Zaskia Lawyer Indonesia Dibalik Gugatan Hukum Korban Lion dan Sriwijaya Air ke Boeing
Sabtu, 12 Juni 2021 - 02:24 WIB
loading...
A
A
A
"Aku ujian advokat itu sampai 2 kali yang pertama gagal kedua baru lulus dan itu belajar cuma bisa satu setengah bulan karena ada programnya itu cuma dibuka sebulan dan ujian 2 hari satu hari durasi 6 jam, hari pertama 200 pertanyaan pilihan ganda, sedangkan hari kedua sebanyak 8 pertanyaan esai. Gagal pertama hampir menyerah saat bersamaan aku dengar ibu kena cancer. Mau pulang, pilihan sulit jadi aku tetap putuskan stay setelah mendengar saran ibu pulang pun gak ada hasilnya mending selesaikan ujian," ucapnya.
Dia pun memberikan pesan bahwa untuk meraih mimpi dan sukses dalam karir menjadi apapun harus keep going karena memang pasti banyak banget lika-likunya dan momen ibu sakit cancer menjadi titik balik yang memberikan semangat untuk bisa sukses dalam karir. "Jadi aku selalu bilang kalau kita mau sukses mendapatkan piala itu lebih bernilai gimana mengalahkan ego sendiri, putus asa," paparnya.
Alhasil kini, kerja kerasnya pun membuahkan hasil dimana dirinya menjadi perempuan Muda Indonesia (Dual Licensed Lawyer di Amerika dan Indonesia) dibalik gugatan hukum Lion Air JT 610 dan Sriwijaya Airlines SJ182 di Amerika Serikat. Mendapatkan kehormatan untuk mewakili keluarga korban Lion Air JT 160 dan Sriwijaya Air SJ 182, Zaskia Putri adalah sosok perempuan muda Indonesia di balik gugatan hukum terhadap perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat, Boeing. Zaskia adalah salah satu anggota tim dari firma hukum Herrmann Law Group yang berbasis di Seattle, Washington.
Zaskia bergabung dengan Herrmann Law Group pada tahun 2019 dan dengan pengacara senior Charles Herrmann dan Mark Lindquist, dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menangani kasus kecelakaan Lion Air JT 610 dan sekarang Sriwijaya Air SJ 182. “Walaupun saya sekarang berada jauh dari negara asal saya Indonesia, saya masih bisa membantu warga negara Indonesia melalui pekerjaan saya. Sebuah kebanggaan untuk saya pribadi bisa membantu mereka keluarga korban dalam mendapatkan keadilan”,tuturnya.
Dia pun memberikan pesan bahwa untuk meraih mimpi dan sukses dalam karir menjadi apapun harus keep going karena memang pasti banyak banget lika-likunya dan momen ibu sakit cancer menjadi titik balik yang memberikan semangat untuk bisa sukses dalam karir. "Jadi aku selalu bilang kalau kita mau sukses mendapatkan piala itu lebih bernilai gimana mengalahkan ego sendiri, putus asa," paparnya.
Alhasil kini, kerja kerasnya pun membuahkan hasil dimana dirinya menjadi perempuan Muda Indonesia (Dual Licensed Lawyer di Amerika dan Indonesia) dibalik gugatan hukum Lion Air JT 610 dan Sriwijaya Airlines SJ182 di Amerika Serikat. Mendapatkan kehormatan untuk mewakili keluarga korban Lion Air JT 160 dan Sriwijaya Air SJ 182, Zaskia Putri adalah sosok perempuan muda Indonesia di balik gugatan hukum terhadap perusahaan manufaktur pesawat asal Amerika Serikat, Boeing. Zaskia adalah salah satu anggota tim dari firma hukum Herrmann Law Group yang berbasis di Seattle, Washington.
Zaskia bergabung dengan Herrmann Law Group pada tahun 2019 dan dengan pengacara senior Charles Herrmann dan Mark Lindquist, dia menghabiskan sebagian besar waktunya untuk menangani kasus kecelakaan Lion Air JT 610 dan sekarang Sriwijaya Air SJ 182. “Walaupun saya sekarang berada jauh dari negara asal saya Indonesia, saya masih bisa membantu warga negara Indonesia melalui pekerjaan saya. Sebuah kebanggaan untuk saya pribadi bisa membantu mereka keluarga korban dalam mendapatkan keadilan”,tuturnya.
(cip)
Lihat Juga :