Refly Harun Bakal Kembalikan Hari Pancasila ke 18 Agustus bila Jadi Presiden
Selasa, 01 Juni 2021 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Lebih dari itu, menurut Refly tidak tepat bila Pancasila dikaitkan dengan faktor tunggal Bung Karno. Memang, dalam pidato tanggal 1 Juni 1945 tersebut Soekarno menggunakan istilah Pancasila. Namun, masih diragukan apakah itu berasal dari Soekarno sendiri.
”Kata Pancasila yang dia sebutkan itu katanya menurut saran dari seorang ahli bahasa. Tapi ini kan urusannya politik,” ujar alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Baca juga: Refly Harun Berharap Muncul Duet Rizal Ramli-Gatot Nurmantyo
Refly mengatakan yang menginginkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila lebih karena dianggap identik dengan Soekarno. Padahal, Pancasila adalah konsep sinkretisme para pendiri bangsa dalam pergumulan perjuangan mereka. Sehingga, tidak bisa Pancasila dijadikan produk individual seolah-olah karya satu orang.
”Ya ini pendapat saya, kalau ada yang beda ya silakan saja, termasuk dari pemerintahan Presiden Jokowi. Ya kalau saya jadi presiden, saya kembalikan peringatan hari lahir Pancasila ke tanggal 18 Agustus,” kata dia.
”Kata Pancasila yang dia sebutkan itu katanya menurut saran dari seorang ahli bahasa. Tapi ini kan urusannya politik,” ujar alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.
Baca juga: Refly Harun Berharap Muncul Duet Rizal Ramli-Gatot Nurmantyo
Refly mengatakan yang menginginkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila lebih karena dianggap identik dengan Soekarno. Padahal, Pancasila adalah konsep sinkretisme para pendiri bangsa dalam pergumulan perjuangan mereka. Sehingga, tidak bisa Pancasila dijadikan produk individual seolah-olah karya satu orang.
”Ya ini pendapat saya, kalau ada yang beda ya silakan saja, termasuk dari pemerintahan Presiden Jokowi. Ya kalau saya jadi presiden, saya kembalikan peringatan hari lahir Pancasila ke tanggal 18 Agustus,” kata dia.
(muh)
Lihat Juga :