Fraksi PKS Tegaskan Jangan Benturkan Agama dengan Nasionalisme
Selasa, 01 Juni 2021 - 19:09 WIB
loading...
Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini merespons serius isu beberapa hari terakhir soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) kepada para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ( PKS ) Jazuli Juwaini merespons serius isu yang memanas beberapa hari terakhir soal Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) kepada para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terutama pertanyaan atau pernyataan yang membenturkan antara keyakinan agama dan nasionalisme seperti soal lepas jilbab dan memilih antara Al-Qur'an atau Pancasila.
Baca juga: Usai Rakerda, PKS Bekasi Siap Berkolaborasi dengan Semua Elemen Masyarakat
Menurut Jazuli pertanyaan itu jelas menyesatkan, menyimpang, dan merusak tatanan Pancasila dan UUD 1945 yang diwariskan oleh para pendiri bangsa. Secara khusus Jazuli Juwaini mengaitkan kasus ini dengan komitmen peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati tepat hari ini (1 Juni).
Baca juga: Ustaz Adi Hidayat Laporkan Penyebar Fitnah, Legislator PKS Harap Aparat Profesional
"Di momentum hari Lahir Pancasila 1 Juni ini kita semua perlu mengokohkan pemahaman bahwa Pancasila dan konstitusi sejatinya dibangun di atas pondasi agama. Sila pertama Pancasila dan dipertegas Pasal 29 Ayat 1 UUD 1945, negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Membenturkan keyakinan agama dan kebangsaan jelas salah kaprah dan salah arah," tegas Jazuli, Selasa (1/6/2021).
Baca juga: Sebut Elektabilitas 5-9%, Sekjen PKS Ingatkan Kader Tak Silau Terlena Hasil Survei
Seperti dijelaskan Jazuli, tiba-tiba kita dikagetkan pengakuan pegawai KPK saat TWK ditanya soal apakah bersedia melepas jilbab dan ketika dijawab tidak, si penanya menjudge bahwa yang bersangkutan egois. Demikian juga pengakuan pegawai KPK soal pertanyaan untuk memilih antara kitab suci Al-Qur'an atau Pancasila.
Baca juga: Usai Rakerda, PKS Bekasi Siap Berkolaborasi dengan Semua Elemen Masyarakat
Menurut Jazuli pertanyaan itu jelas menyesatkan, menyimpang, dan merusak tatanan Pancasila dan UUD 1945 yang diwariskan oleh para pendiri bangsa. Secara khusus Jazuli Juwaini mengaitkan kasus ini dengan komitmen peringatan Hari Lahir Pancasila yang diperingati tepat hari ini (1 Juni).
Baca juga: Ustaz Adi Hidayat Laporkan Penyebar Fitnah, Legislator PKS Harap Aparat Profesional
"Di momentum hari Lahir Pancasila 1 Juni ini kita semua perlu mengokohkan pemahaman bahwa Pancasila dan konstitusi sejatinya dibangun di atas pondasi agama. Sila pertama Pancasila dan dipertegas Pasal 29 Ayat 1 UUD 1945, negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa. Membenturkan keyakinan agama dan kebangsaan jelas salah kaprah dan salah arah," tegas Jazuli, Selasa (1/6/2021).
Baca juga: Sebut Elektabilitas 5-9%, Sekjen PKS Ingatkan Kader Tak Silau Terlena Hasil Survei
Seperti dijelaskan Jazuli, tiba-tiba kita dikagetkan pengakuan pegawai KPK saat TWK ditanya soal apakah bersedia melepas jilbab dan ketika dijawab tidak, si penanya menjudge bahwa yang bersangkutan egois. Demikian juga pengakuan pegawai KPK soal pertanyaan untuk memilih antara kitab suci Al-Qur'an atau Pancasila.
Lihat Juga :