Butuh Perencanaan Panjang, Pakar: Beli Alutsista Bukan Kayak Pesen Mobil
Selasa, 15 Juni 2021 - 19:31 WIB
loading...
Peneliti Senior CSIS Evan Laksmana menyebut, pembelian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) butuh rencana panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Peneliti Senior Centre for Strategic dan International Studies (CSIS) Evan Laksmana menyebut, pembelian Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) membutuhkan rencana panjang dan tidak bisa dilakukan secara instan. Dia menganalogikannya dengan membeli mobil, jika dalam waktu singkat sudah bisa dikirim.
Baca juga: Ini Alasan Prabowo Pilih Bernegosiasi Langsung dengan Produsen Alutsista
Menurutnya, itu lah yang mengakibatkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) membuat Rancangan Perpres tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) untuk 20 Tahun.
Baca juga: Kontrak Pembelian Alutsista Bertahap, Tidak Langsung Berlaku
"Beli senjata kan memang bukan kayak beli mobil ya, kita teken kontrak hari ini, besok datang. Untuk kita beli senjata dan Alutsista butuh perencanaan jangka panjang yang bukan cuma satu, dua, atau tiga tahun, bahkan bisa sampai 20 tahun. Makanya ada angka Rp1.760 T itu kan bukan untuk langsung beli sekaligus bulan depan," katanya melanjutkan.
Baca juga: Ini Alasan Prabowo Pilih Bernegosiasi Langsung dengan Produsen Alutsista
Menurutnya, itu lah yang mengakibatkan Kementerian Pertahanan (Kemhan) membuat Rancangan Perpres tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) untuk 20 Tahun.
Baca juga: Kontrak Pembelian Alutsista Bertahap, Tidak Langsung Berlaku
"Beli senjata kan memang bukan kayak beli mobil ya, kita teken kontrak hari ini, besok datang. Untuk kita beli senjata dan Alutsista butuh perencanaan jangka panjang yang bukan cuma satu, dua, atau tiga tahun, bahkan bisa sampai 20 tahun. Makanya ada angka Rp1.760 T itu kan bukan untuk langsung beli sekaligus bulan depan," katanya melanjutkan.
Lihat Juga :