Sekolah Tatap Muka Juli, Legislator PKB Dorong Percepatan Vaksin Tenaga Pendidik
Jum'at, 28 Mei 2021 - 06:29 WIB
loading...
A
A
A
Pasalnya, kata Nur Yasin, dari target vaksinasi nasional 181.5 juta orang hingga Desember 2021. Faktanya, per 25 Mei 2021, baru 15,3 juta orang yang melakukan vaksinsai dosis pertama, dan 10,1 juta orang vaksinasi dosis kedua atau sekitar 25,4 juta dosis yang disuntikkan, angka ini sangat jauh dari target tahap kedua yang seharusnya 40,3 juta dosis pada Juni 2021.
“Dengan adanya kasus masih banyaknya tenaga pendidik yang belum divaksin, saya meminta kepada pemerintah agar memepercepat dan mendahulukan proses vaksinasi untuk tenaga pendidik atau guru,” desak Nur Yasin.
Namun, dia pun memahami bahwa salah satu alasan keterlambatan proses vaksinasi ini karena faktor ketersediaan vaksin di pusat tidak sesuai target, setelah gagalnya 10,3 juta dosis vaksin AstraZeneca dari India batal dikirim ke Indonesia pada bulan Maret dan April lalu melalui skema Covax/GAVI.
Oleh karena itu, Nur Yasin juga meminta agar pemerintah tidak ketergantungan kepada vaksin impor, karena vaksin COVID-19 menjadi rebutan di seluruh dunia. Sehingga, pemerintah tidak boleh hanya bergantung kepada vaksin impor. Baca juga: Pengacara Keluarga Minta Publik Hormati Proses Hukum Bupati Nganjuk
“Saat RDP dengan Menkes, tegas saya sampaikan bahwa pemerintah harus mempercepat proses produksi Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh 7 lembaga yaitu LBM Eijkman, LIPI, ITB, UNPAD, UI, UGM dan UNAIR. Bila perlu mereka kerja keras. Sehingga dengan begitu, persoalan masih banyaknya tenaga pendidikan yang belum divaksin, khususnya di Kabupaten Jember bisa teratasi dengan baik,” desak Bendahara Umum DPP PKB ini.
“Dengan adanya kasus masih banyaknya tenaga pendidik yang belum divaksin, saya meminta kepada pemerintah agar memepercepat dan mendahulukan proses vaksinasi untuk tenaga pendidik atau guru,” desak Nur Yasin.
Namun, dia pun memahami bahwa salah satu alasan keterlambatan proses vaksinasi ini karena faktor ketersediaan vaksin di pusat tidak sesuai target, setelah gagalnya 10,3 juta dosis vaksin AstraZeneca dari India batal dikirim ke Indonesia pada bulan Maret dan April lalu melalui skema Covax/GAVI.
Oleh karena itu, Nur Yasin juga meminta agar pemerintah tidak ketergantungan kepada vaksin impor, karena vaksin COVID-19 menjadi rebutan di seluruh dunia. Sehingga, pemerintah tidak boleh hanya bergantung kepada vaksin impor. Baca juga: Pengacara Keluarga Minta Publik Hormati Proses Hukum Bupati Nganjuk
“Saat RDP dengan Menkes, tegas saya sampaikan bahwa pemerintah harus mempercepat proses produksi Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh 7 lembaga yaitu LBM Eijkman, LIPI, ITB, UNPAD, UI, UGM dan UNAIR. Bila perlu mereka kerja keras. Sehingga dengan begitu, persoalan masih banyaknya tenaga pendidikan yang belum divaksin, khususnya di Kabupaten Jember bisa teratasi dengan baik,” desak Bendahara Umum DPP PKB ini.
(kri)
Lihat Juga :