Menlu: Seluruh Negara Alami Keterlambatan Pengiriman Vaksin Covid-19

Kamis, 03 Juni 2021 - 13:34 WIB
loading...
Menlu: Seluruh Negara...
Menlu Retno LP Marsudi mengungkap negara-negara di dunia saat ini tengah mengalami problem keterlambatan pengiriman vaksin Covid-19. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi mengungkap negara-negara di dunia saat ini tengah mengalami problem keterlambatan pengiriman vaksin Covid-19. Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya kasus positif Covid-19 di India secara drastis.

Hal ini disampaikan Retno dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR di Ruang Rapat Komisi I DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (3/6/2021). "Upaya diplomasi vaksin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri akan terus dilanjutkan. Salah satu tantangan yang dihadapi seluruh negara di dunia adalah keterlambatan pengiriman vaksin baik dari jalur bilateral maupun multilateral," kata Retno dalam pemaparannya. Baca juga: Menlu Ungkap 83% Vaksin Covid-19 Dikuasai Negara Kaya

Retno menjelaslan, keterlambatan pengiriman vaksin disebabkan, kapasitas produksi yang masih terbatas, restriksi ekspor dari negara produsen termasuk India di mana, kasus Covid-19 di negaranya meningkat. "Sebagai contoh, vaksin Astrazeneca yang diproduksi Serum Institute India hanya terkirim 18% dari komitmen awal. Sementara vaksin Astrazeneca oleh SK Bio Korsel hanya mencapai 50% dari komitmen awal," urai Retno. Baca juga: Bertemu Dubes Arab Saudi, Menko Luhut Bersama Yenny Wahid Upayakan Kuota Haji 2021

Sementara itu, sambung Retno, sampai saat ini, pemeritah telah berhasil mengamankan, lebih dari 91 juta dosis vaksin, jumlah tepatnya yakni 91.910.500 dosis vaksin. "Yang terdiri dari vaksin Sinovac sebesar 84.500.000 dosis. Vaksin Astrazeneca yang diperoleh dari Covax Facility secara gratis jumlahnya 6.410.500 dosis dan Sinopharm dengan jumlah 1 juta," paparnya. Kiswondari
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Nanik S Deyang Tidak...
Nanik S Deyang Tidak Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Peradi Profesional Dorong...
Peradi Profesional Dorong RUU HPI Lebih Adaptif Hadapi Hubungan Hukum Lintas Negara
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
MUI Siapkan Naskah Akademik...
MUI Siapkan Naskah Akademik RUU Pidana LBGT, DPR Janji Tindak Lanjuti
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR Setujui 7 Anggota Komisi Informasi Pusat 2026-2030, Ini Daftarnya
Besok Komisi I DPR Tetapkan...
Besok Komisi I DPR Tetapkan 7 Anggota KIP 2026-2030
Tepis Hoaks Menolak,...
Tepis Hoaks Menolak, DPR Kebut RUU Aset
HUKUM MATI! DPR RI Geram,...
HUKUM MATI! DPR RI Geram, Sebut Korupsi Eks Jampidsus Sangat Memalukan
Ratusan Mahasiswa Trisakti...
Ratusan Mahasiswa Trisakti Bergerak dari Tugu 12 Mei Reformasi Menuju Gedung DPR
Rekomendasi
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Pagi Ini, Semburkan Abu Vulkanik 1.600 Meter
AS Sempat Tunda Mengebom...
AS Sempat Tunda Mengebom Iran demi Nonton Final Piala Dunia
Lebih Ngeri dari Blokade...
Lebih Ngeri dari Blokade Selat Hormuz, Penutupan Laut Merah Ancam Energi Global
Berita Terkini
Momen Mendagri Nobar...
Momen Mendagri Nobar Final Piala Dunia 2026 Bersama Warga Menteng Tenggulun
Kuntadi Diusulkan Jadi...
Kuntadi Diusulkan Jadi Jampidsus Gantikan Febrie, Mensesneg: Minggu Ini Akan Kita Selesaikan
Prabowo Gelar Sidang...
Prabowo Gelar Sidang Kabinet Paripurna Sore Ini, Bahas Percepatan Program-Evaluasi
Putusan Praperadilan...
Putusan Praperadilan Jilid II Roy Suryo Dibacakan Hari Ini, Berikut Isi Petitumnya
Menkomdigi: PP TUNAS...
Menkomdigi: PP TUNAS untuk Bantu Orang Tua, Bukan Menggantikan Peran
Teka-teki Silang Perkara...
Teka-teki Silang Perkara Pidana Eks Jampidsus
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved