Keteteran, Persatuan RS Harap Pemerintah Segera Bayar Tunggakan Penanganan Covid-19
Senin, 05 Juli 2021 - 17:37 WIB
loading...
A
A
A
Jadi, Lia menjelaskan, ada kelengkapan dokumen yang belum tepat, mungkin karena pedoman yang berubah-ubah. Kemudian jaringan dan sistem V-Claim ini untuk integrasinya masih ada yang perlu disempurnakan menjadi lebih mudah, karena semuanya ini harus dipertanggungjawabkan.
"Tapi bagaimana caranya agar bisa lebih menyederhanakan itu yang kami inginkan kita ingin juknis-nya jelas. Kita ingin jangan sama seperti bukan pandemi begitu. Itu aja. Saya paham betul kan ingin sekali melakukan semuanya sesuai dengan aturan tapi kami ingin sekali untuk adanya ini terasa bahwa ini suatu kedaruratan yang memang mau tidak mau harus dibedakan auditnya atau bagaimana di awal dijelaskan supaya mereka tidak salah," terang Lia.
Selain itu, dia menambahkan, PERSI juga berpesan kepada publik bahwa semua rumah sakit hari ini nyaris penuh terutama di Jawa. Jadi, mohon kiranya ada pengertian dari masyarakat bahwa RS tidak bisa merawat semua pasien dam hanya bisa merawat dengan gejala sedang berat atau kritis.
"Bila RS penuh, jangan panik jangan marah-marah sama rumah sakit, karena kita juga dalam toh kondisi siaga tidak bisa kita melayani orang harus dengan marah-marah begitu ya, dan kemudian ini untuk pemeriksaan lab mandiri harus hati-hati Sekarang ini banyak sekali oknum yang memanfaatkan situasi. Apakah pemalsuan dan sebagainya," imbaunya.
"Penting buat masyarakat untuk bersedia dipantau apabila mereka positif ini penting sekali yang lain adalah isolasi mandiri rumah sakit lapangan atau isolasi paska rumah sakit serta pemanfaatan telekonsultasi yang mudah-mudahan dasar hukumnya ini perlu kita segerakan," tandas Lia.
"Tapi bagaimana caranya agar bisa lebih menyederhanakan itu yang kami inginkan kita ingin juknis-nya jelas. Kita ingin jangan sama seperti bukan pandemi begitu. Itu aja. Saya paham betul kan ingin sekali melakukan semuanya sesuai dengan aturan tapi kami ingin sekali untuk adanya ini terasa bahwa ini suatu kedaruratan yang memang mau tidak mau harus dibedakan auditnya atau bagaimana di awal dijelaskan supaya mereka tidak salah," terang Lia.
Selain itu, dia menambahkan, PERSI juga berpesan kepada publik bahwa semua rumah sakit hari ini nyaris penuh terutama di Jawa. Jadi, mohon kiranya ada pengertian dari masyarakat bahwa RS tidak bisa merawat semua pasien dam hanya bisa merawat dengan gejala sedang berat atau kritis.
"Bila RS penuh, jangan panik jangan marah-marah sama rumah sakit, karena kita juga dalam toh kondisi siaga tidak bisa kita melayani orang harus dengan marah-marah begitu ya, dan kemudian ini untuk pemeriksaan lab mandiri harus hati-hati Sekarang ini banyak sekali oknum yang memanfaatkan situasi. Apakah pemalsuan dan sebagainya," imbaunya.
"Penting buat masyarakat untuk bersedia dipantau apabila mereka positif ini penting sekali yang lain adalah isolasi mandiri rumah sakit lapangan atau isolasi paska rumah sakit serta pemanfaatan telekonsultasi yang mudah-mudahan dasar hukumnya ini perlu kita segerakan," tandas Lia.
(cip)
Lihat Juga :