Bulan Bung Karno, Karang Tumaritis Tekankan tentang Pancasila
Minggu, 30 Mei 2021 - 00:47 WIB
loading...
A
A
A
Dia berpendapat, bangsa Indonesia sangat menghayati nilai perjuangan dari proklamator Indonesia. “Bung Karno adalah maha guru ideologi Pancasila, tantangan kita ke depan perubahan yang begitu cepat, pertanyaannya sebagai bangsa yang besar kita sudah siap?” kata Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu.
Djarot menambahkan, persaingan dunia hari ini bergeser pada tantangan kecepatan teknologi, yaitu dunia dan revolusi digital. “Anda ingat handphone Nokia dan BlackBerry, dua teknologi telekomunikasi yang sangat kuat saat itu, tapi hari ini hilang dan kalah dengan android dan Iphone. Itulah contoh perubahan dunia,” ucap Djarot, Wali Kota Blitar periode 2000-2005 dan 2005-2010 itu.
Djarot juga menyinggung tentang kolonialisme modern. "Saat pra kemerdekaan, bangsa Indonesia menghadapi sebuah sistem penjajahan dari kolonialisme Belanda. Sekarang sistemnya berubah, yaitu tantangan teknologi digital, jika tidak inovatif dan menguasai, kita kalah," kata Djarot.
Sementara itu, hadir juga pemateri dari kalangan milenial, Abraham Garuda Laksono atau yang akrab disapa Abe. Abe menilai tidak sedikit masyarakat, terutama generasi Milenial, mengetahui Pancasila sebagai ideologi bangsa. Hanya saja, dalam penerapannya, Pancasila sekadar dijadikan sebagai pembenaran.
Padahal, kata Abe, Pancasila merupakan hasrat dan keinginan dari para founding fathers untuk merdeka dan bersatu. Bahkan, urusan makan pun diatur dalam ideologi tersebut. Abe mengharapkan, generasi muda bisa memanfaatkan media digital untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab di era digitalisasi seperti sekarang, kampanye tersebut sangat mudah dilakukan dengan memanfaatkan media sosial.
Djarot menambahkan, persaingan dunia hari ini bergeser pada tantangan kecepatan teknologi, yaitu dunia dan revolusi digital. “Anda ingat handphone Nokia dan BlackBerry, dua teknologi telekomunikasi yang sangat kuat saat itu, tapi hari ini hilang dan kalah dengan android dan Iphone. Itulah contoh perubahan dunia,” ucap Djarot, Wali Kota Blitar periode 2000-2005 dan 2005-2010 itu.
Djarot juga menyinggung tentang kolonialisme modern. "Saat pra kemerdekaan, bangsa Indonesia menghadapi sebuah sistem penjajahan dari kolonialisme Belanda. Sekarang sistemnya berubah, yaitu tantangan teknologi digital, jika tidak inovatif dan menguasai, kita kalah," kata Djarot.
Sementara itu, hadir juga pemateri dari kalangan milenial, Abraham Garuda Laksono atau yang akrab disapa Abe. Abe menilai tidak sedikit masyarakat, terutama generasi Milenial, mengetahui Pancasila sebagai ideologi bangsa. Hanya saja, dalam penerapannya, Pancasila sekadar dijadikan sebagai pembenaran.
Padahal, kata Abe, Pancasila merupakan hasrat dan keinginan dari para founding fathers untuk merdeka dan bersatu. Bahkan, urusan makan pun diatur dalam ideologi tersebut. Abe mengharapkan, generasi muda bisa memanfaatkan media digital untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebab di era digitalisasi seperti sekarang, kampanye tersebut sangat mudah dilakukan dengan memanfaatkan media sosial.
(maf)
Lihat Juga :