Artis Pilih Investasi Klub Sepak Bola
Rabu, 09 Juni 2021 - 06:44 WIB
loading...
A
A
A
Fenomena artis Raffi Ahmad, Gading Marten, dan selebritas media sosial Atta Halilintar hingga Kaesang putra Presiden Jokowi yang bersedia menanamkan modal pada klub sepak bola, tentu sudah memperhitungkan untung ruginya. Sayangnya, informasi secara gamblang seberapa besar dana yang ditanamkan belum terdengar.
Raffi Ahmad terbilang artis pertama yang memulai terjun ke bisnis sepak bola. Artis yang sedang naik daun itu mengakuisisi klub Liga 2, yakni Cilegon United. Raffi yang juga dikenal sebagai Youtuber menggandeng dua rekannya, yakni Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Dony Oskaria dan Rudy Salim seorang pebinis otomotif super mewah. Cilegon United pun bersalin nama menjadi Rans Cilegon FC. Ke depan klub tersebut akan membangun lapangan berstandar FIFA di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Menyusul artis Gading Marten yang bersiap mengibarkan bendera Persikota Tangerang. Kepastian mantan suami Gisella Anastasia bergabung dengan Persikota Tangerang terkuak dalam unggahan instagram @persikotafc1994. Dalam akun itu memuat foto Gading Marten memegang dokumen resmi dengan tim Persikota Tangerang, dan disertai tulisan “Selamat Bergabung Gading Marten”.
Adapun Youtuber Atta Halilintar telah memperkenalkan klub sepak bola berlabel AHHA PS Pati FC. Sebelumnya, Atta yang belum lama ini telah mengakhiri masa lajangnya sempat didekati manajemen Sriwijaya FC asal Sumatera Selatan namun tidak berjodoh. Sementara itu, seleb media sosial Kaesang Pangarep jadi pemegang saham klub Persis Solo. Putra Presiden Jokowi yang didapuk menjadi Direktur Utama, PT Persis Solo Saestu (PSS) punya target sebagai harga mati untuk mendongkrak posisi Persis Solo yang berkompetisi di Liga 2 untuk berlaga di Liga 1.
Kita berharap, artis dan penggiat media sosial yang telah berinvestasi pada klub sepak bola tidak berhenti di tengah jalan. Dan, PSSI sebagai operator penyelenggara kompetisi sepak bola wajib menciptakan iklim kondusif, profesional, sportif, dan akuntabel agar para investor tidak kecewa. Kalau sikap investor dan PSSI telah menyatu maka kepercayaan publik semakin kuat terhadap industri sepak bola nasional. Pada akhirnya, akan mendatangkan pendapatan baik dari hasil penjualan tiket yang meningkat, sponsor yang memadai hingga bagian pendapatan dari hak penyiaran. Investor untung dan PSSI tidak pusing lagi, masyarakat senang. (*)
Raffi Ahmad terbilang artis pertama yang memulai terjun ke bisnis sepak bola. Artis yang sedang naik daun itu mengakuisisi klub Liga 2, yakni Cilegon United. Raffi yang juga dikenal sebagai Youtuber menggandeng dua rekannya, yakni Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia, Dony Oskaria dan Rudy Salim seorang pebinis otomotif super mewah. Cilegon United pun bersalin nama menjadi Rans Cilegon FC. Ke depan klub tersebut akan membangun lapangan berstandar FIFA di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2.
Menyusul artis Gading Marten yang bersiap mengibarkan bendera Persikota Tangerang. Kepastian mantan suami Gisella Anastasia bergabung dengan Persikota Tangerang terkuak dalam unggahan instagram @persikotafc1994. Dalam akun itu memuat foto Gading Marten memegang dokumen resmi dengan tim Persikota Tangerang, dan disertai tulisan “Selamat Bergabung Gading Marten”.
Adapun Youtuber Atta Halilintar telah memperkenalkan klub sepak bola berlabel AHHA PS Pati FC. Sebelumnya, Atta yang belum lama ini telah mengakhiri masa lajangnya sempat didekati manajemen Sriwijaya FC asal Sumatera Selatan namun tidak berjodoh. Sementara itu, seleb media sosial Kaesang Pangarep jadi pemegang saham klub Persis Solo. Putra Presiden Jokowi yang didapuk menjadi Direktur Utama, PT Persis Solo Saestu (PSS) punya target sebagai harga mati untuk mendongkrak posisi Persis Solo yang berkompetisi di Liga 2 untuk berlaga di Liga 1.
Kita berharap, artis dan penggiat media sosial yang telah berinvestasi pada klub sepak bola tidak berhenti di tengah jalan. Dan, PSSI sebagai operator penyelenggara kompetisi sepak bola wajib menciptakan iklim kondusif, profesional, sportif, dan akuntabel agar para investor tidak kecewa. Kalau sikap investor dan PSSI telah menyatu maka kepercayaan publik semakin kuat terhadap industri sepak bola nasional. Pada akhirnya, akan mendatangkan pendapatan baik dari hasil penjualan tiket yang meningkat, sponsor yang memadai hingga bagian pendapatan dari hak penyiaran. Investor untung dan PSSI tidak pusing lagi, masyarakat senang. (*)
(ynt)
Lihat Juga :