Ibas: RAPBN 2022 Harus Tepat Sasaran dan Menyentuh Semua Lapisan Masyarakat
Rabu, 16 Juni 2021 - 20:28 WIB
loading...
Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menyampaikan RAPBN 2022 harus menyentuh semua lapisan masyarakat. Foto/ist
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Badan Anggaran DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono menyampaikan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2022 harus tepat sasaran dan menyentuh semua lapisan masyarakat.
Hal itu diungkapkan Ibas panggilan Edhie Baskoro Yudhoyono dalam Rapat Panitia Kerja Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Prioritas Anggaran RAPBN 2022 yang digelar hari ini Rabu (16/6/2021). ”Beban hutang yang terus meningkat dan pertumbuhan ekonomi nasional yang terkontraksi menjadi side effect merupakan dua dampak akibat kondisi ketidakpastian ekonomi di tengah pandemi saat ini,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat inin menyebut, selain dua masalah utama tersebut, muncul pula masalah ekonomi lain seperti peningkatan kemiskinan, pengangguran, serta rasio gini di Indonesia. Sehubungan dengan ini, perluasan target penerima manfaat dan peningkatan indeks bantuan perlu ditingkatkan. “Perluasan target penerima manfaat dan peningkatan indeks bantuan kemudian diperlukan untuk masyarakat miskin dan rentan miskin untuk dapat mempertahankan kehidupan dan penghidupan mereka di masa penuh ketidakpastian ini,” kata Ibas.
Penyusunan RKP dan Prioritas Anggaran RAPBN 2022 memiliki nilai strategis bagi pembangunan ekonomi nasional. Sebab, RKP dan RAPBN 2022 merupakan APBN transisi untuk kembali rebound dan kembali membawa defisit di bawah 3% terhadap PDB dan pada APBN 2023. Terkait hal ini, Ibas menerangkan trendline positif sangat diperlukan untuk mencapai target yang diharapkan. Baca juga: Ibas Berhasil Raih Gelar Doktor, Puan: Selamat Mas Edhie Baskoro Yudhoyono
“Namun, perlu kami ingatkan bahwa fondasi paling awal dari pemulihan ekonomi adalah pengendalian Covid-19. Percepatan belanja pemerintah terutama berbagai bentuk bantuan sosial, program padat karya, serta mendorong belanja masyarakat untuk membangkitkan geliat pertumbuhan ekonomi. Demand side harus diperbesar, karena ekonomi kita akan bertumbuh jika konsumsi berjalan,” tambahnya.
Hal itu diungkapkan Ibas panggilan Edhie Baskoro Yudhoyono dalam Rapat Panitia Kerja Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Prioritas Anggaran RAPBN 2022 yang digelar hari ini Rabu (16/6/2021). ”Beban hutang yang terus meningkat dan pertumbuhan ekonomi nasional yang terkontraksi menjadi side effect merupakan dua dampak akibat kondisi ketidakpastian ekonomi di tengah pandemi saat ini,” ujarnya.
Wakil Ketua Umum Partai Demokrat inin menyebut, selain dua masalah utama tersebut, muncul pula masalah ekonomi lain seperti peningkatan kemiskinan, pengangguran, serta rasio gini di Indonesia. Sehubungan dengan ini, perluasan target penerima manfaat dan peningkatan indeks bantuan perlu ditingkatkan. “Perluasan target penerima manfaat dan peningkatan indeks bantuan kemudian diperlukan untuk masyarakat miskin dan rentan miskin untuk dapat mempertahankan kehidupan dan penghidupan mereka di masa penuh ketidakpastian ini,” kata Ibas.
Penyusunan RKP dan Prioritas Anggaran RAPBN 2022 memiliki nilai strategis bagi pembangunan ekonomi nasional. Sebab, RKP dan RAPBN 2022 merupakan APBN transisi untuk kembali rebound dan kembali membawa defisit di bawah 3% terhadap PDB dan pada APBN 2023. Terkait hal ini, Ibas menerangkan trendline positif sangat diperlukan untuk mencapai target yang diharapkan. Baca juga: Ibas Berhasil Raih Gelar Doktor, Puan: Selamat Mas Edhie Baskoro Yudhoyono
“Namun, perlu kami ingatkan bahwa fondasi paling awal dari pemulihan ekonomi adalah pengendalian Covid-19. Percepatan belanja pemerintah terutama berbagai bentuk bantuan sosial, program padat karya, serta mendorong belanja masyarakat untuk membangkitkan geliat pertumbuhan ekonomi. Demand side harus diperbesar, karena ekonomi kita akan bertumbuh jika konsumsi berjalan,” tambahnya.
Lihat Juga :