Kenang Soeharto, Fahri Hamzah: Sebuah Bangsa Tak Boleh Simpan Dendam Masa Lalu

Selasa, 08 Juni 2021 - 15:09 WIB
loading...
Kenang Soeharto, Fahri Hamzah: Sebuah Bangsa Tak Boleh Simpan Dendam Masa Lalu
Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Mantan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menegaskan setiap pemimpin bangsa ini adalah pahlawan pada zamannya. Seperti halnya Soeharto yang memimpin Indoensia selama lebih dari 30 tahun dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Hal itu diungkapkan Fahri terkait 100 tahun kelahiran Presiden kedua Indonesia, Soeharto pada hari ini. "Semua yang pernah memimpin kita, adalah pahlawan kita pada zamannya. Pak Harto memimpin bangsa ini 30-an tahun lebih dengan segala kurang lebih. Terlalu banyak bekas yang beliau tinggalkan maka mengingatnya adalah monumen bagi memori kolektif bangsa. #100TahunPakHarto," kata Fahri seperti dikutip dari lini masa akun Twitternya, @fahrihamzah, Selasa (8/6/2021).

Menurut dia, setiap pemimpin pada masa berkuasa menerima pujian. Kadang berlebihan. Oleh karena itu, tidak adil bagi pemimpu ketika tiada generasi setelahnya tidak memberikan perhargaan apalagi memaki.

"Kita harus melawan sikap tidak adil seperti ini kalau mau besar dan maju. #100TahunPakHarto," tuturnya.Baca juga: Fadli Zon: Pak Harto Orang yang Menyelamatkan Indonesia dari Komunisme

Fahri menilai Indonesia tidak akan pernah bisa menjadi bangsa besar sampai seluruh pendiri dan pejuang bangsa kita letakkan dalam penghargaan yang tinggi. Apapun kesalahan mereka, manusia tidak ada yg sempurna. "Tugas kita adalah menghargai dan meneruskan jejak langkah. #100TahunPakHarto," tandas politikus Partai Gelora Indonesia ini.

Menurut dia, sebuah bangsa tidak boleh menyimpan dendam masa lalu. Sekarang adalah saatnya menatap masa depan agar Indonesia menjadi kekuatan global yang diperhitungkan.

"Mari kita mulai dewasa soal ini. Sebuah bangsa tidak boleh menyimpan dendam masa lalu. Itu beban berat yang menghalangi kita terbang tinggi. Sekarang kita menatap ke depan. Memulai perjalanan menjadi kekuatan global yang diperhitungkan. Aamiin YRA. #100TahunPakHarto," kata Fahri.Baca juga: Megawati Soekarnoputri Profesor Kehormatan Universitas Pertahanan
(dam)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1252 seconds (10.55#12.26)