Pemerintah Cukupi Kebutuhan Oksigen di Rumah Sakit, Pengusaha Industri Gas Diminta Lakukan Ini

Rabu, 07 Juli 2021 - 10:05 WIB
loading...
Pemerintah Cukupi Kebutuhan...
Warga mengisi ulang oksigen medis di salah satu depo isi ulang di kawasan Gubeng Kertajaya Surabaya, Jawa Timur, Selasa (6/7/2021). Foto/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Tabung gas oksigen medis menjadi barang langka dan mahal harganya belakangan ini. Menyikapi hal tersebut, pemerintah berupaya memenuhi kebutuhan oksigen untuk pasien Covid-19 yang dirawat di fasilitas layanan kesehatan.

Industri gas diharapkan bisa mendukung dengan mengalokasikan sebanyak 50% gas untuk layanan kesehatan. Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit pada Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan, saat ini jumlah pasien positif Covid-19 naik enam hingga delapan kali lipat.

Kebutuhan oksigen dari hanya 60 ton meningkat menjadi 3 ribu-4 ribu ton per hari. Sebanyak 2.200 ton di antaranya kebutuhan oksigen di Pulau Jawa. "Tentunya pemerintah sekarang mencukupi kebutuhan oksigen yang fasilitas pelayanan kesehatan butuhkan. Karena ini tentu upaya untuk melakukan pengobatan pasien-pasien Covid-19," ujar Nadia, Rabu (7/7/2021).



Menurutnya, otomatis perlu konversi atau meningkatkan produksi oksigen untuk memenuhi tingginya kebutuhan. Dirinya meyakini bahwa jika sebagian produksi gas untuk industri, sementara bisa digunakan untuk kebutuhan oksigen, bisa menutupi kebutuhan di fasilitas layanan kesehatan.

"Kami minta pengusaha industri gas agar mengonversi yang tadinya untuk gas oksigen medis itu hanya 20 sampai 30%, sekarang dialokasikan sebanyak 50% untuk memenuhi kebutuhan oksigen yang melonjak. Itu akan kita fokuskan dulu untuk memenuhi kebutuhan pasien di rumah sakit," tuturnya.

Dia menambahkan, masyarakat bisa segera mengakses rumah sakit agar bisa mendapatkan gas oksigen jika ada keluhan sesak napas karena terpapar Covid-19. "Kalau pasien Covid-19 dalam kondisi sesak sudah tidak boleh dirawat di rumah," katanya.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan BUMN PGN untuk pemenuhan kebutuhan oksigen. "Ada Satgas untuk industri gas nasional. Dengan penyedia gas swasta, kami juga koordinasi," ungkapnya.

Dia melihat banyak masyarakat yang panik dalam membeli oksigen. Padahal, dia menduga, belum tentu juga membutuhkan. Akhirnya, harga menjadi meningkat. "Kalau masyarakat menyimpan tabung oksigen padahal tidak butuh, berarti akan terjadi kelangkaan, dan otomatis meningkatkan harga. Akibatnya orang yang benar-benar membutuhkan tidak mendapatkan," pungkas Nadia.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Poros Gas Nusantara
Poros Gas Nusantara
Mengurangi Beban Subsidi...
Mengurangi Beban Subsidi Negara dari Tumpukan Sampah
Jokowi: Rumah Oksigen...
Jokowi: Rumah Oksigen Selesai Agustus, Bisa Tampung 500 Pasien Corona
Dalam Tiga Minggu, Pertamina...
Dalam Tiga Minggu, Pertamina Distribusikan 1.335 Ton Oksigen untuk 206 Rumah Sakit
India Kirim Bantuan...
India Kirim Bantuan Oksigen, Airlangga: Teman Sejati Ada Saat Dibutuhkan
Pemerintah Jepang Beri...
Pemerintah Jepang Beri Bantuan 2.800 Konsentrator Oksigen ke Indonesia
Pemerintah Berencana...
Pemerintah Berencana Beli 30.000 Oksigen Konsentrator untuk Dipinjamkan ke Masyarakat
Lapor Jokowi, Menkes...
Lapor Jokowi, Menkes Sebut Kebutuhan Oksigen Melonjak Jadi 2.000 Ton per Hari
COVID-19 Terus Melonjak,...
COVID-19 Terus Melonjak, Jokowi Akui Terjadi Lonjakan Kebutuhan Oksigen Medis
Rekomendasi
BCL Alami Gangguan Kecemasan...
BCL Alami Gangguan Kecemasan hingga Rutin Konsultasi
Honda Bocorkan Interior...
Honda Bocorkan Interior Prototipe Prelude, Ini Isi Dalamannya
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
Berita Terkini
Jurnalis Asing Wajib...
Jurnalis Asing Wajib Punya Surat Keterangan Kepolisian? Kapolri dan Kadiv Humas Polri Buka Suara
2 jam yang lalu
Retreat Kepala Daerah...
Retreat Kepala Daerah Gelombang Kedua Segera Digelar, Lokasinya Belum Bisa Dipastikan
5 jam yang lalu
Mega Perintahkan Kepala...
Mega Perintahkan Kepala Daerah PDIP Ikut Retreat Gelombang Kedua jika Absen pada Gelombang Pertama
6 jam yang lalu
ART Lagi Mudik, Menteri...
ART Lagi Mudik, Menteri Raja Juli Antoni Bantu Istri Beres-Beres Rumah
6 jam yang lalu
Saksikan Malam Ini di...
Saksikan Malam Ini di INTERUPSI Siapa Suruh Datang Jakarta? Bersama Ariyo Ardi, Anisha Dasuki, Chico Hakim, dan Narasumber Lainnya, Live di iNews
7 jam yang lalu
Indonesia Kirim Bantuan...
Indonesia Kirim Bantuan Kemanusiaan ke Myanmar Senilai 1,2 Juta Dolar AS
9 jam yang lalu
Infografis
Biadab! Sniper Israel...
Biadab! Sniper Israel Bidik Orang-orang di Rumah Sakit al-Shifa
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved