Tak Bisa Dipungkiri, Haji 2021 Ditunda Berdampak Psikologis ke Calon Jamaah

Kamis, 03 Juni 2021 - 17:55 WIB
loading...
Tak Bisa Dipungkiri,...
Pemerintah lewat Menag Yaqut Cholil Qoumas telah resmi memutuskan, ibadah haji 2021 ditunda, lantaran belum adanya kepastian dari pemerintah Arab Saudi. Foto/Reuters
A A A
JAKARTA - Pemerintah lewat Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas telah resmi memutuskan, penyelenggaraan ibadah haji 2021 ditunda, kebijakan ini diambil lantaran belum adanya kepastian dari pemerintah Arab Saudi mengenai kuota yang dialokasikan untuk Indonesia.

Baca juga: Indonesia Batal Kirim Jamaah Haji 2021, Ini Pertimbangannya

Menurut Pengamat Haji Indonesia, Ade Marfuddin, kebijakan penundaan haji merupakan tanda kasih sayang pemerintah kepada calon jamaah haji Indonesia. Dan terjadinya penundaan ini harus diyakini akibat proses yang berjalan di Arab Saudi, di mana mereka menerapkan kebijakan yang ketat terkait pandemi virus Corona (Covid-19) ini.

Baca juga: Breaking News, Haji 2021 Resmi Batal

Akan tetapi menurutnya, jamaah haji Indonesia yang terkena dampak atas penundaan ini. Karena bagaimanapun, antrian haji Indonesia sangatlah panjang.

"Tentunya atas penundaan ini, efek secara psikolgis, gangguannya kepada jamaah, hampir 221 ribu jamaah, kan ini bukan jamaah baru, 221 ribu jamaah ini adalah jamaah yang 2020 yang diangkat lagi tahun 2021 yang gagal lagi, tertunda lagi keberangkatannya," kata Ade dalam Dialektika Demokrasi yang bertajuk "Nasib Jamaah Haji Indonesia" di Media Center DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Dirjen PHU Kemenag Pastikan Uang Jamaah Haji Aman, jika Mau Bisa Diambil

Ade menjelaskan, persiapan para jamaah ini sudah matang, bahkan tanpa dianjurkan pemerintah, mereka sudah suntik vaksin meningitis dan Sinovac. Untung saja itu gratis sehingga tidak menimbulkan masalah di lapangan. Hanya saja, para calon jamaah ini sudah berangan-angan untuk berangkat dan pemerintah sudah memberikan kepastiannya.

"Tiba-tiba hari ini walaupun telat saya katakan telat bahwa pemerintah menyikapi apa keluarnya surat dari Arab Saudi bahwa hanya 11 negara yang diizinkan (terbang ke Arab Saudi), sementara kita ditunda dan itu telat menyikapi," sesalnya.

Menurut Ade, seharusnya pemerintah bukan mengumumkan penundaan haji ini pada hari ini, melainkan seminggu sebelumnya. Karena, masyarakat sudah berharap-harap dengan cemas dan terus menunggu. Padahal, sudah ada wilayah yang sejak jauh-jauh hari memutuskan untuk berangkat haji pada tahun ini.

"Salah satu wilayah, kenapa? Karena nggak mungkin kita lakukan, walaupun turun misalnya dengan sedikitnya 5,000 orang quotanya untuk Indonesia, maka dia tidak akan ambil, lebih baik membatalkan atau menunda untuk berangkat ," terangnya.

Karena sudah diputuskan resmi, dia meminta agar pemerintah menyosialisasikan dan memberikan penjelasan yang sejelas-jelasnya kepada calon jamaah bahwa penundaan itu bukan hanya aspek kesalahan pemerintah, tapi memang otoritas Arab Saudi tidak mengizinkan Indonesia berangkat ke sana dan bukan karena vaksin Sinovac juga.

"Maka alasan yang bisa kita katakan adalah pemerintah harus hadir dengan MUI, hal tersebut dikarenakan untuk memperjelas fatwanya, dua kali fatwa kita keluarkan bahwa haji adalah panggilan benar, Allah menggerakan orang untuk ke sana tetapi ada Istito'ah yang tidak terpenuhi," ungkap Ade.

Dasar dikeluarkannya fatwa itu, dia menjelaskan, walaupun uangnya sudah banyak dan menumpuk di Badan Penyelenggara Keuangan Haji (BPKH), tetapi karena aspek keamanan dan keselamatan jiwa, pandemi Covid menjadi halangan. Dan dari sisi agama tidak membenarkan untuk pemberangkatan haji dan memaksakan diri berangkat ke tanah suci.

"Ini fatwa harus keluar dan sampaikan kepada masyarakat, kalau sekarang jamaah yang menunggu itu jangan biarkan mencari informasi yang berkeliaran yang tanpa arah. Saya kira pemerintah umumkan secara jelas, ini ada fatwanya bahwa kita berpatokan kepada istito'ah tadi atau kemampuan tadi bahwa kita tidak sanggup untuk menghadapi virus global ini, lebih baik mengurungkan," tandasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Susun Kosa Isyarat...
Kemenag Susun Kosa Isyarat Istilah Fikih dan Teologi Islam untuk Disabilitas
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Rekomendasi
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Setelah Setahun Vakum,...
Setelah Setahun Vakum, D.O EXO Siap Comeback Solo Agustus 2026
Berita Terkini
Guntur Romli Tepis Tuduhan...
Guntur Romli Tepis Tuduhan BEM Bersatu: Kegilaan Logika Cocokologi yang Dipaksakan
Aliansi BEM Bersatu...
Aliansi BEM Bersatu Endus Dugaan Keterlibatan Politikus PDIP dalam Aksi Tolak MBG
Budiman Sesalkan Pembubaran...
Budiman Sesalkan Pembubaran Diskusi di UGM: Seharusnya Kita Bisa Berdialog dengan Sehat
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Bonatua Silalahi Ungkap...
Bonatua Silalahi Ungkap Kejanggalan di Fotokopi Ijazah Jokowi: Tak Ada Tanggal Legalisir, Melanggar Peraturan
Digeruduk Mahasiswa...
Digeruduk Mahasiswa UGM saat Diskusi, Budiman Sudjatmiko: Kami Bersedia untuk Dikritik
Infografis
Tak Memiliki Pertahanan...
Tak Memiliki Pertahanan Rudal Balistik, Inggris Bisa Hancur Lebur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved