Muhaimin Iskandar dan Peluang Kader NU Maju Capres 2024

Selasa, 01 Juni 2021 - 12:44 WIB
loading...
A A A
Estimasi Alvara berdasarkan data BPS dari jumlah populasi penduduk muslim dan berusia 17 tahun keatas, serta berafiliasi dan menjadi anggota ormas Islam, dihasilkan jumlah penduduk muslim yang berafiliasi dengan NU berjumlah 79,04 juta jiwa. Dari sisi keanggotaan, 57,33 juta penduduk muslim Indonesia mengaku menjadi anggota NU.

Sementara berdasarkan hasil riset Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA pada 18-25 Februari 2019, NU didaulat sebagai ormas terbesar di Indonesia dengan jumlah pesentase 49,5%. Bahkan, survei LSI menunjukkan NU bukan hanya sebagai pemilik ormas terbesar dalam skala nasional saja, namun juga membuktikan bahwa NU adalah ormas terbesar di dunia. Jika saat ini total seluruh penduduk Indonesia berjumlah kurang lebih 250 juta penduduk dengan jumlah penduduk muslim yang berkisar 87%, maka NU dengan persentase 49,5% yang dimiliki, memiliki basis massa yang berjumlah kurang lebih 108 juta orang.

Kembali ke sosok Muhaimin Iskandar, dalam deretan elite politik nasional yang memiliki kedekatan dengan NU baik secara silsilah maupun kendaraan politiknya maka Muhaimin punya kans untuk ikut bertarung dalam memperebutkan kursi kepemimpinan nasional pada 2024 mendatang.

Namun, ada sejumlah pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan untuk memuluskan langkah Muhaimin maju di Pilpres 2024. Di antaranya meningkatkan elektabilitas dan popularitas, menunjukkan kerja nyata yang berpihak kepada kepentingan rakyat melalui parpol yang dipimpinnya, dan tidak kalah penting adalah mempererat hubungan dengan parpol lain. Sebab jika syarat presidential threshold (PT) tidak berubah dan tetap 20% seperti Pilpres 2019 lalu, artinya PKB harus berkoalisi dengan parpol lain untuk bisa mewujudkan mimpi mengusung Abdul Muhaimin Iskandar sebagai capres 2024, dan mimpi mengukir sejarah baru untuk menjadikan kader NU untuk kedua kalinya sebagai Presiden RI setelah Gus Dur.

Hal yang tidak kalah penting dan membuat langkah Muhaimin Iskandar maju capres sebagai sebuah ”keharusan” adalah karena posisinya sebagai ketum parpol. Salah satu nilai jual parpol dalam pemilu yang cukup ”cospleng” adalah jika mengusung kader terbaik parpol sebagai capres untuk jualan politik. Sebab, jika hanya jualan program partai, semua partai pasti menawarkan janji-janji manis.

Namun jika ketum parpol maju sebagai capres maka akan ada dampak atau efek ekor jas atau coat-tail effect yang akan mendongkrak perolehan suara partai. Kader parpol di bawah pun akan jauh lebih semangat berjuang merebut hati rakyat dibandingkan parpol yang hanya menjadi pendukung capres tertentu, bukan capres dari kader terbaik parpol itu sendiri.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Ma’shum: NU juga Butuh Tata Krama
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Halaqoh Kiai Muda NU...
Halaqoh Kiai Muda NU Soroti Kepemimpinan di PBNU
Sapi Kurban Banpres...
Sapi Kurban Banpres Prabowo Dibiayai APBN, Ulama NU Sebut Sah Menurut Fikih
Keresahan Warga NU Menguat,...
Keresahan Warga NU Menguat, Mubes DIY Desak PBNU Kembali ke Khittah
Paradoks NU: Ketika...
Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Iduladha 1447 Hijriah,...
Iduladha 1447 Hijriah, PW ISNU Aceh Salurkan Hewan Kurban ke Tiga Kabupaten-Kota
Rekomendasi
TikTok Dorong Pertumbuhan...
TikTok Dorong Pertumbuhan Industri Kecantikan Malalui ForYouBeauty 2026
Kecerdasan Buatan Sedang...
Kecerdasan Buatan Sedang Mengubah Lanskap Keamanan Siber
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved