Moderasi Beragama, Jadi Cara Menjaga Perbedaan dan Keberagaman di Indonesia
Rabu, 02 Juni 2021 - 09:07 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kemenag dan Pemprov NTB Sinergi Pengembangan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri
Sebagai perbandingan, Achmad Gunaryo memberikan gambaran kehidupan di Eropa. Ia melihat selama tinggal di Eropa, kehidupan di sana tidak sehebat yang terlihat.
"Meski dianggap maju, negara-negara di Eropa hingga saat ini tidak bisa hidup dalam perbedaan. Mereka bisa pecah hanya karena perbedaan bahasa atau perbedaan kepercayaan. Kesamaan di sana kini mulai diupayakan melalui penyamaan mata uang Euro," ungkap Gunaryo yang berpengalaman tinggal di berbagai benua ini.
Menurut Gunaryo, kesamaan agama dan budaya belum menjadi jaminan kehidupan yang rukun. "Perbedaan adalah sunatullah atau ketetapan Tuhan, jika suatu negara menginginkan persamaan maka sama saja dengan mengelabui Tuhan. Hidup dalam kesamaan pun belum tentu selalu rukun. Perbedaan harusnya dikelola, bukan diperuncing," jelasnya.
Moderasi beragama lanjut dia, adalah bagaimana beragama di tengah perbedaan. Ini menjadi sikap dan cara umat beragama menjaga perbedaan di Indonesia.
"Kesalehan sosial menjadi dasar dari moderasi beragama. Sikap ini sebagai landasan beragama dengan mengutamakan nilai kemanusiaan, nilai keadilan, nilai keteraturan, dan nilai hukum," ujarnya.
Sebagai perbandingan, Achmad Gunaryo memberikan gambaran kehidupan di Eropa. Ia melihat selama tinggal di Eropa, kehidupan di sana tidak sehebat yang terlihat.
"Meski dianggap maju, negara-negara di Eropa hingga saat ini tidak bisa hidup dalam perbedaan. Mereka bisa pecah hanya karena perbedaan bahasa atau perbedaan kepercayaan. Kesamaan di sana kini mulai diupayakan melalui penyamaan mata uang Euro," ungkap Gunaryo yang berpengalaman tinggal di berbagai benua ini.
Menurut Gunaryo, kesamaan agama dan budaya belum menjadi jaminan kehidupan yang rukun. "Perbedaan adalah sunatullah atau ketetapan Tuhan, jika suatu negara menginginkan persamaan maka sama saja dengan mengelabui Tuhan. Hidup dalam kesamaan pun belum tentu selalu rukun. Perbedaan harusnya dikelola, bukan diperuncing," jelasnya.
Moderasi beragama lanjut dia, adalah bagaimana beragama di tengah perbedaan. Ini menjadi sikap dan cara umat beragama menjaga perbedaan di Indonesia.
"Kesalehan sosial menjadi dasar dari moderasi beragama. Sikap ini sebagai landasan beragama dengan mengutamakan nilai kemanusiaan, nilai keadilan, nilai keteraturan, dan nilai hukum," ujarnya.
Lihat Juga :