Haji 2021 Batal, DPR Imbau Masyarakat Tidak Termakan Isu Hoaks
Kamis, 03 Juni 2021 - 15:05 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Politikus PKB ini menegaskan bahwa Komisi VIII DPR dan Menag sepakat untuk tidak menyelenggarakan haji sehingga DPR dan pemerintah bisa fokus untuk mempersiapkan di 2022 untuk memperkuat diplomasi untuk kuota haji di 2022.
"Keputusan berat harus diambil, DPR bersama seluruh ormas akan melakukan sosialisasi," katanya.
Maman menegaskan bahwa pembatalan ini selama dua tahun berturut-turut semata-mata untuk keselamatan jamaah. Bangsa Indonesia harus memahami dan menghormati kebijakan otoritas Arab Saudi bahwa mereka tidak mau klaster COVID-19 muncul di perayaan keagamaan termasuk haji sebagaimana yang terjadi India.
"Komisi VIII memahami apa yang diputuskan pemerintah dan mensosialisasikan ini ke masyarakat agar tidak ada hoaks, bahwa karena Indonesia masih menunggak dengan Arab Saudi, karena diplomasi Indonesia tidak optimal. Tidak, diplomasi sangat optimal dilakukan," tegas Maman. Baca juga: DPR Apresiasi Kerja Keras Kemenag Persiapkan Ibadah Haji 2021
"Dan tidak hanya Indonesia, negara seperti Malaysia dan Turki yang concern dengan nilai keislaman, tetap tidak bisa berangkat," sambungnya.
"Keputusan berat harus diambil, DPR bersama seluruh ormas akan melakukan sosialisasi," katanya.
Maman menegaskan bahwa pembatalan ini selama dua tahun berturut-turut semata-mata untuk keselamatan jamaah. Bangsa Indonesia harus memahami dan menghormati kebijakan otoritas Arab Saudi bahwa mereka tidak mau klaster COVID-19 muncul di perayaan keagamaan termasuk haji sebagaimana yang terjadi India.
"Komisi VIII memahami apa yang diputuskan pemerintah dan mensosialisasikan ini ke masyarakat agar tidak ada hoaks, bahwa karena Indonesia masih menunggak dengan Arab Saudi, karena diplomasi Indonesia tidak optimal. Tidak, diplomasi sangat optimal dilakukan," tegas Maman. Baca juga: DPR Apresiasi Kerja Keras Kemenag Persiapkan Ibadah Haji 2021
"Dan tidak hanya Indonesia, negara seperti Malaysia dan Turki yang concern dengan nilai keislaman, tetap tidak bisa berangkat," sambungnya.
(kri)
Lihat Juga :