Terkait Pengembangan Alutsista, Konsistensi Prabowo Diuji
Senin, 31 Mei 2021 - 20:06 WIB
loading...
GMNI mengkritik keras rencana Menhan Prabowo Subianto yang ingin mengambil utang luar negeri setara Rp1.760 triliun untuk membeli sejumlah alutsista. Foto/SINDOnews/Yulianto
A
A
A
JAKARTA - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengkritik keras rencana Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto yang ingin mengambil utang luar negeri setara Rp1.760 triliun untuk membeli sejumlah alat utama sistem persenjataan ( alutsista ).
Baca juga: Menhan Prabowo Dikabarkan Akan Borong Alutsista Rp1.760 triliun
Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino mempertanyakan konsistensi Prabowo yang di sejumlah pentas politik nasional getol mengeluarkan propaganda soal utang pemerintah. Bahkan menyebut pemerintah sebagai pencetak utang.
Baca juga: Legislator PDIP: Pengadaan Alutsista Baru Wacana, di mana Kerugian Negaranya?
"Bukannya Pak Prabowo dulu sangat getol mencibir utang pemerintah? Kok sekarang jadi menteri penimbun utang. Sangat disayangkan ini sama seperti menjilat ludah sendiri. Tentu ini membodohi rakyat Indonesia. Tidak mendidik", ujar Arjuna.
GMNI juga mempertanyakan konsistensi Prabowo soal isu anti asing/aseng dan isu kebocoran anggaran yang sering ia utarakan untuk menyerang lawan politiknya. Kini justru berubah menjadi pejabat yang ingin mempelopori utang luar negeri dengan jumlah yang fantastis.
Baca juga: Menhan Prabowo Dikabarkan Akan Borong Alutsista Rp1.760 triliun
Ketua Umum DPP GMNI Arjuna Putra Aldino mempertanyakan konsistensi Prabowo yang di sejumlah pentas politik nasional getol mengeluarkan propaganda soal utang pemerintah. Bahkan menyebut pemerintah sebagai pencetak utang.
Baca juga: Legislator PDIP: Pengadaan Alutsista Baru Wacana, di mana Kerugian Negaranya?
"Bukannya Pak Prabowo dulu sangat getol mencibir utang pemerintah? Kok sekarang jadi menteri penimbun utang. Sangat disayangkan ini sama seperti menjilat ludah sendiri. Tentu ini membodohi rakyat Indonesia. Tidak mendidik", ujar Arjuna.
GMNI juga mempertanyakan konsistensi Prabowo soal isu anti asing/aseng dan isu kebocoran anggaran yang sering ia utarakan untuk menyerang lawan politiknya. Kini justru berubah menjadi pejabat yang ingin mempelopori utang luar negeri dengan jumlah yang fantastis.
Lihat Juga :