Siti Fadilah Masuk Bui Lagi, Demokrat Singgung Konspirasi Global Berbasis Bisnis

Selasa, 26 Mei 2020 - 09:51 WIB
loading...
Siti Fadilah Masuk Bui...
Kepala Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengaku bersyukur dan berterima kasih sebagai bagian dari anak bangsa atas edukasi mantan Menkes Siti Fadilah Supari, khususnya terkait menangani virus flu burung. Foto/dpr
A A A
JAKARTA - Kepala Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia DPP Partai Demokrat, Didik Mukrianto mengaku bersyukur dan berterima kasih sebagai bagian dari anak bangsa atas edukasi mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari , khususnya terkait menangani virus flu burung. Hal tersebut dikatakan Didik Mukrianto menyikapi tindakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) yang kembali membawa Siti Fadilah Supari ke Rumah Tahanan (Rutan) Pondok Bambu, Jakarta Timur.

"Keberanian beliau (Siti Fadilah-red) dalam menegakkan kebenaran meskipun harus berhadapan dengan WHO kala itu, serta pencerahan beliau terkait dengan pandemi COVID-19 saat ini. Terus terang dengan pembelajaran yang disampaikan beliau, harusnya membuka pemikiran dan mata hati kita bahwa pentingnya keberpihakan negara," ujar Didik Mukrianto kepada SINDOnews, Selasa (26/5/2020). (Baca juga: Siti Fadilah Kembali Masuk Bui, Fahri Hamzah dan Irmanputra Sidin Bereaksi)

Anggota Komisi III DPR ini mengatakan keberpihakan pemerintah dan pemimpin untuk terus membangun dan berinvestasi dalam bidang sumber daya manusia dan bukan infrastruktur saja. "Sebagai negara besar dan berpenduduk besar pula, harusnya kita terus aware dengan potensi munculnya konspirasi global yang berbasis bisnis dan komersialisasi penyakit dan virus," jelasnya.

Dia melanjutkan, pemimpin Indonesia harus paham kekuatan bangsa dan tantangannya ke depan. Kata Didik, hanya kemandirian yang basis dan pondasinya kekuatan SDM sendiri, yang akan mampu menyelamatkan Indonesia dari berbagai ancaman termasuk potensi konspirasi global.

"SDM kita hebat-hebat, sudah mampu membuat berbagai temuan obat, vaksin untuk menangkal berbagai penyakit dan virus. Tinggal political will pemimpin kita mau kemana? Ikut dan menjadi bagian konspirasi global atau mandiri melindungi dan membentengi rakyatnya dari kekejaman konspirasi global?" katanya.

Menurutnya, seharusnya pemimpin yang bijak melindungi rakyat dan negaranya. "Tahu mana yang akan dipilihnya? Mudah-mudahan motif ekonomi dan komersialisasi penyakit atau virus bukan yang dipilih," imbuhnya.

Maka itu, dia mengimbau Dirjen PAS Irjen Pol Reynhard Saut Poltak Silitonga bisa melihat persoalan dengan utuh, obyektif dan dengan hati nurani, khususnya kepada warga binaan yang sudah lanjut usia dan rentan terpapar COVID-19 yang saat ini tidak mendapatkan fasilitas melalui Permenkumham 10 Tahun 2020. (Baca juga: Andi Arief: Bebaskan Siti Fadilah, Pakai Ilmunya untuk Kepentingan Negara)

"Pastikan mereka aman dari potensi penularan COVID-19, pisah mereka dari lingkungan yang disinyalir terjangkit, apalagi nyata-nyata dinyatakan Red Zone, dan tempatkan di tempat yang aman dari potensi penyebaran. Melakukan pembiaran terhadap keselamatan nyawa warga binaan, yang nyata-nyata bisa dilakukan upaya pencegahan, bisa dikategorikan suatu kejahatan atau pelanggaran HAM," pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Demokrat Ajak Semua...
Demokrat Ajak Semua Elemen Bangsa Jaga Ruang Publik yang Kondusif dan Beradab
AHY Ingatkan Kader Demokrat...
AHY Ingatkan Kader Demokrat Hasilkan Kebijakan yang Berpihak kepada Rakyat
AHY Dukung Putusan MK...
AHY Dukung Putusan MK yang Pertegas Kuota 30 Persen Caleg Perempuan
Demokrat: Pemerintah...
Demokrat: Pemerintah Tidak Perlu Batasi Masa Jabatan Ketum Parpol
Demokrat Serahkan Urusan...
Demokrat Serahkan Urusan Reshuffle Kabinet ke Presiden: Supaya Bisa Bekerja dengan Nyaman
Dokter Sukarelawan di...
Dokter Sukarelawan di Gaza Menang Pemilihan Pendahuluan Partai Demokrat AS
Partai Demokrat Ancam...
Partai Demokrat Ancam Gugat Trump Terkait Perang Iran
Perkuat Akar Rumput,...
Perkuat Akar Rumput, BMI Demokrat Gelar Muscab dan Pelantikan Serentak se-Tegal Raya
Rekomendasi
Aturan Tutup Mulut FIFA...
Aturan Tutup Mulut FIFA Kembali Makan Korban
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Berita Terkini
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Prabowo Potong Tumpeng dan Serahkan ke Kapolri
Gerindra: Komunikasi...
Gerindra: Komunikasi Prabowo dengan Jokowi Baik-Baik Aja
Gus Falah: HUT ke-80...
Gus Falah: HUT ke-80 Bhayangkara Momentum Perkuat Kedekatan Polri dengan Rakyat
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Prabowo: Polri Harus...
Prabowo: Polri Harus Hadir Melindungi, Melayani, dan Mengabdi kepada Rakyat
Infografis
Angkatan Darat Amerika...
Angkatan Darat Amerika Serikat Incar 'Pasukan Tua' Masuk Militer
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved