DPR Minta Pemerintah Proaktif Soal Kepastian Kuota Haji 2021

Rabu, 02 Juni 2021 - 13:40 WIB
loading...
DPR Minta Pemerintah...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Tubagus Ace Hasan Syadzilymengatakan pemerintah harus proaktif untuk memastikan agar kepastian penyelenggaraan haji 2021. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kuota haji Indonesia dan negara-negara lain untuk tahun 2021 ini masih belum mendapatkan kepastian dari Pemerintah Arab Saudi . Meskipun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sudah memberikan Emergency Use Listing (EUL) bagi vaksin Sinovac yang mana menjadi salah satu syarat haji, masih belum ada pengumuman resmi dari Arab Saudi mengenai kuota haji Indonesia.

"Pemerintah Arab Saudi belum mengumumkan kuota haji secara resmi diberikan kepada negara muslim yang akan memberangkatkan ibadah jadi. Termasuk persyaratan tentang vaksin, alokasi kuota bagi negara tersebut, kemudian prokes seperti apa," ujar Wakil Ketua Komisi VIII DPR Tubagus Ace Hasan Syadzily kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (2/6/2021). Baca juga: Sinovac Dapat Legalitas WHO, DPR: Melegakan Kita Semua karena Jadi Syarat Haji

"Karena itu saya kira pemerintah harus proaktif untuk memastikan agar kepastian penyelenggaraan haji ini segera didapatkan informasinya," pintanya.

Apalagi, Ace melanjutkan waktunya tinggal 1,5 bulan lagi, beberapa negara pun sudah mengumumkan untuk tidak memberangkatkan jamaah haji, seperti Singapura, Brunei Darussalam dan Malaysia karena tengah lockdown.

Namun demikian, dia meminta kepada pemerintah agar tetap harus memprioritaskan kesehatan para jamaah. Sehingga, kalaupun diberikan kesempatan untuk menyelenggarakan ibadah haji, kesehatan jamaah harus dijamin termasuk juga protokol kesehatan selama di Arab Saudi.

"Mengacu pada tahun lalu 10 hari setelah Lebaran (Idul Fitri) kita sudah mengumumkan (tidak memberangkatkan jamaah haji), sekarang sudah 21 hari setelah Lebaran kita belum mengumumkan," jelasnya.

Adapun faktor lain yang menjadi parameter pemberian kuota haji, Ace menjelaskan bahwa itu menjadi kewenangan Pemerintah Arab Saudi. Saat Arab Saudi membuka izin penerbangan terhadap 11 negara, hal itu tidak berkaitan dengan haji.

Jika kuota haji ini dikaitkan dengan penanganan COVID-19, lanjut Ace, Amerika Serikat (AS) juga tidak begitu baik penanganan COVID-19, Inggris pun tempat di mana varian baru COVID-19 ditemukan, begitu juga Italia. Baca juga: Erick Thohir Minta Arab Saudi Buka Diri Soal Persyaratan Haji

"Saya mengambil contoh itu. Jadi karena itu kita tidak bisa mengukur bahwa kebijakan tentang itu dikaitkan dengam penanganan COVID-19. Jadi karena itu kita tidak bisa mengukur bahwa kebijakan tentang itu dikaitkan dengan penanganan COVID-19," tutup Ace.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fuad Hasan Absen karena...
Fuad Hasan Absen karena Kondisi Kesehatan, KPK Minta Bukti
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Penampakan 2 Tersangka...
Penampakan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji Kenakan Rompi Oranye KPK
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
Pemeriksaan Lanjutan...
Pemeriksaan Lanjutan Kasus Kuota Haji, Pengacara Gus Yaqut Sebut Tak Ada Konfirmasi Aliran Dana
Kepala BGN: Program...
Kepala BGN: Program MBG Akan Diberlakukan di Arab Saudi
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
9 Tempat Paling Suci...
9 Tempat Paling Suci di Dunia, Nomor 5 Paling Populer bagi Orang Indonesia
Pastikan Kelancaran...
Pastikan Kelancaran Pemulangan Jemaah Haji, Garuda Indonesia Intensif Koordinasi dengan Arab Saudi
Rekomendasi
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Selebriti Pakai Earphone...
Selebriti Pakai Earphone Kabel, Pasar IEM Chi-Fi Diam-Diam Meledak
Ucapkan Selamat Tahun...
Ucapkan Selamat Tahun Baru 1448 Hijriah, Menag Ajak Umat Jaga Persatuan
Berita Terkini
Akui Program Pemerintah...
Akui Program Pemerintah Banyak Kekurangan, Wapres Gibran: Kita Perbaiki Bersama
Megawati Tegaskan Prabowo...
Megawati Tegaskan Prabowo Bukan Musuh: Itu Teman Saya
BGN Evaluasi Insentif...
BGN Evaluasi Insentif SPPG Rp6 Juta per Hari
Istana Wapres Sebut...
Istana Wapres Sebut Tidak Ada Kesepakatan soal Tenggat Waktu Realisasikan Tuntutan Mahasiswa
Prabowo Terima Telepon...
Prabowo Terima Telepon Mahmoud Abbas, Tegaskan Indonesia Berdiri Bersama Palestina
BGN Pastikan Anggaran...
BGN Pastikan Anggaran MBG Dikurangi, Ini Alasannya
Infografis
Pemerintah dan DPR Setujui...
Pemerintah dan DPR Setujui Bahas Revisi Undang-undang Desa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved