DKI Jakarta dan Jawa Timur Paling Banyak Sumbang Angka Kematian Covid-19
Jum'at, 04 Juni 2021 - 14:47 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Alex melaporkan berdasarkan hasil kajian audit mortaliti pada 10 RS rujukan dan 9 RS non-rujukan di DKI Jakarta, serta 14 RS Rujukan dan 7 RS non-rujukan di Jawa Timur, yang dilakukan Bidang Penanganan Kesehatan, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dengan periode penentuan sampel pada Mei hingga September 2020, tercatat rata-rata terjadi kematian sebesar 50%.
“Oleh karena itu kita ingin melihat dari dua provinsi ini gambaran apa kira-kira yang perlu kita evaluasi dapat perlu dibenahi, agar kedepan para klinikus bersama seluruh organisasi profesi bisa melakukan pembenahan,” ungkap Alex.
Alex juga mengatakan dengan adanya data ini maka akan ada update untuk para dokter dan perawat dalam menangani pasien Covid-19. “Dan kita lihat juga bahwa mengatasi virus ini, ini juga adalah dokumen yang selalu terus berubah. Kita sebut a living dokumen, karena dia berubah terus, tata kelolanya juga berubah dan virusnya juga berubah, karakternya juga bisa berubah.”
“Oleh karena itu memang kita berharap melalui survei ini dokter-dokter bisa update termasuk juga para perawat baik yang di ruang isolasi maupun ruang ICU,” paparnya.
“Oleh karena itu kita ingin melihat dari dua provinsi ini gambaran apa kira-kira yang perlu kita evaluasi dapat perlu dibenahi, agar kedepan para klinikus bersama seluruh organisasi profesi bisa melakukan pembenahan,” ungkap Alex.
Alex juga mengatakan dengan adanya data ini maka akan ada update untuk para dokter dan perawat dalam menangani pasien Covid-19. “Dan kita lihat juga bahwa mengatasi virus ini, ini juga adalah dokumen yang selalu terus berubah. Kita sebut a living dokumen, karena dia berubah terus, tata kelolanya juga berubah dan virusnya juga berubah, karakternya juga bisa berubah.”
“Oleh karena itu memang kita berharap melalui survei ini dokter-dokter bisa update termasuk juga para perawat baik yang di ruang isolasi maupun ruang ICU,” paparnya.
(muh)
Lihat Juga :