PPKM Darurat, Menkes Targetkan Testing Covid-19 400.000 Sehari
Jum'at, 02 Juli 2021 - 14:05 WIB
loading...
A
A
A
"Prioritas testing kita perbaiki, testing ini untuk kepentingan epidemiologi bukan untuk testing skrining, jadi benar-benar kita kejar suspek dan kontak eratnya," katanya.
Untuk keperluan pelacakan, pemerintah daerah boleh menggunakan pemeriksaan Swab PCR maupun RDT Antigen. RDT Antigen diutamakan bagi daerah yang alat diagnosisnya terbatas, sehingga hasilnya bisa diketahui lebih cepat dan tes dapat dilakukan secara masif sehingga dapat mempercepat tracing.
Baca juga: Kapolri Minta Perkuat Tracing Testing dan Hasil Tes PCR Dipercepat 1 Hari
"Target kita hasil testing harus keluar dalam waktu 24 jam, kalau PCR tidak bisa keluar 24 kita pakai Rapid Antigen," tuturnya.
Di samping penguatan testing, Budi pun menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan juga akan memperketat penanganan kontak erat. Seluruh kontak erat dari kasus terkonfirmasi harus dikarantina sampai hasil tes menyatakan negatif agar tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat.
Untuk keperluan pelacakan, pemerintah daerah boleh menggunakan pemeriksaan Swab PCR maupun RDT Antigen. RDT Antigen diutamakan bagi daerah yang alat diagnosisnya terbatas, sehingga hasilnya bisa diketahui lebih cepat dan tes dapat dilakukan secara masif sehingga dapat mempercepat tracing.
Baca juga: Kapolri Minta Perkuat Tracing Testing dan Hasil Tes PCR Dipercepat 1 Hari
"Target kita hasil testing harus keluar dalam waktu 24 jam, kalau PCR tidak bisa keluar 24 kita pakai Rapid Antigen," tuturnya.
Di samping penguatan testing, Budi pun menegaskan bahwa Kementerian Kesehatan juga akan memperketat penanganan kontak erat. Seluruh kontak erat dari kasus terkonfirmasi harus dikarantina sampai hasil tes menyatakan negatif agar tidak menjadi sumber penularan di tengah masyarakat.
(abd)
Lihat Juga :