TNI Berharap TMMD Memotivasi Masyarakat Bisa Mandiri dan Sejahtera
Kamis, 17 Juni 2021 - 19:08 WIB
loading...
Kegiatan TMMD wilayah Perbatasan ke- 111 Tahun 2021 yang diselenggarakan Kodim 0911/Nunukan, Kalimantan Utara, terus berusaha memajukan wilayah pedesaan. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) wilayah Perbatasan ke- 111 Tahun 2021 yang diselenggarakan Kodim 0911/Nunukan, Kalimantan Utara, terus berusaha memajukan wilayah pedesaan dan membantu warga setempat.
Baca juga: Ajak Warga Perbatasan Hidup Sehat, TNI Bangun MCK dan Tempat Air Bersih
Kondisi Demografis di lokasi TMMD wilayah Perbatasan ke 111 yang dilaksanakan di Desa Binusan Dalam, khususnya RT 11 ini hampir seluruh warganya bermata pencaharian sebagai petani dan memiliki lahan sawah yang cukup luas.
Namun sangat disayangkan, para petani yang tergabung dalam Gapoktan RT 11 tersebut masih ragu dalam mengolahnya. Hal tersebut dilatar belakangi masih sulitnya akses jalan untuk membawa hasil panen padi mereka keluar.
Baca juga: Sinergi TNI, Buka Desa yang Terisolir di Perbatasan Indonesia-Malaysia
Benjamin Sampe selaku ketua Gapoktan RT. 11 menumpahkan keluh kesahnya saat ditemui, Senin 14 juni 2021. "Sawah yang kita kelola bersama ini merupakan tipe sawah tadah hujan, kita masih belum memiliki pengairan sendiri," ucapnya, Kamis (17/6/2021).
"Kalau sudah panen, bingung sendiri mau diapakan. Untuk membawanya saja, kami biasa memikul dan berjalan kaki sejauh kurang lebih 2 Kilometer setelah itu disambung kendaraan bermotor untuk selanjutnya dijual," tambahnya.
Baca juga: Ajak Warga Perbatasan Hidup Sehat, TNI Bangun MCK dan Tempat Air Bersih
Kondisi Demografis di lokasi TMMD wilayah Perbatasan ke 111 yang dilaksanakan di Desa Binusan Dalam, khususnya RT 11 ini hampir seluruh warganya bermata pencaharian sebagai petani dan memiliki lahan sawah yang cukup luas.
Namun sangat disayangkan, para petani yang tergabung dalam Gapoktan RT 11 tersebut masih ragu dalam mengolahnya. Hal tersebut dilatar belakangi masih sulitnya akses jalan untuk membawa hasil panen padi mereka keluar.
Baca juga: Sinergi TNI, Buka Desa yang Terisolir di Perbatasan Indonesia-Malaysia
Benjamin Sampe selaku ketua Gapoktan RT. 11 menumpahkan keluh kesahnya saat ditemui, Senin 14 juni 2021. "Sawah yang kita kelola bersama ini merupakan tipe sawah tadah hujan, kita masih belum memiliki pengairan sendiri," ucapnya, Kamis (17/6/2021).
"Kalau sudah panen, bingung sendiri mau diapakan. Untuk membawanya saja, kami biasa memikul dan berjalan kaki sejauh kurang lebih 2 Kilometer setelah itu disambung kendaraan bermotor untuk selanjutnya dijual," tambahnya.
Lihat Juga :