PDIP Ogah Koalisi dengan PKS karena Beda Ideologi, Pengamat Sebut Sebuah Kemunduran
Sabtu, 29 Mei 2021 - 07:24 WIB
loading...
Jajaran DPP PDI Perjuangan (PDIP) menerima kunjungan jajaran DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kantor Pusat di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (27/4/2021) pagi. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Soal ideologi menjadi dasar Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan bahwa partainya tidak akan berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam Pilpres 2024. Menurut pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Robi Nurhadi, itu sebuah kemunduran dalam konteks pembangunan politik di Indonesia.
"Pertarungan ideologi akan membawa Indonesia pada level negara berkembang. Indonesia harus menggeser pertarungan ideologi ke pertarungan strategi pembangunan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik," kata Robi kepada SINDOnews, Sabtu (29/5/2021).
Menurut Robi, dalam berbagai riset, termasuk yang pernah dilakukan LIPI, memperlihatkan bahwa riskan bagi suatu negara termasuk Indonesia apabila masih bergulat dalam pertarungan ideologi. Narasi ideologi hanya akan membuat garis konflik semakin menebal dan berbahaya karena akan mengancam stabilitas politik dan keamanan.
Baca juga: Andi Arief: Rugi Besar Demokrat Ikut dalam Koalisi PDIP, Sama Juga Bunuh Diri Politik
"Jadi, sudahilah pertarungan ideologi di Indonesia. Semua parpol di Indonesia sudah berasaskan Pancasila. Klaim seakan suatu partai yang paling Pancasilais hanya akan menuai antipati sebab pada era sosmed kini masyarakat sudah mudah untuk menilai siapa yang mengamalkan Pancasila dan siapa yang hanya menjadikan Pancasila sebagai jargon," tegasnya.
"Pertarungan ideologi akan membawa Indonesia pada level negara berkembang. Indonesia harus menggeser pertarungan ideologi ke pertarungan strategi pembangunan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik," kata Robi kepada SINDOnews, Sabtu (29/5/2021).
Menurut Robi, dalam berbagai riset, termasuk yang pernah dilakukan LIPI, memperlihatkan bahwa riskan bagi suatu negara termasuk Indonesia apabila masih bergulat dalam pertarungan ideologi. Narasi ideologi hanya akan membuat garis konflik semakin menebal dan berbahaya karena akan mengancam stabilitas politik dan keamanan.
Baca juga: Andi Arief: Rugi Besar Demokrat Ikut dalam Koalisi PDIP, Sama Juga Bunuh Diri Politik
"Jadi, sudahilah pertarungan ideologi di Indonesia. Semua parpol di Indonesia sudah berasaskan Pancasila. Klaim seakan suatu partai yang paling Pancasilais hanya akan menuai antipati sebab pada era sosmed kini masyarakat sudah mudah untuk menilai siapa yang mengamalkan Pancasila dan siapa yang hanya menjadikan Pancasila sebagai jargon," tegasnya.
Lihat Juga :