KSP Sebut Intoleransi Jadi Ladang Subur Pengembangan Terorisme

loading...
KSP Sebut Intoleransi Jadi Ladang Subur Pengembangan Terorisme
Tenaga Ahli Utama Kedeputian V KSP, Rumadi Ahmad mengatakan intoleransi menjadi ladang subur pengembangan paham keagamaan yang menghalalkan aksi terorisme. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kedeputian V Kantor Staf Presiden (KSP) , Rumadi Ahmad mengatakan intoleransi menjadi ladang subur pengembangan paham keagamaan yang menghalalkan aksi terorisme . Karena itu, Rumadi mendorong penguatan moderasi beragama untuk menjaga karakter asli bangsa Indonesia yang berwatak toleran dan moderat.

Namun demikian, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya PBNU ini menjelaskan kekinian moderasi beragama menghadapi berbagai tantangan karena menguatnya paham keagamaan yang menghalalkan kekerasan. Baca juga: 5 Kekuatan Indonesia Tangkal Perpecahan akibat Radikalisme dan Terorisme

"Moderasi beragama penting karena kita menghadapi berbagai tantangan. Misalnya semakin berkembangnya paham keagamaan yang misalnya menghalalkan kekerasan, apakah itu kekerasan yang sifatnya fisik maupun verbal," ujar Rumadi dalam webinar KSP Mendengar: Moderasi Beragama dengan Momentum Bulan Suci Ramadan, Selasa (4/5/2021).

"Dan itu tentu menjadi persoalan serius karena dari kekerasan ini melahirkan intoleransi bahkan bisa menjadi ladang subur pengembangan paham keagamaan yang menghalalkan teorisme," sambung dia.

Rumadi menjelaskan moderasi beragama adalah sesuatu yang sudah melekat dan menjadi karakter dalam kehidupan keagamaan bangsa Indonesia. Bahkan hal itu masuk dalam aksi prioritas dalam RPJMN 2020-2024.



"(Moderasi beragama) pada dasarnya adalah penguatan dan upaya merawat dan menjaga karakter moderat yang sudah ada di masyarakat kita. Moderasi beragama sebagai karakter beragama yang sekarang ini kita miliki bukan sesuatu yang turun dari langit, tapi hasil dari proses sejarah yang panjang dan terus didalam proses menjadi," terangnya.

Menurut dia, moderasi beragama harus terus dirawat karena itu dapat membendung paham keagamaan baru yang menjadi ancaman terhadap karakter bangsa Indonesia.

Pada dasarnya, moderasi beragama adalah cara beragama yang tidak berlebihan: tidak ekstrem kanan maupun ekstrem kiri. Moderasi beragama adalah karakter tengahan atau moderat dalam beragama itu sendiri. Baca juga: Pengacara Dilarang Temui Munarman, Polri: Hukum Acara Terorisme Berbeda dengan Pidana Biasa

"Sekarang kita menghadapi tiba-tiba ada orang yang rela meledakan diri atas nama agama, atas nama jihad, dan itu menjadi tantangan serius yang kita hadapi bersama," tutup Rumadi.
(kri)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top