Indeks Potensi Radikalisme 2020 Turun, Ma'ruf Amin Ingatkan Tetap Waspada
Rabu, 16 Juni 2021 - 15:06 WIB
loading...
Wakil Presiden, Maruf Amin mengatakan indeks potensi radikalisme pada 2020 mengalami penurunan dibandingkan 2019 lalu. Namun demikian, ia meminta semua pihak tidak berpuas diri. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin mengatakan indeks potensi radikalisme pada 2020 mengalami penurunan dibandingkan 2019 lalu. Namun demikian, ia meminta semua pihak tidak berpuas diri. Justru kewaspadaan harus ditingkatkan karena pada umumnya ancaman terorisme selalu berubah pola.
Hal itu dikatakan Ma'ruf saat menghadiri peluncuran pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024 (RAN PE). Baca juga: Materi Anti Radikalisme Bakal Masuk di Tes Seleksi CPNS
"Ancaman itu walaupun 2020 lebih agak menurun dibanding 2019 tapi masih tetap potensial dan terorisme ini gerakannya kadang-kadang juga muncul kadang-kadang tenggelam, bahkan bisa metamofosis, bisa berubah-ubah karena itu harus diwaspadai," ujar Ma'ruf, Rabu (16/6/2021).
Dalam pidatonya di acara itu, Ma'ruf memperoleh survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bahwa indeks potensi radikalisme pada 2020 mencapai 14,0. Sedangkan di 2019 angkanya mencapai 38,4. Artinya, potensi ancaman tersebut menurun di 2020.
Ma'ruf menuturkan potensi radikalisme dan atau ekstremisme berbasis kekerasan harus dikikis agar tidak menghambat pembangunan nasional serta tidak merusak harmoni antarsesama manusia. "Karena stabilitas keamanan tentu penting terbangunnya kerukunan, sebab tidak mungkin kita berhasil membangun negara ini tanpa adanya situasi yang kondusif," imbuhnya.
Hal itu dikatakan Ma'ruf saat menghadiri peluncuran pelaksanaan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 7 Tahun 2021 tentang Rencana Aksi Nasional Ekstremisme Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme Tahun 2020-2024 (RAN PE). Baca juga: Materi Anti Radikalisme Bakal Masuk di Tes Seleksi CPNS
"Ancaman itu walaupun 2020 lebih agak menurun dibanding 2019 tapi masih tetap potensial dan terorisme ini gerakannya kadang-kadang juga muncul kadang-kadang tenggelam, bahkan bisa metamofosis, bisa berubah-ubah karena itu harus diwaspadai," ujar Ma'ruf, Rabu (16/6/2021).
Dalam pidatonya di acara itu, Ma'ruf memperoleh survei Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bahwa indeks potensi radikalisme pada 2020 mencapai 14,0. Sedangkan di 2019 angkanya mencapai 38,4. Artinya, potensi ancaman tersebut menurun di 2020.
Ma'ruf menuturkan potensi radikalisme dan atau ekstremisme berbasis kekerasan harus dikikis agar tidak menghambat pembangunan nasional serta tidak merusak harmoni antarsesama manusia. "Karena stabilitas keamanan tentu penting terbangunnya kerukunan, sebab tidak mungkin kita berhasil membangun negara ini tanpa adanya situasi yang kondusif," imbuhnya.
Lihat Juga :