Pemutakhiran Sistem Siber Dinilai Penting untuk Keamanan

Jum'at, 11 Juni 2021 - 18:18 WIB
loading...
Pemutakhiran Sistem...
Di tengah gegap gempita transformasi digital, terkadang perusahaan masih menganggap enteng sistem keamanan siber. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Di tengah gegap gempita transformasi digital saat ini, terkadang perusahaan masih menganggap enteng pentingnya sistem keamanan siber. Kelemahan ini yang kerap digunakan oleh peretas untuk melancarkan aksi. Mengambil data-data penting perusahaan lalu menjualnya di internet.

Baca juga: Huawei Resmikan Pusat Keamanan Siber dan Perlindungan Privasi Global di China

Saat ini patokan standar perusahaan dalam menjaga sistem keamanannya adalah dengan mendapatkan sertifikasi ISO 27001. ISO 27001 merupakan standar Internasional dalam menerapkan sistem manajemen keamanan informasi atau Information Security Management Systems (ISMS).

Baca juga: Atasi Ancaman Siber, Pemerintah Akan Buat Omnibus Law Bidang Digital

Zulfadly Syam, Ketua Bidang Koordinasi dan Pengembangan Wilayah APJII mengatakan, sebagai prosedur keamanan sistem informasi, ISO 27001 sudah terbukti bagus dan telah diterapkan oleh banyak perusahaan. Hanya saja, tidak sedikit perusahaan yang lalai untuk melakukan pemutakhiran sistem keamanannya.

Baca juga: Shahnawaz Backer: Begini Cara Kerja Peretas dalam Membobol Sistem Keamanan Siber

"Perusahaan yang sudah memiliki sertifikat ISO di dalam sistem keamanannya, sebetulnya mereka sudah paham. Hanya bagaimana mereka merawat sistemnya itu. Kalau tidak dilakukan upgrade sistem security-nya, berpeluang juga untuk bisa diretas," ungkap Zul, Jumat (11/6/2021).

Berkaca dari kasus dugaan bocornya data pengguna BPJS Kesehatan, institusi itu juga menyebutkan telah mendapatkan sertifikat keamanan data dan didukung dengan pengamanan berlapis. Menurut calon Ketua Umum APJII periode 2021-2024 ini, di dunia peretasan selalu menantang.

Para hacker akan berpikir beragam cara untuk bisa menembus sistem keamanannya. Rangkaian standar operasional prosedur (SOP) yang menjadi tahapan ISO akan dipelajari seorang hacker. Sehingga dari tahapan itu, akan ditemukan celah sistem keamanan perusahaan yang bisa disusupi.

"Hacker itu juga pintar. Mereka akan mengamati setiap SOP dari sebuah ISO. Makanya, kalau perusahaan sudah mendapatkan sertifikat ISO itu jangan dilepas begitu saja. Artinya begini, kadang-kadang sudah dapat sertifikat terus awareness terhadap securitynya hanya berdasarkan sertifikat itu saja. Tidak dilakukan pemutakhiran teknologi dan SOP. Nah ini yang berbahaya," kata Zul yang pernah menjabat Ketua APJII Wilayah Bali periode 2008-2015.

Perlu diketahui, lembaga sertifikasi internasional, British Standard Institution (BSI) mencatat hanya 179 perusahaan di Indonesia yang mendapatkan ISO 27001 pada tahun 2017. Jumlah tersebut hanya 1 persen dari total 39 ribu sertifikat yang diterbitkan secara global. Sementara, berdasarkan riset Business Software Alliance (BSA) tahun 2020 menyebutkan sebanyak 83 persen perusahaan di Indonesia rentan dibobol hacker.

Meski begitu, Zul mengatakan kejadian bobolnya sistem keamanan perusahaan, tidak semata-mata ulah peretas. Justru, prosentase paling besar terjadi karena keteledoran orang dalam perusahaan. Banyak faktor yang memengaruhi kelalaian itu, salah satunya situasi di tempat bekerja.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Marak Tuntutan Tebusan,...
Marak Tuntutan Tebusan, Serangan Pelumpuhan Website di Indonesia Melonjak 62%
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
Refleksi Harkitnas 2026:...
Refleksi Harkitnas 2026: Berdaulat di Era Digital
Presiden Prabowo Tegaskan...
Presiden Prabowo Tegaskan Pertahanan Kunci Stabilitas Negara
Serangan kian Masif,...
Serangan kian Masif, Pembentukan UU Keamanan Siber Tak Bisa Lagi Ditunda
Politisi PDIP: RUU KKS...
Politisi PDIP: RUU KKS untuk Lindungi Hak Sipil dan Demokrasi
Kedaulatan Digital Jadi...
Kedaulatan Digital Jadi Sorotan, Solusi AI Terintegrasi Siap Percepat Transformasi Industri
Kantongi Laba Rp33,72...
Kantongi Laba Rp33,72 Miliar, Elitery (ELIT) Fokus Kembangkan AI dan Cybersecurity
Zentara Perusahaan Keamanan...
Zentara Perusahaan Keamanan Siber di Indonesia Raih Sertifikasi Sistem Manajemen AI
Rekomendasi
Indo Build Tech 2026,...
Indo Build Tech 2026, AMBPI Bawa Sejumlah Inovasi Baru
Pelemahan Emas Antam...
Pelemahan Emas Antam Berlanjut ke Rp2.6 Juta per Gram, Ini Daftar Lengkapnya
Saingan Selat Malaka!...
Saingan Selat Malaka! Thailand Nekat Hidupkan Megaproyek Rp535 Triliun
Berita Terkini
Boni Hargens Minta Hilangkan...
Boni Hargens Minta Hilangkan Prasangka Buruk terhadap Polri
Sony Sonjaya Ungkap...
Sony Sonjaya Ungkap 41 Nama Diduga Minta Titik SPPG, Sahroni Khawatir untuk Mengelabui Penyidik
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Dipaksakan: Kezaliman yang Nyata
Periksa Silmy Karim,...
Periksa Silmy Karim, KPK Telusuri Asal-usul Aset
Ziarah ke Makam Soekarno...
Ziarah ke Makam Soekarno di Blitar, Kapolri: Menyerap Nilai Pemimpin Bangsa
Garda Bangsa Dukung...
Garda Bangsa Dukung Penuh Program Pemerintahan Prabowo
Infografis
3 Taktik Cerdas Iran...
3 Taktik Cerdas Iran untuk Kalahkan AS-Israel, Salah Satunya Perang Ala Vietnam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved