Pastikan Dana Haji Aman, Menko PMK: Kinerja BPKH Diawasi Berlapis

Senin, 07 Juni 2021 - 00:12 WIB
loading...
Pastikan Dana Haji Aman,...
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. Foto: Dok/SINDOnews
A A A
DEPOK - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan ( Menko PMK ) Muhadjir Effendy mengatakan, dana haji yang dimiliki calon jamaah dipastikan aman walaupun mereka gagal berangkat tahun 2021 ini. Dana tersebut dipastikan aman karena dikelola dengan baik oleh Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) yang dikepalai oleh Anggito Abimanyu.

“Saya pastikan bahwa semua dana haji itu aman-aman. Kenapa? Karena dikelola oleh badan yang independen yaitu Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH),” kata Muhadjir usai memberi orasi ilmiah di acara wisuda Universitas Gunadarma secara virtual di Depok, Minggu (6/6/2021). Baca juga: Jamin BPKH Independen, Menko PMK Pastikan Dana Haji Aman

Ditegaskan dia, bahwa dana calon jamaah tidak sedikitpun yang diinvestasikan di sektor langsung misalnya untuk infrastruktur. Investasi yang dilakukan masih berupa surat-surat berharga dan tabungan investasinya dan juga disimpan di bank-bank syariah sesuai dengan standar tabungan haji yang harus dikelola dengan syar'i.

“Dan mereka yang sudah menyimpan dana haji itu juga mendapatkan dana kemanfaatan ya. Jadi dana itu dikelola sedemikian rupa diinvestasikan sehingga ada manfaatnya kemanfaatannya ada keuntungannya yang itu juga diberikan kepada para jamaah yang belum berangkat,” tukasnya. Baca juga: Pastikan Dana Haji Rp150 Triliun Tak Dipakai Infrastruktur, Menko PMK Sambangi BPKH

Sejauh ini, sambung Muhadjir, investasi yang dilakukan masih di sektor aman dan belum ada langkah untuk membuatdirect investment(investasi langsung). Sehingga Jemaah yang gagal berangkat ini pun akan mendapat dana kemanfaatan karena dana tersebut masih ada di BPKH.

“Jadi kalau nanti ini jamaah ini akhirnya juga belum berangkat tahun ini, itu nanti juga tetap akan menerima dana kemanfaatan karena dananya masih ada di BPKH itu jadi Insya Allah semuanya baik.Dan saya sudah meninjau langsung ketemu langsung dengan BPKH ini, baik dewan pengawasnya maupun badan pengelolaannya,” ungkapnya.

Kinerja BPKH sendiri diawasl oleh badan pengawas dan kementerian terkait termasuk teknis yaitu Kementerian Agama dan Kementerian Koordinator termasuk Kementerian PMK. Kemudian juga diawasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan juga DPR RI.

“Jadi memang pengawasannya berlapis-lapis karena itu Insya Allah mereka yang mengelola dana yang ada di dalam amanah, saya jamin itu,” katanya. Baca juga: BPKH Tegaskan Dana Haji Dikelola dengan Aman di Bank Syariah

Untuk skema pemberangkatan jika nantinya dibuka kembali maka mereka yang tertunda ini akan mendapatkan prioritas. Mereka yang tertunda tahun ini sebelumnya juga tertunda di tahun 2020 atau artinya sudah dua kali tertunda.

“Jadi ini kan penundaan haji yang kedua setelah tahun lalu. Artinya mereka yang mestinya harus berangkat tahun lalu itu sekarang juga tertunda. Dan merekalah yang nanti akan diprioritaskan untuk mudah-mudahan tahun depan sudah di bolehkan kita mengirim atau sudah memungkinkan untuk mengirim jamaah haji,” tegasnya.

Pihaknya akan melakukan evaluasi apa yang menjadi kendala sambil mencari jalan keluar sehingga tahun depan calon Jemaah dapat berangkat. Upaya itu akan dilakkukan dalam waktu dekat ini. Namun Menko PMK menyebut tidak dapat mengambil keputusan saat ini.

“Akan kita evaluasi nanti faktor-faktor yang menjadi kendala dan kalau bisa kita cari jalan keluarnya ya. Akan kita upayakan dalam waktu dekat ini kita evaluasi dan akan kita siapkan sejauh-jauh mungkin sehingga tidak terlalu mepet sehingga kita tidak bisa mengambil keputusan ini sebetulnya kan masalahnya kan terutama karena memang kita masih berada dalam suasana pandemi kemudian deadline dan selain yang ada dari pemerintah juga belum ada,” pungkasnya.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Muhadjir Effendy Penuhi...
Muhadjir Effendy Penuhi Panggilan KPK usai Minta Pemeriksaannya Ditunda
Ini Alasan KPK Ingin...
Ini Alasan KPK Ingin Periksa Muhadjir Effendy di Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
KPK Jadwal Ulang Periksa...
KPK Jadwal Ulang Periksa Muhadjir Effendy Jadi Saksi Kasus Kuota Haji
Menko PMK Bentuk Gugus...
Menko PMK Bentuk Gugus Tugas Tata Kelola Daycare Buntut Kasus Little Aresha
Muhadjir Tegaskan Perbedaan...
Muhadjir Tegaskan Perbedaan Lebaran Muhammadiyah Bukan Bentuk Tak Taat Pemerintah
Kemenhaj: Revisi UU...
Kemenhaj: Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji Pertegas Posisi BPKH
Bangun Huntara di 10...
Bangun Huntara di 10 Kabupaten/Kota di Sumatera, Menko PMK: Penyiapan Lahan Jadi Tantangan
Cak Imin Fasilitasi...
Cak Imin Fasilitasi Kepulangan 99 Transmigran Korban Bencana Aceh ke Jawa
Pratikno: Akses Transportasi...
Pratikno: Akses Transportasi di Aceh-Sumatera Mulai Terhubung
Rekomendasi
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Trump T1 Phone Ternyata...
Trump T1 Phone Ternyata HTC U24 Pro Buatan China: Ini Bukti Teardown-nya
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
Berita Terkini
KPK Telusuri Dugaan...
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus Kuota Haji dari Kemenag ke Pansus DPR
Dharma Pongrekun Gugat...
Dharma Pongrekun Gugat UU Kesehatan, Berharap Hakim MK 'Diketuk Hatinya oleh Tuhan'
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Ajukan Jadi JC, Mantan...
Ajukan Jadi JC, Mantan Waka BNN Sony Sonjaya Diperiksa di Kejagung Besok
Biaya Haji Tahun 2027...
Biaya Haji Tahun 2027 Turun? Begini Penjelasan Kemenhaj
Kawal Dana RT Rp25 Juta,...
Kawal Dana RT Rp25 Juta, Wali Kota Agustina Pastikan Pengurus Lingkungan Didampingi Total
Infografis
6 Negara Arab Paling...
6 Negara Arab Paling Terjangkau, Nomor Satu Negara Paling Aman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved