Pandemi Corona Ingin Terkendali, Masyarakat Harus Sabar Jalankan Prokes
Kamis, 24 Juni 2021 - 07:43 WIB
loading...
Melemahnya Prokes 3M oleh masyarakat menjadi salah satu faktor terjadi peningkatan kasus Covid-19 yang melonjak tajam pasca libur panjang lebaran 2021. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Melemahnya protokol kesehatan (Prokes) 3M oleh masyarakat menjadi salah satu faktor terjadi peningkatan kasus Covid-19 (virus Corona) yang melonjak tajam pasca libur panjang lebaran 2021 Selain dipengaruhi oleh varian baru yang dikenal dengan varian Delta yang pertama kali muncul di India
Baca juga: Brunei Bebas Corona (4): Selain Hidupkan Al-Qur'an, Juga Lakukan 11 Hal Ini
"Sebenarnya meskipun ada varian baru Covid-19, apabila masyarakat mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menjaga kebersihan, kita bisa mengendalikan pandemi ini," papar Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit & Plt. Dirjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes), secara virtual, kemarin.
Baca juga: Ngeyel! Yusuf Syeh Warga Petojo Sebut Corona di Indonesia Sudah Berakhir
Maxi pun mengingatkan masyarakat jika lalai prokes dan kemudian jatuh sakit akibat terpapar Covid-19, maka akan berakibat fatal kepada pelayanan kesehatan baik fasilitas maupun tenaga kesehatan.
“Kita perlu mengingatkan terus kepada masyarakat bahwa kerugiannya sangat luar biasa apabila kita jatuh sakit karena Covid-19. Selain berakibat fatal, pelayanan kesehatan baik fasilitas maupun tenaga kesehatan kita ada batasnya,” jelas Maxi.
Baca juga: Viral Wajah Pria Bengkak Setelah Divaksin CoronaVac, Ini Penjelasan Kemenkes
Oleh karena itu, kata Maxi, upaya pemerintah menerapkan PPKM Mikro merupakan cara terbaik saat ini untuk mengendalikan Covid-19 hingga ke level RT/RW. “Peran tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat penting dalam menimbulkan kembali kesadaran masyarakat agar lebih bersabar menjalankan prokes,” pesan Maxi.
Maxi pun menegaskan lonjakan kasus Covid-19 ini hanya bisa ditanggulangi dengan kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah. "Yang paling penting yakni peran dari masyarakat agar tidak kendor menjalankan protokol kesehatan," tegasnya.
Selain itu, Maxi mengatakan pemerintah juga terus mengantisipasi kesiapan rumah sakit serta percepatan vaksinasi Covid-19 untuk penanganan pandemi ini. "Pemerintah daerah dan pemerintah sudah mengantisipasi kesiapan sarana terutama rumah sakit serta percepatan vaksinasi dengan target di bulan Juli mendatang mencapai 1 juta dosis per hari yang saat ini kita sudah 700 ribu dosis per hari," imbuhnya.
Baca juga: Brunei Bebas Corona (4): Selain Hidupkan Al-Qur'an, Juga Lakukan 11 Hal Ini
"Sebenarnya meskipun ada varian baru Covid-19, apabila masyarakat mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan menjaga kebersihan, kita bisa mengendalikan pandemi ini," papar Sesditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit & Plt. Dirjen P2P Kementerian Kesehatan (Kemenkes), secara virtual, kemarin.
Baca juga: Ngeyel! Yusuf Syeh Warga Petojo Sebut Corona di Indonesia Sudah Berakhir
Maxi pun mengingatkan masyarakat jika lalai prokes dan kemudian jatuh sakit akibat terpapar Covid-19, maka akan berakibat fatal kepada pelayanan kesehatan baik fasilitas maupun tenaga kesehatan.
“Kita perlu mengingatkan terus kepada masyarakat bahwa kerugiannya sangat luar biasa apabila kita jatuh sakit karena Covid-19. Selain berakibat fatal, pelayanan kesehatan baik fasilitas maupun tenaga kesehatan kita ada batasnya,” jelas Maxi.
Baca juga: Viral Wajah Pria Bengkak Setelah Divaksin CoronaVac, Ini Penjelasan Kemenkes
Oleh karena itu, kata Maxi, upaya pemerintah menerapkan PPKM Mikro merupakan cara terbaik saat ini untuk mengendalikan Covid-19 hingga ke level RT/RW. “Peran tokoh masyarakat dan tokoh agama sangat penting dalam menimbulkan kembali kesadaran masyarakat agar lebih bersabar menjalankan prokes,” pesan Maxi.
Maxi pun menegaskan lonjakan kasus Covid-19 ini hanya bisa ditanggulangi dengan kerja sama erat antara pemerintah pusat dan daerah. "Yang paling penting yakni peran dari masyarakat agar tidak kendor menjalankan protokol kesehatan," tegasnya.
Selain itu, Maxi mengatakan pemerintah juga terus mengantisipasi kesiapan rumah sakit serta percepatan vaksinasi Covid-19 untuk penanganan pandemi ini. "Pemerintah daerah dan pemerintah sudah mengantisipasi kesiapan sarana terutama rumah sakit serta percepatan vaksinasi dengan target di bulan Juli mendatang mencapai 1 juta dosis per hari yang saat ini kita sudah 700 ribu dosis per hari," imbuhnya.
(maf)
Lihat Juga :