Ketua Satgas Covid-19 IDI Sebut Transmisi Cepat Varian Delta Bukan Candaan
Sabtu, 26 Juni 2021 - 08:39 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu, Zubairi mengatakan bahwa Pemerintah Australia telah mengingatkan bahwa penularan virus Covid-19 varian Delta tidak butuh waktu 15 menit, bisa hitungan detik. Lalu, bagaimana transmisi kontak sekilas itu bisa terjadi? "Ahli virologi Universitas Griffith Lara Herrero mengatakan, dalam momen transmisi yang terekam di CCTV itu, virus didapati bertahan di udara cukup lama sehingga seseorang bisa menghirupnya dan terinfeksi," ungkap Zubairi.
"Transmisi kontak sekilas ini telah didukung oleh pernyataan-pernyataan beberapa tokoh. Termasuk Menteri Kesehatan New South Wales Brad Hazzard dan juga ahli epidemiologi dunia Eric Feigl-Ding," jelas Zubairi.
Baca juga: 3 Suporter Denmark Terinfeksi Covid-19 Varian Delta di Stadion Parken
Zubairi pun mengingatkan bahwa varian Delta bisa menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di beberapa negara termasuk Indonesia. "Itu dulu yang bisa saya sampaikan. Dus, secara global, varian Delta memang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di beberapa negara, termasuk Indonesia. Kabar baiknya, sebagian besar vaksin yang beredar, masih bisa bekerja melawan varian Delta ini," katanya.
"Transmisi kontak sekilas ini telah didukung oleh pernyataan-pernyataan beberapa tokoh. Termasuk Menteri Kesehatan New South Wales Brad Hazzard dan juga ahli epidemiologi dunia Eric Feigl-Ding," jelas Zubairi.
Baca juga: 3 Suporter Denmark Terinfeksi Covid-19 Varian Delta di Stadion Parken
Zubairi pun mengingatkan bahwa varian Delta bisa menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di beberapa negara termasuk Indonesia. "Itu dulu yang bisa saya sampaikan. Dus, secara global, varian Delta memang menyebabkan lonjakan kasus Covid-19 yang tinggi di beberapa negara, termasuk Indonesia. Kabar baiknya, sebagian besar vaksin yang beredar, masih bisa bekerja melawan varian Delta ini," katanya.
(zik)
Lihat Juga :