Penjelasan KPK Terkait Firli Bahuri Tak Hadiri Debat Dirsoskam Antikorupsi

Jum'at, 04 Juni 2021 - 19:17 WIB
loading...
Penjelasan KPK Terkait...
Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar debat terbuka dengan mengundang Ketua KPK Firli Bahuri dan Dirsoskam Antikorupsi KPK, Giri Suprapdiono. Foto/Raka Dwi Novianto
A A A
JAKARTA - Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar debat terbuka mengenai wawasan kebangsaan dengan mengundang Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK ) Firli Bahuri dan Direktur Sosialisasi dan Kampanye (Dirsoskam) Antikorupsi KPK , Giri Suprapdiono.

Baca juga: Dukung Independensi KPK, BEM Nusantara Minta Polemik TWK Dihentikan

Menanggapi itu, pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri menyebut bahwa pihaknya telah menerima undangan tersebut. Namun, Firli, kata Ali, tidak bisa hadir dengan alasan ingin mengakhiri polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) tersebut.

"Kami telah merespons surat tersebut bahwa Ketua KPK tidak bisa memenuhi undangan tersebut karena ingin mengakhiri polemik di ruang publik terkait dengan alih status pegawai KPK menjadi ASN," ujar Ali dalam keterangannya, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Cerita Giri Bareng Firli Lulus Tes Kebangsaan Calon Pimpinan KPK

Ali menyebut dalam undangan yang diterima pihaknya tercantum bahwa debat publik dilaksanakan di pelataran gedung Merah Putih KPK yang merupakan area publik. Namun, dirinya menyayangkan debat dilaksanakan di ruang pers KPK tanpa ada izin.

"KPK menyayangkan acara debat tersebut yang kemudian dilakukan di ruang pers KPK tanpa pemberitahuan terlebih dahulu. Kami berharap dukungan publik untuk menciptakan situasi yang kondusif demi kelancaran tugas-tugas pemberantasan korupsi oleh KPK," kata Ali.

Diberitakan sebelumnya, Koalisi Masyarakat Sipil Antikorupsi menggelar debat publik antara Firli dan Giri. Pantauan MNC Portal, acara yang digelar di ruang wartawan KPK itu hanya nampak dihadiri Giri dan Peniliti ICW Kurnia Ramadhana sebagai pembawa acara. Najwa Shihab yang bakal menjadi moderator pun telah hadir secara online, namun Ketua KPK Firli tidak tampak hadir.

Giri pun nampak menjawab beberapa pertanyaan yang ditanyakan oleh Kurnia. Firli Bahuri tidak menampakkan batang hidungnya hingga acara selesai.

Giri yang ditemui usai debat mengaku kehadirannya bukan untuk menantang Firli. Debat tersebut, katanya, merupakan tindaklanjut dari komentarnya di Twitter yang direalisasikan oleh Jakartanicus dan Najwa Shihab.

"Saya enggak nantang jadi netizen sebenernya yang membuat acara ini apakah perlu debat pak Firli dengan saya. Kemudian mantan jubir kita bertanya saya di Twitter kemudian saya jawab saya siap saja," kata Giri di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (4/6/2021).

Giri sendiri tidak mengetahui alasan Firli menolak hadir pada acara debat tersebut. Namun, dirinya berkalakar Firli tidak siap mundur dari jabatannya sepertinya yang Giri janjikan melalui komentar di Twitter.

"Saya bertanya bercanda disana kalo kalah siap mundur atau tidak, saya siap mundur.
Jadi dengan konsekuensi apakah memang ada yang gasiap mundur mungkin bisa ditanyakan ke yang bersangkutan," jelasnya.

Menurut Giri, yang terpenting bukan soal debat melainkan keterbukaan mengenai tes wawasan kebangsaan (TWK). Sebab, lanjut Giri, pelaksanaan TWK dinilai sangat tertutup.

"Paling penting bukan menang kalah ini sarana kita untuk mencerdaskan kepada publik karena tes wawasan kebangsaan itu tertutup sekali, kita gapernah tau siapa 75 tidak pernah tau 51 tidak pernah tau soal proses metodologi bahkan orang yang mewawancarai kita tidak mengetahui kita juga," ungkapnya.

"Jadi menurut saya keterbukaan transparansi yang menjadi ciri khas tata kelola pemerintahan umum yang baik dilanggar dalam proses ini," imbuhnya.

Sebelumnya tantangan berawal saat akun @NephiLaxmus mencuit Firli dan Giri untuk berdebat dan langsung direspons oleh mantan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Giri pun menyanggupi tantangan netizen di media sosial untuk berdebat dengan Firli .

"Dengan senang hati. Syaratnya kalau kalah, Mundur dan meletakkan jabatan. Bisa gitu gak?"jawab Giri melalui akun twitter-nya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
KPK Cecar Maruf Cahyono...
KPK Cecar Ma'ruf Cahyono terkait Penerimaan Uang selama Jabat Sekjen MPR
KPK Ungkap Dugaan Intervensi...
KPK Ungkap Dugaan Intervensi BPK Pusat dalam Kasus Perubahan Opini Audit Pemkab Muara Enim
KPK Belum Menahan Eks...
KPK Belum Menahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono usai Pemeriksaan, Ini Alasannya
Gus Yaqut Sakit, KPK...
Gus Yaqut Sakit, KPK Bantarkan Penahanannya ke RS Polri Kramatjati
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara,...
Eksekusi Vonis 4,5 Penjara, KPK Jebloskan Noel ke Lapas Sukamiskin
KPK Ungkap Biro Jasa...
KPK Ungkap Biro Jasa Harus Setor Rp100 Ribu hingga Rp2,5 Juta untuk Pengurusan Izin Tinggal WNA di Bali
Kasus Muara Enim, KPK:...
Kasus Muara Enim, KPK: Korupsi Terjadi sebelum Tahap Perencanaan-Penganggaran Dilakukan
Rumah Bupati Sugiri...
Rumah Bupati Sugiri Sancoko Digeledah, 3 Mobil Hardtop dan 1 Alphard Disita
Rekomendasi
Kepuasan Peserta TASPEN...
Kepuasan Peserta TASPEN Terus Membaik, Catat Rekor Positif Sejak Empat Tahun Lalu
Korban Disiksa Selama...
Korban Disiksa Selama 3 Tahun, Mengapa Tak Melawan? Ini Penjelasan Psikolog!
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Berita Terkini
Mensesneg Sebut Prabowo...
Mensesneg Sebut Prabowo Monitor Kasus 3 Calon Manajer Kopdes dan Kampung Nelayan Meninggal
Penyidik KPK Limpahkan...
Penyidik KPK Limpahkan Berkas Perkara Budiman Bayu Prasojo Tersangka Bea Cukai ke JPU
Citra Positif Polri...
Citra Positif Polri Meningkat, Pakar: Masyarakat Rasakan Perubahan Kinerja Kepolisian
Perang Iran 2026: Akhir...
Perang Iran 2026: Akhir Pertempuran, Awal Perebutan Kemenangan
PHK Massal Berisiko...
PHK Massal Berisiko Gerus Kelas Menengah, Sekjen Perindo Ferry Kurnia Dorong Insentif Dunia Usaha
Menkomdigi Meutya Hafid:...
Menkomdigi Meutya Hafid: 4,7 Juta Akun Anak di TikTok dan YouTube Dinonaktifkan
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved