Tunggakan Insentif Nakes Rp8 Triliun, Jabar Tertinggi Disusul Jatim, dan Sulsel

Senin, 05 Juli 2021 - 16:17 WIB
loading...
Tunggakan Insentif Nakes...
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut jumlah tunggakan insentif tenaga kesehatan mencapai Rp8 triliun dimana Jawa Barat tertinggi disusul Jatim, Sulsel dan Sumut. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Di tengah lonjakan kasus Covid-19 dan tingkat keterisian rumah sakit (RS) yang hampir penuh, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah (pemda) masih menunggak biaya RS dan juga insentif tenaga kesehatan (nakes) sejak Maret 2020. Tercatat masih ada Rp1,38 triliun tunggakan pemerintah pusat untuk nakes di RS pemerintah pusat. Sedangkan pemda sekitar Rp8,11 triliun untuk nakes di RS daerah.

Hal ini disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR secara virtual, Senin (5/7/2021). "Insentif nakes, ada tunggakan sejak Maret 2020 sebesar Rp1,48 T, kita sudah selesaikan sekitar Rp1,3 T, dan diharapkan semua bisa selesai di bulan ini. Untuk 2021, relatif lebih lancar pembayarannya, dari pagu Rp3,8 triliun sudah kita bayarkan Rp2,6 triliun atau 69%, demikian juga dengan santunan kematian," papar Budi. Baca juga: Mendagri Minta Pemda Percepat Realisasi Insentif Nakes

Budi menjelaskan, anggaran yang ada di Kemenkes hanya untuk anggaran nakes yang ada di RS pemerintah pusat, RS TNI, RS Polri, RS BUMN dan RS swasta. Jadi, tunggakan sebesar Rp1,48 triliun yang sudah dibayar sekitar 90% dan juga insentif 2021 yang sudah dibayar sekitar 70%, hanya berlaku untuk RS tersebut. "Sedangkan yang paling banyak pegawainya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), itu langsung diberikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ke pemda. Sehingga nanti saya akan sampaikan seperti tadi," ujarnya.

Adapun insentif nakes yang dianggarkan di Kemenkes, menurut mantan Dirut Bank Mandiri ini, anggarannya hanya untuk 6 bulan sampai dengan Juni 2021, sehingga untuk insentif Juli-Desember 2021, pihaknya terus berdiskusi dengan Kemenkeu dan sebentar lagi untuk mendapatkan tambahan anggarannya, sehingga bisa dibayarkan terus sampai dengan akhir tahun. Baca juga: PKS Minta Pemerintah Selesaikan Semua Tunggakan Insentif Nakes

Terkait tunggakan yang tersisa di 2020, Budi mengakui konsentrasinya ke Program Internship Dokter Indomesia (PIDI) yang ada di puskesmas-puskesmas dan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) yakni dokter-dokter residen yang ada di RS pemerintah, masih ada sisa Rp100 miliar lebih yang benar-benar sangat sulit. Karena dokumentasinya dan audit BPKP-nya dan akan diselesaikan bulan Juli 2021.

"Pembayaran kita tahun ini sudah relatif lebih lancar, ada 83% yang sebenarnya sudah slesai verifikasi sehingga tinggal menunggu pembayarannya saja. Dan mudah-mudahan di bulan Juli ini bisa selesai semua untuk anggaran yang kita miliki sampai bulan Juni, anggaran Juli-Desember kita akan selesaikan dengan Kemenkeu," klaimnya.

Untuk anggaran nakes daerah yang disalurkan ke pemda, Budi melanjutkan, adaRp 4 trilium untuk 2020 dan baru terealisasi sekitar Rp3,2 triliun atau 78,6%. Dan insentif nakes daerah di 2021 juga sudah dianggarkan di daerah sebesar Rp8 triliun, realisasinya sampai sekarang baru Rp692 miliar atau 7,8% dari realisasinya.

Untuk itu, Budi memohon bantuan anggota Komisi IX DPR karena memiliki akses ke daerah, bisa dilihat daerah-daerah mana yang untuk tagihan atau tunggakan 2020 sisa dananya masih besar, total nakesnya berapa, berapa pagu yang sudah dibayar dan berapa sisanya.

"Bisa dilihat sisanya di kanan bawah Rp893,26 miliar dan besar-besarnya di mana, yang paling besar adalah yang tunggakan 2020 adalah provinsi Jawa Barat Rp121 miliar, Jawa Timur Rp67 miliar, Sulawesi Selatan Rp66 miliar, Sumatera Utara Rp63 miliar dan lain sebagainya. Data ini kami koordinasikan terus dengan Kemenkeu dan Kemendagri karena ini adalah hak-hak dari para nakes di masing-masing daerah dan kita minta bantuan dari anggota dewan yang terhormat," pintanya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Prabowo Minta Menkes...
Prabowo Minta Menkes Perluas CKG-Perkuat Penanggulangan TBC
Menkes Siap Dukung 4...
Menkes Siap Dukung 4 Langkah BGN untuk MBG
BGN Tegaskan Prinsip...
BGN Tegaskan Prinsip No Service, No Pay, Insentif Rp6 Juta Bisa Dihentikan
Menkes Ungkap 1.824...
Menkes Ungkap 1.824 Orang Paling Kaya Terima PBI-JK
LSP Hukum Kesehatan...
LSP Hukum Kesehatan Indonesia Diresmikan, BNSP: Perkuat Penyelesaian Sengketa Medis
Menkes Ungkap Bahaya...
Menkes Ungkap Bahaya Tersembunyi Kecap Manis, Kandungan Natriumnya Ternyata Tinggi
Tips Sate Sehat Anti...
Tips Sate Sehat Anti Kanker ala Menkes, Cocok untuk Olahan Daging Kurban
Pemerintah Guyur Diskon...
Pemerintah Guyur Diskon Transportasi saat Libur Sekolah: Bisa jadi Penggerak Kelas Menengah
Rekomendasi
Persaingan Ketat! 86...
Persaingan Ketat! 86 Peserta Audisi Liga Bintang Juara GTV di Depok Berebut Tiket ke Jakarta
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
Tanda-tanda Ponsel Anda...
Tanda-tanda Ponsel Anda sedang Diawasi yang Perlu Diketahui
Berita Terkini
Ungkap Penyebab Gaji...
Ungkap Penyebab Gaji Guru Tidak Naik, Prabowo: Uangnya Nggak Ada
Pelaporan Tiyo Ardianto...
Pelaporan Tiyo Ardianto ke Polisi Upaya Mengalihkan Perhatian Publik
Ichsanuddin Noorsy:...
Ichsanuddin Noorsy: UGM Berada di Titik Nadir dalam Kasus Ijazah Jokowi
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved