Kapolri Minta Penyidik Bekerja Profesional dan Hormati HAM
Kamis, 01 Juli 2021 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
Terkait dengan tindak pidana terorisme, sambungnya, Polri telah berhasil menangani beberapa kasus besar. Di antaranya, kasus bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu, 28 Maret 2021, lalu. Pasca kejadian tersebut Polri secara cepat merespons dengan melakukan penegakan hukum terhadap 108 tersangka di delapan provinsi, yakni Sulsel, Sulteng, DKI Jakarta, Jabar, NTB, Jatim, Jateng, dan DIY.
Baca juga: Kapolri Beberkan Capaian Kinerja Polri di Hari Bhayangkara ke-75
"Selama periode Januari sampai Mei 2021, jumlah tindak pidana terorisme yang terjadi di Indonesia sebanyak 6 kejadian dengan 217 tersangka, sebanyak 209 tersangka dalam proses penyidikan dan 8 tersangka dilakukan tindakan tegas terukur (6 meninggal dunia dan 2 bom bunuh diri)," ucapnya.
Sigit juga memaparkan penerapan restorative justice yang wajib dikedepankan dalam penyelesaian perkara untuk menciptakan penegakan hukum berkeadilan. Peningkatan penyelesaian perkara dengan restorative justice, kata dia, sudah mencapai 64% lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
"Hal ini juga diikuti dengan percepatan penyelesaian penanganan berbagai sasus yang menjadi perhatian publik antara lain pungli yang meresahkan masyarakat di Jakarta Utara, kebocoran data BPJS, dan kasus pinjaman online PT Southeast Century Asia," katanya.
Baca juga: Kapolri Beberkan Capaian Kinerja Polri di Hari Bhayangkara ke-75
"Selama periode Januari sampai Mei 2021, jumlah tindak pidana terorisme yang terjadi di Indonesia sebanyak 6 kejadian dengan 217 tersangka, sebanyak 209 tersangka dalam proses penyidikan dan 8 tersangka dilakukan tindakan tegas terukur (6 meninggal dunia dan 2 bom bunuh diri)," ucapnya.
Sigit juga memaparkan penerapan restorative justice yang wajib dikedepankan dalam penyelesaian perkara untuk menciptakan penegakan hukum berkeadilan. Peningkatan penyelesaian perkara dengan restorative justice, kata dia, sudah mencapai 64% lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.
"Hal ini juga diikuti dengan percepatan penyelesaian penanganan berbagai sasus yang menjadi perhatian publik antara lain pungli yang meresahkan masyarakat di Jakarta Utara, kebocoran data BPJS, dan kasus pinjaman online PT Southeast Century Asia," katanya.
(abd)
Lihat Juga :