Indonesia Dorong Komitmen Bersama Anggota APEC Untuk Mewujudkan Keadilan Vaksin

Senin, 14 Juni 2021 - 11:32 WIB
loading...
Indonesia Dorong Komitmen...
Indonesia Dorong Komitmen Bersama Anggota APEC Untuk Mewujudkan Keadilan Vaksin
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia saat ini terus mendorong komitmen bersama dengan negara-negara anggota Asia Pacific Economic Community (APEC). Hal ini untuk mewujudkan percepatan akses vaksin, obat-obatan dan peralatan penunjang penanganan Covid-19.

"Upaya ini bertujuan untuk memulihkan perekonomian, perdagangan dan pariwisata di tingkat Asia Pacific. Serta demi mewujudkan keadilan vaksin bagi semua," Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan pers Perkembangan Penanganan Covid-19 di Graha BNPB yang juga disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Vaksin sendiri sangat dibutuhkan dalam penanganan pandemi. Karena vaksin akan sangat efektif dalam mengendalikan pandemi Covid-19 apabila pemberiannya diberikan secara masif, salah satunya melalui program vaksinasi massal. Karena itu pemerintah berkomitmen untuk mengakselerasi program vaksinasi sembari terus berusaha untuk memenuhi ketersediaan vaksin, baik yang bersumber dari luar negeri ataupun dari produksi dalam negeri.

Dalam pelaksanaan program vaksinasi, pemerintah mendahulukan populasi yang memiliki risiko seperti warga lanjut usia (lansia) dan pralansia serta populasi kunci pembangunan nasional seperti guru. Di samping itu, data per 8 Juni 2021, masyarakat yang telah menerima vaksin Covid-19 sudah mencapai 40,3 juta orang. Mereka terdiri dari SDM kesehatan, dan petugas pelayanan publik.

"Pemerintah pusat terus mendorong pemerintah daerah untuk terus melakukan peningkatan jumlah masyarakat yang menerima vaksin. Sehingga semakin banyak yang terlindungi, sekaligus meminimalisasi penularan yang terjadi di masyarakat," tuturnya.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Tito Karnavian: Kemendagri...
Tito Karnavian: Kemendagri dan Pemda Akan Dukung Penuh Optimalisasi Program BSPS
BNPB Ungkap Indonesia...
BNPB Ungkap Indonesia Peringkat Ketiga Negara dengan Risiko Bencana Tertinggi di Dunia
814 Bencana Terjadi...
814 Bencana Terjadi Sepanjang 2026, BNPB: Banjir dan Cuaca Ekstrem Mendominasi
Apel Kesiapsiagaan Karhutla...
Apel Kesiapsiagaan Karhutla 2026 di Riau, Menko Polkam: Negara Komitmen Pencegahan Dini
Hujan Deras Intai Indonesia...
Hujan Deras Intai Indonesia hingga Sepekan ke Depan, BNPB: Minta Masyarat Waspada
Latih Desa Binaan Hadapi...
Latih Desa Binaan Hadapi Bencana, Astra Gandeng BNPB Gelar Pelatihan Tanggap Darurat
Gempa Magnitudo 4,7...
Gempa Magnitudo 4,7 Guncang Polewali Mandar Pagi Ini, Dirasakan hingga Makassar
BNPB Pulihkan Akses...
BNPB Pulihkan Akses Air Bersih di Merapi dengan Pipanisasi Sepanjang 30 Km
Rekomendasi
Pakai Mobil Listrik...
Pakai Mobil Listrik di Jakarta Bisa Dapat Insentif PKB 0%, Ini Ketentuannya
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Gelar RUPS Luar Biasa,...
Gelar RUPS Luar Biasa, Brigit Biofarmaka Teknologi Bahas Penyesuaian Klasifikasi Usaha
Berita Terkini
Prabowo: 110 Masalah...
Prabowo: 110 Masalah Tuntas dalam 18 Bulan, Bukan Prestasi Kecil
3 Mobil Noel Ebenezer...
3 Mobil Noel Ebenezer Dikembalikan KPK, Keluarga: Bukti Dibeli Pakai Uang Sah
Duit Ratusan Juta Disita...
Duit Ratusan Juta Disita KPK dalam OTT Bupati Lombok Barat
Harlah PKB, Gus Muhaimin...
Harlah PKB, Gus Muhaimin Tekankan Arah Pembangunan Prabowo
Polisi Ungkap Dugaan...
Polisi Ungkap Dugaan Korupsi Proyek Pengadaan Batu Bara, 3 Orang Jadi Tersangka
Polri Beberkan 4 Modus...
Polri Beberkan 4 Modus Penyimpangan dalam Korupsi Pembiayaan Batu Bara, Kerugian Negara Capai Rp38,9 Miliar
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved