Tanggapi Ketua IPW, GAMKI Tegaskan Luka Papua Adalah Luka Indonesia
Selasa, 08 Juni 2021 - 14:54 WIB
loading...
Wakil Sekretaris Umum DPP GAMKI Yanuserius Zega menegaskan Papua adalah bagian dari bangsa Indonesia. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane beberapa hari yang lalu mengatakan Papua adalah bagian kecil Indonesia. Neta mengeritik kinerja Baintelkam Polri yang hanya fokus kepada persoalan Papua saja.
Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) Yanuserius Zega menyampaikan Papua adalah bagian dari bangsa Indonesia yang selama puluhan tahun masyarakatnya terkhusus orang-orang asli Papua telah mengalami kekerasan, diskriminasi, dan ketidakadilan. Baca juga: GAMKI Dorong Masalah Papua Diselesaikan Lewat Pendekatan Humanis
"Saat ini, masih ada ribuan pengungsi yang belum kembali ke rumah karena konflik kekerasan yang terjadi di daerah mereka. Luka dan sakit yang dirasakan masyarakat di Tanah Papua juga luka dan sakit yang dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia," kata Yanuserius Zega di Jakarta, pada Senin (7/6/2021). Baca juga: GAMKI Minta Penanganan Masalah Papua Pertimbangkan Kearifan Lokal
Zega mengingatkan Ketua IPW bahwa persoalan Papua bukan hanya persoalan kecil yang dirasakan oleh rakyat di Papua saja. Menyelesaikan persoalan Papua tidak hanya berdampak positif untuk masyarakat Papua, melainkan juga untuk seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia.
"Ketua IPW Neta S Pane mengatakan Papua hanya bagian kecil Indonesia. Kami ingatkan, layaknya tubuh, ketika ada satu bagian tubuh yang terluka dan tersakiti, sekecil apapun itu, seluruh tubuh juga akan merasakan sakit yang sama. Apa yang dilakukan Baintelkam adalah bagian dari menyembuhkan luka Papua, agar seluruh tubuh yang bernama Indonesia dapat sembuh dan kembali sehat," tegasnya.
Menanggapi hal itu, Wakil Sekretaris Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPP GAMKI) Yanuserius Zega menyampaikan Papua adalah bagian dari bangsa Indonesia yang selama puluhan tahun masyarakatnya terkhusus orang-orang asli Papua telah mengalami kekerasan, diskriminasi, dan ketidakadilan. Baca juga: GAMKI Dorong Masalah Papua Diselesaikan Lewat Pendekatan Humanis
"Saat ini, masih ada ribuan pengungsi yang belum kembali ke rumah karena konflik kekerasan yang terjadi di daerah mereka. Luka dan sakit yang dirasakan masyarakat di Tanah Papua juga luka dan sakit yang dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia," kata Yanuserius Zega di Jakarta, pada Senin (7/6/2021). Baca juga: GAMKI Minta Penanganan Masalah Papua Pertimbangkan Kearifan Lokal
Zega mengingatkan Ketua IPW bahwa persoalan Papua bukan hanya persoalan kecil yang dirasakan oleh rakyat di Papua saja. Menyelesaikan persoalan Papua tidak hanya berdampak positif untuk masyarakat Papua, melainkan juga untuk seluruh masyarakat dan bangsa Indonesia.
"Ketua IPW Neta S Pane mengatakan Papua hanya bagian kecil Indonesia. Kami ingatkan, layaknya tubuh, ketika ada satu bagian tubuh yang terluka dan tersakiti, sekecil apapun itu, seluruh tubuh juga akan merasakan sakit yang sama. Apa yang dilakukan Baintelkam adalah bagian dari menyembuhkan luka Papua, agar seluruh tubuh yang bernama Indonesia dapat sembuh dan kembali sehat," tegasnya.
Lihat Juga :