Sarana Cuci Tangan dan Hand Sanitizer di Pasar dan Tempat Wisata Masih Minim
Senin, 21 Juni 2021 - 06:42 WIB
loading...
Pasar serta Tempat Wisata jadi tempat yang dinilai rendah terhadap penyediaan sarana cuci tangan dan hand sanitizer, padahal tempat mobilitas masyarakat. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Pasar serta Tempat Wisata menjadi tempat yang dinilai rendah terhadap penyediaan sarana cuci tangan dan hand sanitizer. Padahal kedua tempat tersebut menjadi tempat yang cukup terdeteksi mobilitas masyarakatnya, Minggu (20/6/2021).
Baca juga: Polres Jakpus Bersama Tiga Pilar Siapkan Efek Gentar bagi Pelanggar Protokol Kesehatan
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, pasar berada pada angka terendah setelah jalanan umum, yang menyediakan sarana cuci tangan.
Lebih lanjut, temuan Satgas Covid-19 Nasional mencatatkan sebanyak 51.73 % pasar tidak menyediakan sarana cuci tangan, dengan 48,27 % sisanya menyediakan.
Baca juga: 43 Kabupaten/Kota Dapat Nilai Merah Kepatuhan Protokol Kesehatan
Sementara, tempat wisata berada tepat diatas pasar dalam penilaian ketersediaan sarana cuci tangan. Menurut hasil temuan tersebut, masih lebih dari setengah tempat wisata menyediakan sarana cuci tangan atau sebanyak 59,87 %, sementara 40,13% sisanya tidak menyediakan.
Dalam penyediaan hand sanitizer, pada tempat wisata mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hanya 54% tempat wisata yang menyediakan hand sanitizer, sementara 44% sisanya tidak menyediakan. Disisi lain pasar bahkan tidak masuk daftar dalam penyediaan hand sanitizer.
Untuk diketahui hasil tersebut berdasarkan survei yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 kepada sebanyak 526.186 institusi dan lembaga yang tersebar di 43.061.640 titik di Indonesia.
Secara total tingkat institusi dan lembaga yang menyediakan sarana cuci berada pada angka 70.68%. Sementara masih terdapat 29.32% lainnya yang belum menyediakan sarana cuci tangan.
Sementara untuk penyediaan hand sanitizer lembaga dan institusi lagi-lagi mengalami penurunan. Hanya sebanyak 66,43% yang menyediakan sementara, 33.57% lainnya belum menyediakan hand sanitizer.
Baca juga: Polres Jakpus Bersama Tiga Pilar Siapkan Efek Gentar bagi Pelanggar Protokol Kesehatan
Ketua Bidang Data dan Teknologi Informasi Satgas Covid-19, Dewi Nur Aisyah mengatakan, pasar berada pada angka terendah setelah jalanan umum, yang menyediakan sarana cuci tangan.
Lebih lanjut, temuan Satgas Covid-19 Nasional mencatatkan sebanyak 51.73 % pasar tidak menyediakan sarana cuci tangan, dengan 48,27 % sisanya menyediakan.
Baca juga: 43 Kabupaten/Kota Dapat Nilai Merah Kepatuhan Protokol Kesehatan
Sementara, tempat wisata berada tepat diatas pasar dalam penilaian ketersediaan sarana cuci tangan. Menurut hasil temuan tersebut, masih lebih dari setengah tempat wisata menyediakan sarana cuci tangan atau sebanyak 59,87 %, sementara 40,13% sisanya tidak menyediakan.
Dalam penyediaan hand sanitizer, pada tempat wisata mengalami penurunan yang cukup signifikan. Hanya 54% tempat wisata yang menyediakan hand sanitizer, sementara 44% sisanya tidak menyediakan. Disisi lain pasar bahkan tidak masuk daftar dalam penyediaan hand sanitizer.
Untuk diketahui hasil tersebut berdasarkan survei yang dilakukan oleh Satgas Covid-19 kepada sebanyak 526.186 institusi dan lembaga yang tersebar di 43.061.640 titik di Indonesia.
Secara total tingkat institusi dan lembaga yang menyediakan sarana cuci berada pada angka 70.68%. Sementara masih terdapat 29.32% lainnya yang belum menyediakan sarana cuci tangan.
Sementara untuk penyediaan hand sanitizer lembaga dan institusi lagi-lagi mengalami penurunan. Hanya sebanyak 66,43% yang menyediakan sementara, 33.57% lainnya belum menyediakan hand sanitizer.
(maf)
Lihat Juga :