Warning! Medsos Sarana Subur Penyebaran Radikalisme dan Intoleransi
Jum'at, 28 Mei 2021 - 17:04 WIB
loading...
A
A
A
Pengamat politik Sebastian Salang mengatakan, perlu ada sinergitas untuk membangun ruang publik terhadap toleransi dan Pancasila di medsos. Di Indonesia, medsos sudah jadi alat pembelah bangsa. Ini berdasarkan analisis data perilaku pengguna medsos. Baca juga: KSP Sebut Intoleransi Jadi Ladang Subur Pengembangan Terorisme
Perkembangan IT tak hanya memberi efek positif, tapi juga memberi efek negatif luar biasa. ”Revolusi IT luar biasa seperti berjalan dengan kecepatan cahaya. Sehingga prilaku kita berubah. Kalo tidak siap mengadaptasi diri repot. Bicara Pancasila, medsos punya potensi untuk dikembangkan, tapi harus membangun sinergi menggunakan medsos untuk merebut ruang publik untuk mengembangkan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.
Jurnalis senior, Rikard Bangun menuturkan, saat ini Indonesia sedang menghadapi dua perang yakni perang nyata dan perang dunia maya. Fungsi media awalnya untuk menyatukan, tapi sekarang malah jadi sarana pemecah belah. Medsos jadi penyebar hoaks yang paling hebat. Tidak ada kekuatan yg bisa menghambat medsos.
”Medsos menimbulkan budaya radikal. Kita harus memperkuat narasi soal Pancasila harus terus dinarasikan terus menerus,” terangnya.
Perkembangan IT tak hanya memberi efek positif, tapi juga memberi efek negatif luar biasa. ”Revolusi IT luar biasa seperti berjalan dengan kecepatan cahaya. Sehingga prilaku kita berubah. Kalo tidak siap mengadaptasi diri repot. Bicara Pancasila, medsos punya potensi untuk dikembangkan, tapi harus membangun sinergi menggunakan medsos untuk merebut ruang publik untuk mengembangkan nilai-nilai Pancasila,” tuturnya.
Jurnalis senior, Rikard Bangun menuturkan, saat ini Indonesia sedang menghadapi dua perang yakni perang nyata dan perang dunia maya. Fungsi media awalnya untuk menyatukan, tapi sekarang malah jadi sarana pemecah belah. Medsos jadi penyebar hoaks yang paling hebat. Tidak ada kekuatan yg bisa menghambat medsos.
”Medsos menimbulkan budaya radikal. Kita harus memperkuat narasi soal Pancasila harus terus dinarasikan terus menerus,” terangnya.
(poe)
Lihat Juga :