Lakukan dengan Tegas, DPR Dukung PPKM Darurat untuk Tekan Corona
Jum'at, 02 Juli 2021 - 07:55 WIB
loading...
Langkah pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat guna menekan Covid-19 didukung Anggota Komisi IX DPR, Rahmad Handoyo. Foot/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Langkah pemerintah menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat guna menekan laju penularan virus Corona (Covid-19) didukung Anggota Komisi IX DPR-RI, Rahmad Handoyo. Akan tetapi, harus disertai dengan ketegasan menegakkan aturan kepada para pelanggarnya.
Baca juga: PPKM Darurat Seluruh Jatim, Hanya Dua Daerah yang Aman
"Pemerintah daerah dibantu dengan aparatur negara harus mampu menegakkan aturan tanpa pandang bulu. Aturan harus dijalankan dan dipatuhi oleh semua pihak," ujarnya dalam webinar Alinea Forum bertajuk Strategi Mewujudkan 2 Juta Dosis Vaksinasi Covid-19, Kamis (1/7/2021).
Baca juga: PPKM Darurat, Mensos Risma Kembali Salurkan Bantuan Sosial Tunai untuk 10 Juta Warga
Sementara itu, Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa pemerintah juga menggenjot target vaksinasi menjadi 2 juta per hari pada Agustus mendatang sebagai upaya lain penanganan pandemi.
Baca juga: Tangsel Tanggung Kebutuhan Warga dan Pelaku Usaha Terdampak PPKM Darurat
Syarat penyuntikan sesuai domisili dalam kartu tanda penduduk (KTP) dihapus agar rencana berjalan lancar. "Sudah dapat melakukan vaksinasi tanpa harus menyertakan surat keterangan domisili," ujarnya dalam kesempatan sama.
Selain itu, mendorong unit pelaksana teknis vertikal Kemenkes, seperti rumah sakit umum pusat (RSUP), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan politeknik kesehatan, menjadi sentra vaksinasi. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tetap membawa KTP ketika hendak vaksinasi.
Sebab, petugas membutuhkan nomor induk kependudukan (NIK) untuk membuat laporan mengenai masyarakat yang telah menerima vaksin. Sedangkan strategi lainnya adalah melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui sentra vaksinasi secara khusus untuk daerah urban.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu pergi jauh untuk datang ke sentra vaksinasi karena sudah tersebar di seluruh provinsi untuk mendekatkan masyarakat pada pelayanan vaksinasi. Upaya lainnya adalah menyediakan petugas vaksinasi keliling (mobile) pada tingkat RT/RW.
"Strategi ini dilakukan dengan berkoordinasi bersama RT/RW. Nanti akan diumumkan setelah ada jadwal vaksinasinya untuk warga setempat," tuturnya.
Selain itu, kerja sama dengan pihak swasta juga bakal terus ditingkatkan. Di antaranya dengan mempercepat proses vaksinasi kepada kelompok sasaran melalui program Gotong Royong.
Kemenkes juga terus memperkuat kerja sama dengan TNI, Polri, dan BUMN dalam upaya mempercepat pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. "Kerja sama itu juga berkontribusi terhadap peningkatan percepatan penyuntikan dosis," imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Rahmad Handoyo optimistis target 2 juta vaksinasi per hari bisa terealisasikan. Namun, menurutnya, faktor keberhasilan vaksinasi sangat dipengaruhi logistik. Hal tersebut nantinya dapat dibantu dengan dukungan organisasi masyarakat yang dapat dioptimalkan untuk mencapai target angka 2 juta vaksinasi.
Untuk golongan anak-anak sendiri, dapat dilakukan dengan kolaborasi bersama sekolah-sekolah secara teknis. Selain hal-hal di atas, Rahmad Handoyo juga menyampaikan perlu ada edukasi masyarakat mengenai keterbatasan vaksin serta untuk tidak memilah-milah vaksin. Keputusan pemerintah sendiri diyakininya berdasarkan evaluasi menyeluruh.
Sementara itu, Epidemiolog FKM UI Tri Yunis Miko Wahyono mengharapkan negara memiliki logistik yang cukup kuat untuk memperluas cakupan vaksinasi. Padahal hal itu penting untuk merealisasikan target 2 juta dosis vaksin per hari pada Agustus. "Sepertinya Indonesia masih bermasalah dalam pengadaan logistik vaksin untuk kebutuhan masyarakat," ujarnya dalam kesempatan sama.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan menerapkan PPKM darurat di Jawa-Bali selama dua pekan per 3 Juli. Adapun koordinator pelaksananya adalah Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
Baca juga: PPKM Darurat Seluruh Jatim, Hanya Dua Daerah yang Aman
"Pemerintah daerah dibantu dengan aparatur negara harus mampu menegakkan aturan tanpa pandang bulu. Aturan harus dijalankan dan dipatuhi oleh semua pihak," ujarnya dalam webinar Alinea Forum bertajuk Strategi Mewujudkan 2 Juta Dosis Vaksinasi Covid-19, Kamis (1/7/2021).
Baca juga: PPKM Darurat, Mensos Risma Kembali Salurkan Bantuan Sosial Tunai untuk 10 Juta Warga
Sementara itu, Juru bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Siti Nadia Tarmizi menjelaskan bahwa pemerintah juga menggenjot target vaksinasi menjadi 2 juta per hari pada Agustus mendatang sebagai upaya lain penanganan pandemi.
Baca juga: Tangsel Tanggung Kebutuhan Warga dan Pelaku Usaha Terdampak PPKM Darurat
Syarat penyuntikan sesuai domisili dalam kartu tanda penduduk (KTP) dihapus agar rencana berjalan lancar. "Sudah dapat melakukan vaksinasi tanpa harus menyertakan surat keterangan domisili," ujarnya dalam kesempatan sama.
Selain itu, mendorong unit pelaksana teknis vertikal Kemenkes, seperti rumah sakit umum pusat (RSUP), Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan politeknik kesehatan, menjadi sentra vaksinasi. Kendati demikian, masyarakat diminta untuk tetap membawa KTP ketika hendak vaksinasi.
Sebab, petugas membutuhkan nomor induk kependudukan (NIK) untuk membuat laporan mengenai masyarakat yang telah menerima vaksin. Sedangkan strategi lainnya adalah melakukan pendekatan kepada masyarakat melalui sentra vaksinasi secara khusus untuk daerah urban.
Dengan demikian, masyarakat tidak perlu pergi jauh untuk datang ke sentra vaksinasi karena sudah tersebar di seluruh provinsi untuk mendekatkan masyarakat pada pelayanan vaksinasi. Upaya lainnya adalah menyediakan petugas vaksinasi keliling (mobile) pada tingkat RT/RW.
"Strategi ini dilakukan dengan berkoordinasi bersama RT/RW. Nanti akan diumumkan setelah ada jadwal vaksinasinya untuk warga setempat," tuturnya.
Selain itu, kerja sama dengan pihak swasta juga bakal terus ditingkatkan. Di antaranya dengan mempercepat proses vaksinasi kepada kelompok sasaran melalui program Gotong Royong.
Kemenkes juga terus memperkuat kerja sama dengan TNI, Polri, dan BUMN dalam upaya mempercepat pelaksanaan program vaksinasi Covid-19. "Kerja sama itu juga berkontribusi terhadap peningkatan percepatan penyuntikan dosis," imbuhnya.
Menanggapi hal itu, Rahmad Handoyo optimistis target 2 juta vaksinasi per hari bisa terealisasikan. Namun, menurutnya, faktor keberhasilan vaksinasi sangat dipengaruhi logistik. Hal tersebut nantinya dapat dibantu dengan dukungan organisasi masyarakat yang dapat dioptimalkan untuk mencapai target angka 2 juta vaksinasi.
Untuk golongan anak-anak sendiri, dapat dilakukan dengan kolaborasi bersama sekolah-sekolah secara teknis. Selain hal-hal di atas, Rahmad Handoyo juga menyampaikan perlu ada edukasi masyarakat mengenai keterbatasan vaksin serta untuk tidak memilah-milah vaksin. Keputusan pemerintah sendiri diyakininya berdasarkan evaluasi menyeluruh.
Sementara itu, Epidemiolog FKM UI Tri Yunis Miko Wahyono mengharapkan negara memiliki logistik yang cukup kuat untuk memperluas cakupan vaksinasi. Padahal hal itu penting untuk merealisasikan target 2 juta dosis vaksin per hari pada Agustus. "Sepertinya Indonesia masih bermasalah dalam pengadaan logistik vaksin untuk kebutuhan masyarakat," ujarnya dalam kesempatan sama.
Diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan menerapkan PPKM darurat di Jawa-Bali selama dua pekan per 3 Juli. Adapun koordinator pelaksananya adalah Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.
(maf)
Lihat Juga :