MNC Peduli Gelar Pemeriksaan Mata dan Pembagian Kacamata Gratis di Ponpes

Kamis, 03 Juni 2021 - 13:49 WIB
loading...
MNC Peduli Gelar Pemeriksaan...
MNC Peduli menggelar pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis kepada santri di Pondok Pesantren Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel). Foto/MNC Peduli
A A A
JAKARTA - MNC Peduli menggelar pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis kepada santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan (Jaksel). Pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis diharapkan dapat menunjang aktivitas belajar santri.

Baca juga: Inspiratif! Ketua MNC Peduli Jessica Tanoesoedibjo Berbagi Kisah di Kids Fair by AMSA National Project 2021

Pengasuh Pondok Pesantren Daarul Rahman, KH Syukron Ma'mun berterima kasih kepada MNC Peduli bersama team kesehatan yang aktif ikut menjaga kesehatan mata santri yang menjadi organ vital dalam tubuh. Dia berharap para santri dapat belajar dengan baik atas bantuan kacamata yang diberikan.

Baca juga: Bantu Kebutuhan Masyarakat, MNC Peduli-PMI DKI Kembali Helat Donor Darah di iNews Tower

"Mata adalah salah satu organ tubuh yang sangat penting. Semoga mata anak-anak ini bisa belajar dengan baik kami terima kasih setinggi-tingginya kepada MNC yang menjalin kerja sama untuk kepedulian sosial," katanya di lokasi, Kamis (13/6/2021).

Baca juga: MNC Peduli-Bank BRI Salurkan Bantuan Sembako untuk Yayasan Al Wathoniyah

Sebanyak 300 santri antusias mengikuti pemeriksaan mata. Selain pemeriksaan mata dan pembagian kacamata gratis, MNC Peduli bekerja sama dengan Essilor, RS Ali Sibroh Malisi, dan Lotte juga melakukan pemeriksaan kesehatan umum kepada tenaga pengajar dan penyemprotan disinfektan area lingkungan pondok pesantren.

Sejumlah kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi kesehatan para santri dan tenaga pengajar serta sterilisasi tempat belajar sebelum dimulainya pembelajaran.

Syukron mengatakan proses pembelajaran di Ponpes telah menerapkan sistem tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan dengan sabun.

Tidak hanya itu, sebelum melakukan pembelajaran tatap muka dengan penerapan protokol kesehatan setiap anak yang hendak masuk ke pondok pesantren harus dikarantina oleh orang tua murid di rumah dan ponpes.

"Selain menerapkan protokol kesehatan, anak yang hendak masuk pondok diatur secara bertahap. Setelah dikarantina lima hari dan diketahui tidak ada penyakit langsung dicampur. Yang tidak baik itu yang sehat campur dengan tidak sehat, kalau sehat dengan yang sehat tidak ada masalah," jelasnya.

Dia menilai komitmen menjaga kesehatan tidak bisa hanya dibebankan kepada orang tua santri atau hanya kepada lembaga pendidikan namun juga pada santri itu sendiri. Santri harus diberi pengetahuan tentang menjaga kesehatan.

"Selain protokol kesehatan, pemerintah juga harus mengingat umat untuk ingat kepada yang membuat penyakit Allah. Kalau kata Al-Ghazali kalau kamu dikejar anjing yang kayak serigala kamu jangan lawan tapi datangi ke pemiliknya kalau kamu baik dengan pemiliknya anjingnya dipanggil dan gak digigit," pungkasnya.

Salah satu santri kelas satu bernama Fauzi mengaku berterima kasih atas pemeriksaan mata pemberian kacamata. Dia mengaku telah lama memiliki kendala mata dan harus selalu menggunakan kacamata.

"Iya terima kasih sudah diperiksa mata terus dikasih kacamata sama susu dan snack," katanya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pesantren dan AI, Cucun...
Pesantren dan AI, Cucun Tekankan Pentingnya Etika serta Nilai Keagamaan dalam Teknologi
Darunnajah Gelar 4th...
Darunnajah Gelar 4th ICOP Bersama Menteri ATR/BPN, Siap Optimalisasi Wakaf Nasional
PBNU: Segelintir Kasus...
PBNU: Segelintir Kasus Kekerasan Seksual Tak Mewakili Wajah Pesantren
Mengenal Gareth Morgan:...
Mengenal Gareth Morgan: di Balik Metafora Organisme Pesantren
PBNU: Iduladha 2026...
PBNU: Iduladha 2026 Jadi Pengingat Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Terluka
Salurkan Puluhan Hewan...
Salurkan Puluhan Hewan Kurban, Angela Tanoesoedibjo Tekankan Keikhlasan dan Semangat Gotong Royong
Lawan Tawuran dan Bullying,...
Lawan Tawuran dan Bullying, Pemkot Jakpus-MNC Peduli Bina 1.725 Anggota PMR
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Kang Cucun Ajak Pesantren...
Kang Cucun Ajak Pesantren Cetak Santri Unggul Berjiwa Wirausaha dan Literasi Digital
Rekomendasi
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Diam-diam Jadi Pengusaha,...
Diam-diam Jadi Pengusaha, Anneth Delliecia Ternyata Punya Brand Kuku Sendiri?
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Berita Terkini
Nanik S Deyang Bakal...
Nanik S Deyang Bakal Diperiksa di Kasus Dugaan Korupsi MBG? Kejagung: Iya Berpotensi
Akademisi Dukung Langkah...
Akademisi Dukung Langkah Kejagung Jerat Pihak Pasif dan Korporasi di Kasus BGN
Sidang Putusan Perkara...
Sidang Putusan Perkara Chromebook Digelar 30 Juni, Nadiem: Saya Harap Keputusannya Bebas
Terima Rp20 juta, Muhammad...
Terima Rp20 juta, Muhammad Abdimaludin Dinonaktifkan dari Ketua BEM FH Universitas Bung Karno
Yusril Prihatin Mahasiswa...
Yusril Prihatin Mahasiswa UBK Terima Uang usai Demo: Perjuangan Harus Murni dan Berintegritas
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Infografis
SPMB DKI Jakarta 2026...
SPMB DKI Jakarta 2026 Sediakan 245.980 Kuota, Termasuk Sekolah Swasta Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved