjaan rumah untuk meyakinkan masyarakat agar bersedia divaksin. Sehingga lebih baik fokus pada perbaikan progam vaksinasi nasional dibanding memunculkan opsi vaksin berbayar.
"Tantangan vaksinasi gratis kita banyak sehingga adanya vaksinasi berbayar bisa memengaruhi program vaksinasi nasional. Fokus pada target vaksinasi nasional yang masih banyak perlu perbaikan," paparnya.
Lihat Juga :