Bela Gubernur Jateng, Ketua DPP PDIP: Ganjar Pranowo Tak Buat Kesalahan
Senin, 24 Mei 2021 - 19:18 WIB
loading...
A
A
A
“Ya dinamika, biarlah berdinamika, karena kita sudah punya mekanisme baku di partai. Dan saya yakin Ibu Mega sudah teruji dalam ujian-ujian yang lebih berat dari itu, banyak. Dulu Pak Jokowi masuk ke Jakarta jadi gubernur DKI juga dulu begitu konflik internal luar biasa, tetapi juga diambil keputusan secara bijak,” ujarnya.
Apakah pernyataan Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanti (Pacul) dianggap lampu merah, menurut dia, harus dilihat dari perspektif bahwa yang disampaikan Bambang itu sebuah kritik budaya, tapi apa yang dilakukan Ganjar dengan aktif di medsos itu tidak dilarang dalam aturan formal partai. “Tapi yang saya tangkap itu menyangkut dalam bahasa Jawa ya sudahlah tidak boleh begitu tetapi dalam aturan formal partai tidak melarang itu, Ganjar tidak buat sebuah kesalahan supaya ada lampu merah lampu hitam itu,” tegas Komarudin.
Menurut anggota Komisi II DPR ini, Ganjar bukan orang baru di PDIP, bahkan sudah lama berada di PDIP. Jadi, Ganjar pasti tahu apa yang dilakukannya, bahkan menurutnya, semakin banyak kader PDIP yang memperoleh dukungan publik dan rakyat, akan semakin baik. Itu tanda bahwa kader PDIP berhasil sehingga rakyat senang.
Legislator asal Dapil Papua ini menegaskan, semua dukungan terhadap kader-kader PDIP harus dikelola secara baik dengan semangat kekeluargaan. Saat sudah ada keputusan soal siapa yang maju, semua calon beserta pendukungnya harus bersatu dalam sebuah tim pemenangan, sesame kader jangan bertengkar.
“Ketika keputusan si A atau si B maju, ya sudah yang lain dengan gerbongnya semua bersatu untuk pemenangan. Itu yang penting. Jangan sampai sesama kader sendiri berantam itu tidak bagus, tidak dewasa. Ya, saya kira kalau soal itu Ibu teruji, Ibu teruji dalam membuat keputusan, keputusan dalam kondisi krisis lalu mengambil keputusan tepat dan saya percaya itu,” pungkas Komarudin.
Apakah pernyataan Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanti (Pacul) dianggap lampu merah, menurut dia, harus dilihat dari perspektif bahwa yang disampaikan Bambang itu sebuah kritik budaya, tapi apa yang dilakukan Ganjar dengan aktif di medsos itu tidak dilarang dalam aturan formal partai. “Tapi yang saya tangkap itu menyangkut dalam bahasa Jawa ya sudahlah tidak boleh begitu tetapi dalam aturan formal partai tidak melarang itu, Ganjar tidak buat sebuah kesalahan supaya ada lampu merah lampu hitam itu,” tegas Komarudin.
Menurut anggota Komisi II DPR ini, Ganjar bukan orang baru di PDIP, bahkan sudah lama berada di PDIP. Jadi, Ganjar pasti tahu apa yang dilakukannya, bahkan menurutnya, semakin banyak kader PDIP yang memperoleh dukungan publik dan rakyat, akan semakin baik. Itu tanda bahwa kader PDIP berhasil sehingga rakyat senang.
Legislator asal Dapil Papua ini menegaskan, semua dukungan terhadap kader-kader PDIP harus dikelola secara baik dengan semangat kekeluargaan. Saat sudah ada keputusan soal siapa yang maju, semua calon beserta pendukungnya harus bersatu dalam sebuah tim pemenangan, sesame kader jangan bertengkar.
“Ketika keputusan si A atau si B maju, ya sudah yang lain dengan gerbongnya semua bersatu untuk pemenangan. Itu yang penting. Jangan sampai sesama kader sendiri berantam itu tidak bagus, tidak dewasa. Ya, saya kira kalau soal itu Ibu teruji, Ibu teruji dalam membuat keputusan, keputusan dalam kondisi krisis lalu mengambil keputusan tepat dan saya percaya itu,” pungkas Komarudin.
(cip)
Lihat Juga :