Membangun Ekonomi Baru Indonesia Pascapandemi

Kamis, 03 Juni 2021 - 06:42 WIB
loading...
A A A
Indonesia sebaiknya memanfaatkan momentum pandemi untuk membangun ekonomi digital yang merata. Pemerintah dan perusahaan perlu berkolaborasi dalam menetapkan kinerja jarak jauh sebagai salah satu standar. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah perlu menciptakan kebijakan yang mendorong organisasi untuk mengadopsi model kerja jarak jauh, mempercepat konektivitas nasional dan pembangunan infrastruktur digital di seluruh Indonesia, meningkatkan keamanan cyber nasional, dan membekali kemampuan digital dengan keterampilan yang tepat. Perusahaan juga perlu mengidentifikasi fungsi secara jarak jauh dan mempercepat digitalisasi dengan berinvestasi bagi IoT, AI, dan cloud computing di seluruh rangkaian produksi, manufaktur, logistik, hingga penjualan dan distribusi.

Selain itu, Indonesia perlu mempersiapkan kemampuan untuk masa depan dan membangun platform pendidikan nasional sebagai pendorong utama untuk memperluas akses pendidikan, meningkatkan kualitas konten, dan mendapatkan wawasan tentang kemampuan yang diperlukan. Platform digital akan membantu memfasilitasi kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, industri, dan siswa.

Berdasarkan pengalaman dilanda wabah Covid-19, Indonesia juga harus menyempurnakan tata kota di tiga bidang desain: tingkat nasional, tingkat kota, dan tingkat fasilitas. Di tingkat nasional, Indonesia harus memperkuat rantai pasok lokal dan mengurangi ketergantungan pada impor. Di tingkat kota, Indonesia harus membangun model kerja dan pembelajaran jarak jauh sambil meninjau rencana investasi aset fisik untuk meminimalkan gangguan terhadap kelangsungan bisnis dan pembelajaran. Di tingkat fasilitas, Indonesia harus menerapkan fasilitas touchless atau tanpa sentuh di tempat umum untuk menghambat penularan virus di masa depan, seperti elevator dengan voice recognition atau pengenalan suara, pintu berbasis sensor, dan pembayaran nontunai.

Transformasi Nasional

Penerimaan pajak Indonesia relatif terbatas dibandingkan negara lain. Karena itu, foreign direct investment (FDI) akan sangat penting untuk merevitalisasi pendapatan yang terbatas. Namun, FDI Indonesia telah kehilangan daya tarik dan perlu memenangkan persaingan ketat dengan negara lain untuk menangkap peluang manufaktur global dan menarik raksasa teknologi dalam mengembangkan ekonomi digital lokal. Namun, persyaratan pemrosesan lokal, di mana perusahaan harus menggunakan pusat data di wilayah nasional untuk memproses data, baik dengan membangun pusat data lokal mereka sendiri atau beralih ke penyedia layanan lokal, juga memengaruhi keputusan investasi mereka.

Dampak dari lambatnya adopsi teknologi digital oleh pemerintah terlihat selama pandemi. Indonesia harus mempercepat digitalisasi pemerintahan untuk menyelesaikan layanan publik yang kurang optimal dan bersiap menghadapi krisis nasional berikutnya. Untuk mengembangkan digitalisasi pemerintahan yang kuat, Indonesia harus mulai dengan menentukan layanan utama pemerintah yang akan diubah menjadi digital, serta memastikan penggunaan layanan digitalisasi yang koheren di pusat dan daerah.
(war)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebangkitan Sepak Bola...
Kebangkitan Sepak Bola Asia: Pelajaran untuk Pembangunan Ekonomi
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
Kepemimpinan Prabowo...
Kepemimpinan Prabowo Fondasi Kebangkitan Ekonomi Nasional dan Penguatan Peran Global
Kemendagri Gelar Indonesia...
Kemendagri Gelar Indonesia Maju Expo di TMII Promosikan Produk Unggulan Daerah
Kegagalan Pasar dan...
Kegagalan Pasar dan Pandemi
Wujudkan Kepedulian...
Wujudkan Kepedulian di Tengah Pandemi, Pengajar Ini Bikin Gebrakan Begini
Dilantik Jadi Pengurus...
Dilantik Jadi Pengurus Gekrafs Pandeglang, Ini Harapan Desainer Migi Rihasalay
Fesyen Jadi Andalan...
Fesyen Jadi Andalan Ekspor, Sandiaga Uno: Indonesia Semakin Sejahtera
China Beri Lampu Hijau...
China Beri Lampu Hijau Buka Perbatasan dengan Hong Kong
Rekomendasi
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Gaet Pembeli Muda, Fiat...
Gaet Pembeli Muda, Fiat Siap Hidupkan Lagi Abarth Topolino
Pemain Kolombia Jaminton...
Pemain Kolombia Jaminton Campaz Diancam Dibunuh Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved