Kenapa Persetujuan EUL WHO Terhadap Sinovac Baru Keluar? Ini Penjelasannya

Kamis, 03 Juni 2021 - 10:30 WIB
loading...
Kenapa Persetujuan EUL...
Organisasi kesehatan dunia (WHO) baru-baru ini telah resmi mengeluarkan emergency use listing (EUL) atau izin penggunaan darurat untuk vaksin Corona Sinovac. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Organisasi kesehatan dunia (WHO) baru-baru ini telah resmi mengeluarkan emergency use listing (EUL) atau izin penggunaan darurat untuk vaksin Corona Sinovac. Terkait hal tersebut, Direktur WHO Asia Tenggara 2018 - 2020, Tjandra Yoga Aditama memaparkan beberapa alasan WHO mengambil waktu lama untuk mengeluarkan EUL untuk vaksin Sinovac itu.

"Perusahaan vaksin akan mendaftar dulu ke WHO untuk mendapat EUL," ujar Tjandra, Kamis (3/6/2021). Baca juga: WHO Setujui Vaksin COVID Sinovac, Vaksin Kedua Buatan China yang Diakui

Selanjutnya, kata dia, ada analisa ilmiah mendalam dari Strategic Advisory Group of Expert (SAGE) on Immunization, suatu badan independen yang membantu WHO dari sudut kepakaran ilmiahnya. "Sesudah ada lampu hijau dari SAGE, maka akan dianalisa lebih lanjut oleh WHO, dalam hal ini Department of Registrattion and Prequalification," jelasnya. Baca juga: Menanti Keputusan Soal Haji Siang Ini

Dia mengatakan, WHO, Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, dan European Medicines Agency (EMA) Eropa sejak awal menggunakan cut off di atas 50% untuk persetujuan efikasi vaksin Covid-19. "Kalau dibaca lengkap maka persetujuan WHO menyebutkan hasil penelitian fase 3 skala besar di Brazil menunjukkan efikasi 51% mencegah Covid-19 bergejala, juga efikasi 100% mencegah Covid-19 berat dan 100% terhadap perawatan di rumah sakit, tentu sesudah disuntik dua kali. Juga dituliskan data penelitian di Indonesia dengan efikasi 65.3% dan di Turki yang 83.5% terhadap Covid-19 yang bergejala," katanya.

Dia melanjutkan, juga disebutkan hasil penelitian pendahuluan pascapenggunaan di Chili dengan melibatkan sekitar 2,5 juta orang dengan perkiraan efektivitas 67% terhadap Covid-19 yang bergejala, 85% terhadap kemungkinan dirawat di rumah sakit dan 80% terhadap kemungkinan Kematian. "Disampaikan juga hasil penelitian pendahuluan di Manaus, Brazil dimana ada varian baru P 1, yang memperkirakan efektifitas 49.6% saesudah setidaknya disuntik satu kali," tuturnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dampak dari persetujuan EUL WHO terhadap vaksin Sinovac akan dapat digunakan dalam bantuan internasional multilateral, seperti Covax Facility atau Fasilitas Covax. Adapun Covax Facility merupakan program bersama untuk mendukung akses penanggulangan Covid-19 melalui kolaborasi mempercepat penelitian, produksi, dan akses yang setara atas vaksin Covid-19.

"Kebetulan saya sebagai anggota IAVG (Independent Allocation of Vaccines Group, red) dapat undangan Jumat malam ini untuk rapat COVAX yang memang menyediakan vaksin bagi negara-negara yang membutuhkannya. EUL dari WHO dapat memberi bukti-bukti ilmiah yang cukup lengkap tentang vaksin itu, dan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan bakau sebuah negara akan mengeluarkan Emergemcy Use of Authorization (EUA) untuk penggunaannya dinegaranya masing-masing," pungkasnya.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Dukung Penuh...
Prabowo Dukung Penuh Sasakawa Foundation Berantas Kusta di Indonesia
BPOM Resmi Ditetapkan...
BPOM Resmi Ditetapkan sebagai Otoritas Terdaftar WHO
Menkes: IMEDIC 2025...
Menkes: IMEDIC 2025 Jadi Forum Strategis Kembangkan Sektor Kesehatan
Tolak Amendemen IHR...
Tolak Amendemen IHR oleh WHO, Mantan Menkes Siti Fadilah: Kurangi Kedaulatan Negara
Covid-19 di Asia Naik,...
Covid-19 di Asia Naik, Mantan Komandan Satgas RS Wisma Atlet Imbau Masyarakat Waspada
Kasus Covid-19 Naik...
Kasus Covid-19 Naik Lagi, Partai Perindo: Tetap Tenang dan Waspada, Tapi Jangan Lengah
Disebut Calon Kuat Jadi...
Disebut Calon Kuat Jadi Direktur Jenderal WHO, Menkes Budi: Saya akan Konfirmasi
Tingkatkan Literasi...
Tingkatkan Literasi Kesehatan Masyarakat, TBIG Gelar Pelatihan di Kalimantan
Ikuti Langkah Trump,...
Ikuti Langkah Trump, Argentina Keluar dari WHO
Rekomendasi
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Pembuktian Irish Bella...
Pembuktian Irish Bella jadi Produser di Film Horor Dosa, Tayang 11 Juni
DPR Ingatkan Potensi...
DPR Ingatkan Potensi Moral Hazard Penambahan Layer Rokok Ilegal
Berita Terkini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Buku Laku Spiritual...
Buku Laku Spiritual Pak Harto, Indonesia, dan Kejawen Diluncurkan, Kupas Cara Soeharto Tunjuk Pembantunya
Infografis
Kenapa Hariman Sering...
Kenapa Hariman Sering Disebut Kucing Besar? Berikut Penjelasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved