Konvensi Capres Dinilai Hanya Dagangan Politik Jelang Pilpres 2024
Sabtu, 19 Juni 2021 - 06:57 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, cara ini relatif lebih realistis dan efektif ketimbang mewacanakan konvensi capres. "Usulan konvensi malah menunjukkan partai tertentu 'miskin kader' sehingga menempuh jalan pintas supaya elektabilitasnya bisa naik. Walaupun usulan bagus, tapi rasanya udah primitif diterapkan," ujar analisis politik asal UIN Jakarta ini.
Lebih lanjut Fadhli menilai, usulan konvensi akan direspons partai politik sebagai kegiatan yang buang-buang waktu dan energi. Terlebih, saat ini hampir mayoritas partai relatif menghindari cara-cara tersebut.
Baca juga: Konvensi Capres Ide Baik bagi Demokratisasi, tapi Bisa Bikin Mandek Kaderisasi di Parpol
"Taruhlah Golkar atau Demokrat, dua partai itu walau pun punya tradisi konvensi, tapi saat ini mereka mulai percaya diri mengusung kadernya sendiri. Kalau dibuat konvensi kan artinya kemandirian partai hilang, kesannya hanya jadi partai terbuka saja. Mosok AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) atau Airlangga 'diparkir' hanya untuk beri jalan orang lain masuk di luar internal mereka. Enggak gitu, dong," katanya.
Lebih lanjut Fadhli menilai, usulan konvensi akan direspons partai politik sebagai kegiatan yang buang-buang waktu dan energi. Terlebih, saat ini hampir mayoritas partai relatif menghindari cara-cara tersebut.
Baca juga: Konvensi Capres Ide Baik bagi Demokratisasi, tapi Bisa Bikin Mandek Kaderisasi di Parpol
"Taruhlah Golkar atau Demokrat, dua partai itu walau pun punya tradisi konvensi, tapi saat ini mereka mulai percaya diri mengusung kadernya sendiri. Kalau dibuat konvensi kan artinya kemandirian partai hilang, kesannya hanya jadi partai terbuka saja. Mosok AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) atau Airlangga 'diparkir' hanya untuk beri jalan orang lain masuk di luar internal mereka. Enggak gitu, dong," katanya.
(abd)
Lihat Juga :