Fahri Hamzah kepada Jaksa KPK: Hentikan Sandiwara, Corona Lagi Marah!
Sabtu, 19 Juni 2021 - 12:53 WIB
loading...
A
A
A
Fahri pun mempelajari berita tentang hal itu. Dia mengaku menemukan pelajaran betapa pentingnya jaksa kPK harus berhati-hati di ruang sidang. Membuka alat bukti yang tidak ada di berita acara pemeriksaan (BAP) dinilainya hanya sensasi. "Jaksa KPK harus banyak baca UU 19/2019. Hentikan sandiwara corona lagi marah!" ujar Fahri dengan emoji tertawa.
![Fahri Hamzah kepada Jaksa KPK: Hentikan Sandiwara, Corona Lagi Marah!]()
Postingan Fahri Hamzah di akun Instagramnya. Foto/tangkapan layar Instagram Fahri Hamzah
Dia beranggapan, mungkin banyak orang termasuk jaksa KPK tidak peduli dengan nama baik, kehormatan dan harga diri yang dijaga bertahun-tahun sehingga menganggap remeh penyebutan nama orang secara tanpa kehati-hatian yang tinggi yang akhirnya merusak nama orang. "Tidak boleh begitu," tandasnya.
Fahri mengatakan, saat menjadi pejabat, dirinya tidak terlalu peduli. Sebab pejabat kadang memang harus dicurigai. "Tapi, sebagai rakyat biasa yang membayar pajak untuk kerja KPK saya harus mengharapkan profesionalisme lebih dari KPK," tuturnya.Baca juga: Pasukan Kedua AU China Dipersenjatai Jet Tempur Siluman J-20
Menurut dia, masa lalu KPK sengaja menjadikan ruang sidang untuk mendramatisasi ruang publik. Ribuan nama disebut. Ribuan nama dipanggil.
Dia menilai itu hanya untuk menambah bumbu sensasi. Saat ini hal itu tidak boleh terjadi. "Dalam kasus saya misalnya, apa sih yang kalian temukan? Kenapa tidak kalian teruskan? Kenapa saya dibiarkan bebas berkeliaran? Aneh...sekadar mau suruh orang diam dengan dipanggil atau disebut nama bukanah cara kerja negara yang benar apalagi penegakan hukum. Hentikan!" kata Fahri.

Postingan Fahri Hamzah di akun Instagramnya. Foto/tangkapan layar Instagram Fahri Hamzah
Dia beranggapan, mungkin banyak orang termasuk jaksa KPK tidak peduli dengan nama baik, kehormatan dan harga diri yang dijaga bertahun-tahun sehingga menganggap remeh penyebutan nama orang secara tanpa kehati-hatian yang tinggi yang akhirnya merusak nama orang. "Tidak boleh begitu," tandasnya.
Fahri mengatakan, saat menjadi pejabat, dirinya tidak terlalu peduli. Sebab pejabat kadang memang harus dicurigai. "Tapi, sebagai rakyat biasa yang membayar pajak untuk kerja KPK saya harus mengharapkan profesionalisme lebih dari KPK," tuturnya.Baca juga: Pasukan Kedua AU China Dipersenjatai Jet Tempur Siluman J-20
Menurut dia, masa lalu KPK sengaja menjadikan ruang sidang untuk mendramatisasi ruang publik. Ribuan nama disebut. Ribuan nama dipanggil.
Dia menilai itu hanya untuk menambah bumbu sensasi. Saat ini hal itu tidak boleh terjadi. "Dalam kasus saya misalnya, apa sih yang kalian temukan? Kenapa tidak kalian teruskan? Kenapa saya dibiarkan bebas berkeliaran? Aneh...sekadar mau suruh orang diam dengan dipanggil atau disebut nama bukanah cara kerja negara yang benar apalagi penegakan hukum. Hentikan!" kata Fahri.
(dam)
Lihat Juga :