Konvensi Capres Dinilai Hanya Dagangan Politik Jelang Pilpres 2024

Sabtu, 19 Juni 2021 - 06:57 WIB
loading...
Konvensi Capres Dinilai...
Wacana konvensi capres oleh parpol dinilai hanya untuk dagangan politik menjelang Pilpres 2024. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Wacana konvensi bakal calon presiden (capres) yang diusulkan sejumlah partai politik (parpol), seperti Partai Nasdem, menuai perbincangan publik di tengah menguatnya dinamika dan konfigurasi politik menjelang Pilpres 2024.

Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Riset dan Analisis (SUDRA) Fadhli Harahab menganggap, wacana konvensi capres merupakan isu yang sudah usang dan relatif mulai ditanggalkan partai-partai politik. Menguatnya oligarki politik salah satu alasan konvensi sulit diwujudkan.

"Saya membacanya itu (konvensi capres) hanya dagangan politik parpol saja untuk mendulang elektoral menuju 2024. Sulit rasanya partai mapan seperti PDIP, Golkar, Gerindra dipaksa bikin konvensi, mereka juga punya jagoan masing-masing," katanya saat dihubungi, Sabtu (19/6/2021).

Baca juga: Belum Kantongi Tiket Pilpres 2024, Konvensi Capres Berisiko

Menurut Fadhli, lebih baik parpol saat ini mengintensifkan komunikasi dengan elit-elit parpol yang memiliki potensi untuk diajak berkoalisi. Caranya, kata Fadhli, dengan menawarkan figur yang selama ini terjaring di sejumlah lembaga survei.

Menurutnya, cara ini relatif lebih realistis dan efektif ketimbang mewacanakan konvensi capres. "Usulan konvensi malah menunjukkan partai tertentu 'miskin kader' sehingga menempuh jalan pintas supaya elektabilitasnya bisa naik. Walaupun usulan bagus, tapi rasanya udah primitif diterapkan," ujar analisis politik asal UIN Jakarta ini.

Lebih lanjut Fadhli menilai, usulan konvensi akan direspons partai politik sebagai kegiatan yang buang-buang waktu dan energi. Terlebih, saat ini hampir mayoritas partai relatif menghindari cara-cara tersebut.

Baca juga: Konvensi Capres Ide Baik bagi Demokratisasi, tapi Bisa Bikin Mandek Kaderisasi di Parpol

"Taruhlah Golkar atau Demokrat, dua partai itu walau pun punya tradisi konvensi, tapi saat ini mereka mulai percaya diri mengusung kadernya sendiri. Kalau dibuat konvensi kan artinya kemandirian partai hilang, kesannya hanya jadi partai terbuka saja. Mosok AHY (Agus Harimurti Yudhoyono) atau Airlangga 'diparkir' hanya untuk beri jalan orang lain masuk di luar internal mereka. Enggak gitu, dong," katanya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Momen Ketua Komisi XIII...
Momen Ketua Komisi XIII DPR Singgung Isu Merger Gerindra-Nasdem
Tegaskan Komitmen Nasdem...
Tegaskan Komitmen Nasdem Dukung RUU PPRT, Sahroni: Bismillah, Kita Sahkan Tahun Ini
Buka Puasa Bersama Anak...
Buka Puasa Bersama Anak Yatim, NasDem Teguhkan Spirit Kebangsaan dan Solidaritas
Sahroni Kembali Jadi...
Sahroni Kembali Jadi Wakil Ketua Komisi III DPR: Mudah-mudahan Saya Menjadi Lebih Baik
Ahmad Sahroni Kembali...
Ahmad Sahroni Kembali Jadi Pimpinan Komisi III DPR RI
Urusan Dukungan Pilpres...
Urusan Dukungan Pilpres 2029, Nasdem Akan Bicarakan di Internal
Ribuan Kader Meriahkan...
Ribuan Kader Meriahkan Funwalk HUT-14 NasDem: Satu Semangat Perubahan
HUT ke-14, Nasdem Bakti...
HUT ke-14, Nasdem Bakti Sosial di Panti Sosial Cipayung Jaktim
Daftar Mobil Sahroni...
Daftar Mobil Sahroni yang Dirusak Massa di Rumahnya, dari Lexus, Porsche, hingga Mustang
Rekomendasi
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Genderang Perang Dagang,...
Genderang Perang Dagang, Trump Ancam Tarif 100% yang Berani Pajaki Google, Meta, dan Apple!
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Berita Terkini
Didik Rachbini Prediksi...
Didik Rachbini Prediksi Safari Politik Jokowi Menjadi Faktor Negatif Ekonomi Nasional
Gus Yaqut Dibantarkan,...
Gus Yaqut Dibantarkan, KPK: Petugas Pengawal Tahanan Lakukan Pengamanan Melekat
Penegak Hukum Terkoneksi...
Penegak Hukum Terkoneksi Politik, Ubedilah Badrun: Mestinya Independen
Kepercayaan Publik terhadap...
Kepercayaan Publik terhadap Polri Meningkat Jadi Modal Sosial yang Harus Diperkuat
Silaturahmi di Lampung,...
Silaturahmi di Lampung, Jokowi: Aku Masih Seperti yang Dulu
Tak Bisa Ditunda, Tata...
Tak Bisa Ditunda, Tata Kelola, Dana, dan Independensi PBNU Harus Dibenahi
Infografis
MK Tolak Seluruh Gugatan...
MK Tolak Seluruh Gugatan Pilpres 2024 Ganjar-Mahfud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved