Sekolah Tatap Muka Juli, Legislator PKB Dorong Percepatan Vaksin Tenaga Pendidik

Jum'at, 28 Mei 2021 - 06:29 WIB
loading...
Sekolah Tatap Muka Juli,...
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKB, Nur Yasin mendorong pemerintah segera mempercepat vaksinasi untuk para guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) yang dicanangkan pemerintah akan dimulai pada Juli mendatang atau satu bulan lagi, sementara banyak guru dan tenaga pendidik yang belum divaksinasi COVID-19 .

Untuk itu, Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PKB, Nur Yasin mendorong pemerintah segera mempercepat vaksinasi untuk para guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan. Karena, beberapa lembaga pendidikan di berbagai daerah sudah akan menerapkan PTM. Salah satunya di Kabupaten Jember, Jawa Timur yang merencanakan PTM untuk SD, SMP, dan SMA pada 5 Juli 2021 mendatang. Baca juga: Kenapa Sih Vaksinasi Gotong Royong Gunakan Sinopharm? Ini Alasannya

“Pemerintah menyatakan bahwa tahun ajaran baru sudah dapat dimulai dengan pembelajaran tatap muka (PTM) secara terbatas pada Juli 2021 mendatang. Kebijakan ini berdasarkan SKB Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19,” ujar Nur Yasin kepada wartawan, Jumat (28/5/2021).

“Pemerintah berpesan, silakan melakukan PTM, namun dengan prokes yang ketat dan jangan sampai ada klaster baru,” sambungnya.

Legislator Dapil Jawa Timur (Jatim) IV ini mendorong pemerintah agar mempercepat proses vaksinasi bagi para guru, tenaga pendidik, dan tenaga kependidikan utamanya bagi daerah yang akan melaksanakan pembelajaran tatap muka khususnya di daerah pemilihannya di Kabupaten Jember.

Pasalnya, kata Nur Yasin, dari target vaksinasi nasional 181.5 juta orang hingga Desember 2021. Faktanya, per 25 Mei 2021, baru 15,3 juta orang yang melakukan vaksinsai dosis pertama, dan 10,1 juta orang vaksinasi dosis kedua atau sekitar 25,4 juta dosis yang disuntikkan, angka ini sangat jauh dari target tahap kedua yang seharusnya 40,3 juta dosis pada Juni 2021.

“Dengan adanya kasus masih banyaknya tenaga pendidik yang belum divaksin, saya meminta kepada pemerintah agar memepercepat dan mendahulukan proses vaksinasi untuk tenaga pendidik atau guru,” desak Nur Yasin.

Namun, dia pun memahami bahwa salah satu alasan keterlambatan proses vaksinasi ini karena faktor ketersediaan vaksin di pusat tidak sesuai target, setelah gagalnya 10,3 juta dosis vaksin AstraZeneca dari India batal dikirim ke Indonesia pada bulan Maret dan April lalu melalui skema Covax/GAVI.

Oleh karena itu, Nur Yasin juga meminta agar pemerintah tidak ketergantungan kepada vaksin impor, karena vaksin COVID-19 menjadi rebutan di seluruh dunia. Sehingga, pemerintah tidak boleh hanya bergantung kepada vaksin impor. Baca juga: Pengacara Keluarga Minta Publik Hormati Proses Hukum Bupati Nganjuk

“Saat RDP dengan Menkes, tegas saya sampaikan bahwa pemerintah harus mempercepat proses produksi Vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh 7 lembaga yaitu LBM Eijkman, LIPI, ITB, UNPAD, UI, UGM dan UNAIR. Bila perlu mereka kerja keras. Sehingga dengan begitu, persoalan masih banyaknya tenaga pendidikan yang belum divaksin, khususnya di Kabupaten Jember bisa teratasi dengan baik,” desak Bendahara Umum DPP PKB ini.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Beda dengan PKB, Golkar...
Beda dengan PKB, Golkar Pilih Hormati Sikap PDIP sebagai Partai Penyeimbang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Terima Kunjungan Sekjen...
Terima Kunjungan Sekjen ICAPP, PKB Perkuat Jembatan Diplomasi Politik dengan Korsel
Era Ketua DPC PKB Asal...
Era Ketua DPC PKB Asal Dipilih Sudah Berakhir, Gus Halim: Semua Harus Lulus UKK
Terima Delegasi MCA,...
Terima Delegasi MCA, Cak Imin Dorong Sinergi Indonesia–Malaysia
Perempuan Bangsa Ajak...
Perempuan Bangsa Ajak 2.000 Peserta Tanam Pohon di Singhasari Malang
Buka Muscab PKB Pamekasan,...
Buka Muscab PKB Pamekasan, Waketum: Perkuat Akar Rumput dan Kuasai Teknologi
Sekolah Terdampak Bencana...
Sekolah Terdampak Bencana Siap Aktifkan Kembali Pembelajaran Tatap Muka
Rekomendasi
Kisah Jin Sakhr Merebut...
Kisah Jin Sakhr Merebut Takhta Nabi Sulaiman, hingga Kerajaannya Kembali pada 10 Muharram
HUT ke-80 Bhayangkara,...
HUT ke-80 Bhayangkara, Polda NTT Perkuat Kesehatan Mental Personel lewat USEFT
2 Polisi Dibacok OTK...
2 Polisi Dibacok OTK saat Sedang Bertugas, Sahroni Geram: Negara Tidak Boleh Kalah dari Pelaku Kriminal!
Berita Terkini
Komisi I Bangga TNI...
Komisi I Bangga TNI Ikut Urus Pertanian, Dave Laksono: Ini Bukan Kembali ke Dwifungsi
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Peradi SAI Siap Jembatani...
Peradi SAI Siap Jembatani Dunia Usaha dan Hukum dalam Pelaksanaan KUHP Baru
Masa Penahanan Dadan...
Masa Penahanan Dadan Hindayana Cs Diperpanjang 40 Hari ke Depan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Panglima TNI Lantik...
Panglima TNI Lantik 1.737 Perwira Baru di Akmil Magelang
Infografis
Pembelajaran Tatap Muka...
Pembelajaran Tatap Muka Kembali Dibuka, Ini 7 Prokesnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved