Kepala Daerah Diminta Setop Pencitraan 2024, Fokus Urus Covid-19 Saja
Senin, 07 Juni 2021 - 10:26 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: COVID-19 di Bangkalan Menggila, Pemprov Jawa Timur Percepat Rujukan Pasien
"Pasien Covid-19 yang tidak tertampung kemudian dilarikan ke RS di kota/kabupaten lain menyebabkan PPKM Mikro gagal total karena membahayakan daerah lain. Kegagalan ini disebabkan kepala daerah yang inkompeten dan malas memantau data BOR untuk daerahnya masing-masing."
Dia berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah pusat memulai inisiatif dalam menyelenggarakan RS lapangan di daerah dengan BOR ICU dan BOR Isolasi di atas 60 persen tanpa harus menunggu permintaan kepala daerah, sehingga pasien segera mendapatkan pertolongan pertama dan tidak perlu dibawa keluar kecamatan atau kabupatennya untuk menghindari potensi tsunami Covid-19 seperti di India. BNPB harus bertindak cepat menyelenggarakan RS Lapangan untuk di sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Dia juga menyerukan kepada kepala daerah di antaranya Ridwan Kamil , Ganjar Pranowo , dan Khofifah Indar Parawansa untuk amati BOR ICU Dan BOR Isolasi di wilayahnya masing-masing.
"Tolong Bapak Ridwan Kamil, Bapak Ganjar Pranowo, Ibu Khofifah Indar Parawansa, dan kepala daerah lainnya, lakukan tugas Anda sebagai kepala derah yang baik yaitu fokus saja observasi data BOR setiap saat. Setoplah pencitraan 2024, rakyat membutuhkan Anda di garis terdepan. Koordinasi dengan instansi terkait bila BOR ICU dan Isolasi di wilayah kerja Anda telah mencapai 60 persen dan segera buat RS lapangan, jangan terlambat," pungkasnya.
"Pasien Covid-19 yang tidak tertampung kemudian dilarikan ke RS di kota/kabupaten lain menyebabkan PPKM Mikro gagal total karena membahayakan daerah lain. Kegagalan ini disebabkan kepala daerah yang inkompeten dan malas memantau data BOR untuk daerahnya masing-masing."
Dia berharap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah pusat memulai inisiatif dalam menyelenggarakan RS lapangan di daerah dengan BOR ICU dan BOR Isolasi di atas 60 persen tanpa harus menunggu permintaan kepala daerah, sehingga pasien segera mendapatkan pertolongan pertama dan tidak perlu dibawa keluar kecamatan atau kabupatennya untuk menghindari potensi tsunami Covid-19 seperti di India. BNPB harus bertindak cepat menyelenggarakan RS Lapangan untuk di sejumlah daerah di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.
Dia juga menyerukan kepada kepala daerah di antaranya Ridwan Kamil , Ganjar Pranowo , dan Khofifah Indar Parawansa untuk amati BOR ICU Dan BOR Isolasi di wilayahnya masing-masing.
"Tolong Bapak Ridwan Kamil, Bapak Ganjar Pranowo, Ibu Khofifah Indar Parawansa, dan kepala daerah lainnya, lakukan tugas Anda sebagai kepala derah yang baik yaitu fokus saja observasi data BOR setiap saat. Setoplah pencitraan 2024, rakyat membutuhkan Anda di garis terdepan. Koordinasi dengan instansi terkait bila BOR ICU dan Isolasi di wilayah kerja Anda telah mencapai 60 persen dan segera buat RS lapangan, jangan terlambat," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :