Harga Obat hingga Alkes Meroket, DPR Minta Kapolri Sikat Mafia dan Penjual Nakal

Senin, 05 Juli 2021 - 18:30 WIB
loading...
Harga Obat hingga Alkes...
Wakil Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR Ahmad Sahroni meminta Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menindak tegas penjual obat dan alat kesehatan nakal. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Di tengah lonjakan kasus Covid-19 dan keterbatasan BOR di rumah sakit (RS) rujukan, publik masih harus berhadapan dengan melambungnya harga obat-obatan, alat-alat kesehatan (alkes), vitamin, hingga oksigen.

Selain masalah harga, kelangkaan barang tersebut juga terjadi di pasaran. Bahkan kelangkaan oksigen menyebabkan puluhan nyawa melayang sebagaimana yang terjadi di RS Sardjito Yogyakarta. Terkait fenomena ini, Wakil Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR Ahmad Sahroni menilai bahwa praktik ini sama sekali tidak bisa dibenarkan dan tidak masuk akal.

“Ini sudah parah. Saya amati beberapa barang, misalnya oxymeter, harganya biasa di bawah seratus ribu, kini jadi masuk ke Rp 200 ribu, bahkan ke Rp 300 ribu. Lalu juga obat Ivermectin, yang biasanya Rp 5.000-7.000 per tablet, kini sampai hampir 200ribuan per strip, bahkan harga susu beruang aja naik hingga semua harga jadi tidak masuk akal,” kata Sahroni kepada wartawan, Senin (5/7/2021). Baca juga: MUI Ingatkan Timbun Obat dan Oksigen Hukumnya Haram

Untuk itu, Wakil Ketua Komisi III DPR ini meminta kepolisian untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk menertibkan para penimbun dan mafia yang membuat harga barang menjadi tidak terkendali. Koordinasi dengan penyedia jasa e-commerce yang ada juga diperlukan.

“Kepolisian wajib berkoordinasi dengan ecommerce juga, seperti Tokopedia, Shopee, Bukalapak, Lazada, dan lain-lainnya, agar mereka bertanggung jawab menjaga harga. Harus ada unit khusus di ecommerce yg mengawasi seller-seller nakal ini. Kalau sudah pasang harga tak wajar, tutup saja tokonya,” tegasnya. Baca juga: Gawat! Sehari 558 Orang Meninggal Akibat Covid-19

Politikus Partai Nasdem ini menambahkan, dalam kondisi pandemi yang kian memprihatinkan seperti saat ini, tidak seharusnya pihak-pihak tertentu mengambil keuntungan dengan melakukan penggelembungan harga atau menimbun barang.

“Masa warga udah banyak yang darurat membutuhkan, tapi harganya malah dinaikkan? Nurani kita di mana? Untuk para penjual, silakan ambil untung, tapp saat sekarang buka lah perasaan sedikit untuk membantu orang banyak pada masa pandemi ini,” tandas Sahroni.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR Minta Pemerintah...
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Harga BBM Non-Subsidi Pascaanjloknya Harga Minyak Dunia
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Pakar Hukum: Pernyataan...
Pakar Hukum: Pernyataan Mahfud MD Soal UU Polri Abaikan KPRP Membingungkan
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Pakar Hukum: UU Polri...
Pakar Hukum: UU Polri yang Baru Akomodasi Kepentingan Masyarakat dan Kepolisian
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Pusat Studi Kepolisian...
Pusat Studi Kepolisian ULM Inisiasi Deklarasi Bersama Anti-ODOL di Kalsel
Ini Titik Demo Mahasiswa,...
Ini Titik Demo Mahasiswa, 5.955 Personel Kepolisian Dikerahkan Jaga Aksi Unjuk Rasa
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rekomendasi
Unair Tembus Peringkat...
Unair Tembus Peringkat 276 Dunia di QS WUR 2027, Raih Posisi Ketiga Nasional
Antipasi Lonjakan Pengguna,...
Antipasi Lonjakan Pengguna, Jasa Marga Intensifkan Preservasi Rutin Jalan Tol
Ini Amalan Terbaik bagi...
Ini Amalan Terbaik bagi Wanita Haid dan Nifas di Bulan Muharram
Berita Terkini
Pangi Chaniago: Kisruh...
Pangi Chaniago: Kisruh Dialog UGM Cerminan Menumpuknya Kemarahan Publik
Muktamar NU Harus Jadi...
Muktamar NU Harus Jadi Momentum Pemurnian, Bukan Arena Perebutan Kekuasaan
Kejagung Ungkap Peran...
Kejagung Ungkap Peran Glory Harimas Sihombing di Kasus Korupsi MBG: Jual Titik SPPG
Glory Harimas Sihombing...
Glory Harimas Sihombing Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
Sony Sanjaya Beberkan...
Sony Sanjaya Beberkan Ada Pengadaan Fiktif CCTV dan Sidik Jari Rp300 Miliar di Program MBG
Sony Sonjaya Diperiksa...
Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung 9 Jam, Daftar Nama terkait Jual Beli Titik SPPG Bertambah Jadi 41 Orang
Infografis
Setelah Rudal dan Jet...
Setelah Rudal dan Jet Tempur, Ukraina Sekarang Minta Kapal Selam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved