Muhaimin Iskandar dan Peluang Kader NU Maju Capres 2024

Selasa, 01 Juni 2021 - 12:44 WIB
loading...
Muhaimin Iskandar dan...
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar. Foto/SINDOnews
A A A
Abdul Rochim
Praktisi Media


PEMILIHAN Umum Presiden dan Legislatif (Pilpres-Pileg) masih tiga tahunan lagi. Namun, sejumlah nama sudah muncul sebagai kandidat potensial calon presiden (capres) pada Pemilu 2024 mendatang.

Sebut saja nama Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang meski sudah tiga kali kalah di Pilpres, sekali sebagai cawapres dan dua kali sebagai capres, kini namanya justru sering menduduki posisi teratas capres berdasarkan sejumlah hasil survei nasional. Ada pula nama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang juga tidak kalah mentereng jika mengamati hasil survei belakangan ini. Nama Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun demikian, selalu berada di deretan atas survei kandidat potensial.

Selain ketiga tokoh tersebut, ada sejumlah nama lain kandidat capres atau cawapres potensial seperti Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indarparawansa, Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Meneg BUMN Erick Thohir, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua MPR Bambang Soesatyo, politikus senior Golkar yang juga mantan wapres Jusuf Kalla, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), termasuk juga Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang juga Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar.

Nama terakhir cukup menarik untuk diulas sebagai kandidat potensial capres pada Pilpres 2024 mendatang. Memang, PKB sebagai kendaraan politik Gus AMI atau Cak Imin–sapaan akrab Abdul Muhaimin Iskandar–masih di bawah PDIP, Golkar, maupun Gerindra jika merujuk pada hasil Pemilu 2019 lalu. Namun, hasil survei sejumlah lembaga survei belakangan ini menempatkan PKB di posisi papan atas. Hasil survei terbaru Puspoll Indonesia juga menempatkan PKB di posisi tiga besar, mengungguli Partai Golkar.

PKB juga merupakan parpol yang punya basis massa cukup kuat dan mengakar. Basis pemilih PKB juga tergolong cukup loyal. Buktinya, meski sempat surut akibat konflik internal, PKB berhasil reborn dan menunjukkan kesolidannya pada Pemilu Legislatif 2019 lalu. Partai besutan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itupun berhasil meraih 13.570.097 suara nasional dan mengantarkan 58 kadernya duduk di Senayan sebagai anggota kursi DPR RI periode 2019-2024.

Perolehan suara PKB pada Pemilu 2019 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah partai berlambang bintang sembilan ini berdiri, walaupun dalam hal persentase nasional masih kebih kecil dibanding 1999. Pada Pemilu 1999, suara PKB mencapai 13.336.982 atau 12,61% dan diakumulasi menjadi 51 kursi DPR. Sementara pada Pemilu 2004, PKB meraih 12.002.885 suara atau 10,61% dengan akumulasi 52 kursi di DPR RI. Pada Pemilu 2009, suara PKB hanya 5.146.122 suara (4,94%) dengan jumlah kursi hanya 28. Sedangkan pada 2014, PKB meraih 11.298.957 atau 9,04% suara nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Saatnya Muktamar NU...
Saatnya Muktamar NU Hadirkan Kepemimpinan yang Tak Lagi Wariskan Pertengkaran Berkepanjangan
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Hadiri Munas-Konbes...
Hadiri Munas-Konbes NU 2026, Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa
Dari Ploso, Gus Ma’shum...
Dari Ploso, Gus Ma’shum Faqih Ingatkan Adab Jadi Penuntun Musyawarah NU
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
Seruan Masyayikh NU...
Seruan Masyayikh NU di Ponpes Al Falah Ploso Redam Ketegangan di PBNU
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh...
Muktamar ke-35 NU, Syaifuloh Yusuf Sebut Gus Salam Layak Jadi Ketum PBNU
Rekomendasi
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Chicco Jerikho dan Marsha...
Chicco Jerikho dan Marsha Aruan Ungkap Tantangan Beradu Akting di Sinetron Terlanjur Mencintaimu
BNN dan Bea Cukai Gagalkan...
BNN dan Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 3,37 Ton Kuncup Bunga Kanabis Asal Thailand
Berita Terkini
PDIP: Tingginya Biaya...
PDIP: Tingginya Biaya Politik Tuntas dengan Perbaikan Regulasi, Bukan Pilkada Tak Langsung
Diperiksa Kemendagri...
Diperiksa Kemendagri 8 Jam soal Konten Lagunya, Bupati Purwakarta Minta Maaf dan Akui Salah
KPK Tetapkan Bupati...
KPK Tetapkan Bupati Langkat Tersangka Kasus Dugaan Suap
Tingginya Kasus Kanker...
Tingginya Kasus Kanker Paru: Tantangan Skrining, Diagnosis, hingga Akses Terapi
Andi Azwan: Sikap Roy...
Andi Azwan: Sikap Roy Suryo Tempuh Praperadilan Tindakan Pengecut
Tegaskan MBG Lanjut...
Tegaskan MBG Lanjut Terus, Hashim: Tak Berhenti sampai Berhasil
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved