Moderasi Beragama, Jadi Cara Menjaga Perbedaan dan Keberagaman di Indonesia
Rabu, 02 Juni 2021 - 09:07 WIB
loading...
Kegiatan Roadshow Jagongan Moderasi Beragama Umat Hindu dengan tema Beragama dengan Ramah Untuk Indonesia di Klaten, Senin 31 Mei 2021. Foto/Kemenag
A
A
A
JAKARTA - Moderasi beragama merupakan bagian dari perwujudan rasa syukur atas bangsa dan negara yang besar. Bersyukur kepada Tuhan karena hidup di negara yang kaya akan perbedaan.
Baca juga: Pegawai Non-ASN Kemenag Sulsel Akan Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) Achmad Gunaryo pada kegiatan Roadshow Jagongan Moderasi Beragama Umat Hindu dengan tema Beragama dengan Ramah Untuk Indonesia di Klaten, Senin 31 Mei 2021.
Baca juga: Salurkan Bantuan Kuota, Kemenag Tak Ingin PJJ Ganggu Uang Dapur
Kegiatan dihelat Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Balitbang Diklat sebagai unit yang mengkaji secara khusus kehidupan keagamaan di Indonesia.
"Bersyukur saja tidak cukup, harus ditingkatkan menjadi syakur yaitu orang yang senantiasa dalam napas dan gerak menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan. Sebab saya khawatir jika tidak bersyukur, maka nikmat bangsa yang besar ini akan diambil oleh Sang Pemilik Nikmat," ujar Achmad Gunaryo mengawali paparannya di hadapan pemuka agama.
Baca juga: Pegawai Non-ASN Kemenag Sulsel Akan Dilindungi BPJS Ketenagakerjaan
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan (Kaban) Litbang dan Diklat Kementerian Agama (Kemenag) Achmad Gunaryo pada kegiatan Roadshow Jagongan Moderasi Beragama Umat Hindu dengan tema Beragama dengan Ramah Untuk Indonesia di Klaten, Senin 31 Mei 2021.
Baca juga: Salurkan Bantuan Kuota, Kemenag Tak Ingin PJJ Ganggu Uang Dapur
Kegiatan dihelat Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Balitbang Diklat sebagai unit yang mengkaji secara khusus kehidupan keagamaan di Indonesia.
"Bersyukur saja tidak cukup, harus ditingkatkan menjadi syakur yaitu orang yang senantiasa dalam napas dan gerak menunjukkan rasa syukur kepada Tuhan. Sebab saya khawatir jika tidak bersyukur, maka nikmat bangsa yang besar ini akan diambil oleh Sang Pemilik Nikmat," ujar Achmad Gunaryo mengawali paparannya di hadapan pemuka agama.
Lihat Juga :